Zhalim: Apa yang Dimaksud dengan Menzhalimi Diri Sendiri?

Zhalim: Apa yang Dimaksud dengan Menzhalimi Diri Sendiri?
Intisari makana zhalim terhadap diri sendiri.

Zhalim: Di dalam kitabnya, (1) Aqidah Salaf dan (2) Syarah (penjelasan) Aqidah Salaf, Abdul Hakim bin Amir Abdat ‎حفظه الله menuturkan bahwa kaum muslimin  beriman dan meyakini bahwa Allah جل جلاله tidak akan menzhalimi seorang pun juga  dari hamba-hamba-Nya sebagaimana Allah جل جلاله telah menegaskannya di dalam Kitab-Nya yang mulia Al-Qur’an.

Allah جل جلاله berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi manusia sedikitpun juga akan tetapi manusia itulah yang menzhalimi diri mereka sendiri.”

Q.S. Yunus (Yunus) [10]: 44.

Allah جل جلاله berfirman,

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tangan kamu sendiri, dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menzhalimi hamba-hamba-Nya”.

Q.S. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 182.

Allah جل جلاله berfirman,

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kamu sendiri. Karena sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menzhalimi hamba-hamba-Nya.”

Q.S. Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]: 51.

Allah جل جلاله berfirman,

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan kedua tangan kamu sendiri. Karena sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menzhalimi hamba-hamba-Nya.”

Q.S. Al-Hajj (Haji) [22]: 10.

Allah جل جلاله berfirman,

مَّنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, maka pahalanya untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka dosanya akan menimpa dirinya sendiri, dan Rabbmu sama sekali tidaklah pernah menzhalimi hamba-hamba-Nya.”

Q.S. Fushshilat (Yang Dijelaskan) [41]: 46.

Ayat-ayat yang sperti ini di dalam Al-Qur’an banyak sekali. Sesungguhnya Allah عزَ وجل ‎telah menafikan perbuatan zhalim terhadap diri-Nya. Maka segala perbuatan Allah adalah keadilan. Sedangkan semua bentuk kezhaliman berpulang kepada hamba. Hambalah yang menzhalimi dirinya sendiri disebabkan perbuatannya. Imma dia melakukan kezhaliman yang sangat besar, yaitu asy-syirku billah (kesyirikan kepada Allah), atau perbuatan dosa dan maksiyat, atau kezhaliman sesama mereka (sesama hamba).

Dapat ditulis sebuah faedah ilmiah dari Syaikhul Islam ibn Taymiyyah رحمه الله‎‎ dalam kitabnya Al-Iman (Kitabul Iman) bahwa,

“Zhalim terhadap diri sendiri dapat berarti; pertama – seseorang itu Islam secara zhahir namun hatinya merasa berat dalam menjalani perintah Allah dan Rasul-Nya ‎صلى الله عليه وسلم, kedua – membiarkan diri dalam keadaan bermaksiyat kepada Allah dan Rasul-Nya ‎صلى الله عليه وسلم yang dengan sebab itu ia memenuhi dirinya dengan dosa.”

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab suci Al-Qur’an.
  • Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullaah. 1432 H (2011 M). Aqidah Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
  • Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullaah. 1437 H (2016 M). Syarah Aqidah Salaf. Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
  • Syaikhul Islam ibn Taymiyyah Rahimahullah. 1409 H. Kitabul Iman. Beirut: Dar Ihya’ Al-Ilmu. (1433 H. Al-Iman. Bekasi: Darul Falah)
  • Artikel ilmiah: http://temanshalih.com/infografis-tingkatan-muslim/

Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.
Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih dan Roadio.ID

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra, S.Kom. Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas Amikom Yogyakarta 2013; Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura 2017 - Sekarang.