HomeFatwa UlamaFatwa Syaikh 'UtsaiminUsaha Mempercantik (Mempertampan) Diri; antara Halal dan Haram
mempercantik diri antara halal dan haram

Usaha Mempercantik (Mempertampan) Diri; antara Halal dan Haram

Fatwa Syaikh 'Utsaimin Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu 0 likes 212 views share

Usaha Mempercantik (Mempertampan) Diri; Ada yang Halal dan Ada yang Haram

Pertanyaan:

Bagaimanakah hukum mempercantik diri?

Jawaban:

Usaha mempercantik (mempertampan) diri dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, usaha mempercantik diri dengan tujuan untuk menghilangkan aib yang terjadi karena suatu peristiwa atau karena sebab lainnya. Usaha mempercantik diri dalam kategori ini tidak berdosa, karena Nabi صلى الله عليه وسلم telah mengizinkan seorang shahabat yang hidungnya terputus dalam suatu peperangan untuk membuat hidung palsu dari emas.[1]

KETAHUI LEBIH LANJUT: Usaha Mempercantik (Mempertampan) Diri untuk Menghilangkan Rupa yang Buruk Adalah Dibolehkan.

Kedua, usaha mempercantik diri dengan tujuan menambah kecantikan dan ketampanan dan bukan untuk menghilangkan aib, tetapi semata-mata untuk kecantikan. Usaha mempercantik diri dalam kategori ini hukumnya haram dan tidak boleh dilakukan, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم melaknat  wanita yang mencukur dan minta dicukurkan bulu alisnya, wanita yang memakai dan yang minta dipakaikan rambut palsu (wig atau sanggul), serta wanita yang membuat dan yang dibuatkan tato (termasuk di dalamnya membuat serta minta dibuatkan tahu lalat). Karena hal itu semata-mata mempercantik diri sesempurna mungkin, dan bukan dimaksudkan untuk menghilangkan aib.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, kitab ad-Da’wah nomor 5, 2/130-131.[2]

Footnote:

[1] Diriwayatkan an-Nasa’I, bab az-Zinah, nomor 5071.

[2] Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 61. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer