Taubat Seperti Apa Yang Diterima?

Taubat Yang Diterima: Kitab At-Tafsir Al-Muyassar mushaf Al-Madinah

Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) berfirman,

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya bertaubat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertaubat. Taubat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” ~Q.S. An-Nisa’ (Wanita) [4]: 17.

Allah hanya akan menerima taubat dari orang-orang yang melakukan perbuatan kemaksiyatan dan dosa karena mereka jahil (tidak tahu) akan akibatnya dan tidak tahu bahwa hal itu mengharuskan untuk mendapatkan kemurkaan Allah. Setiap orang yang bermaksiyat kepada Allah, baik secara tidak sengaja maupun sengaja maka ia dapat disebut sebagai orang jahil, sekalipun ia mengetahui pengharamannya. Kemudian ia kembali kepada Rabb mereka dengan taubat dan melaksanakan ketaatan sebelum ia menyaksikan kematiannya maka Allah menerima taubat mereka. Allah Maha Mengetahui serta Mahabijaksana di dalam mengatur dan menentukan urusan makhluk-Nya.- Tafsir Q.S. An-Nisa’ (Wanita) [4]: 17, Kitab At-Tafsir Al-Muyassar mushaf Al-Madinah

Taubat yang Diterima

Barangsiapa yang bertaubat dari perbuatan maksiyat dan memperbaiki amal perbuatannya dengan mengganti kemaksiyatan menjadi ketaatan, maka Allah ‘Azza Wa Jalla akan menerima taubat, menutupi kesalahan dan mengampuni dosa-dosanya.

Allah ‘Azza Wa Jalla menganjurkan hamba-Nya agar bertaubat secara murni, karena dapat menjadi sebab Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan serta memasukkannya ke dalam Surga.

Taubat Nashuha

‘Umar bin Al-Khaththab Radhiy-Allaahu-Ta’aala-‘Anhu ditanya mengenai taubat nashuha, beliau menjawab, “Taubat Nashuha adalah kalau seseorang bertaubat dari kesalahan-kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi selamanya.

Maraaji‘ (Senarai Pustaka):

[1] Kitab Suci Al-Qur’an

[2] Kitab At-Tafsir Al-Musyassar mushaf Al-Madinah (At-Tafsirul Muyassaru).

[3] Fatin binti Abdul Aziz. 1421 H. Khamsatun wa Tsalatsun Sababan li Ghufranidz Dzunub fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah (35 Amal Pelebur Dosa). Dar Thaibah al-Khudra’: Makkah.

Baca juga: Taubat Sebelum Terlambat

[line]

Maktab As-Slam
Alamat toko: Jl. Wonobaru, Gg. Remaja 2, No. 22, Pontianak.
WhatsApp:
(+62) 856-5422-4518 (Informasi Toko & Transaksi Online @Abu Fauzi)
(+62) 856-430-72-436 (Transaksi Online @Abu Shofi/Akhy Affan)
Telepon & SMS: (+62) 811-579-367
e-Mail: as-salam@festivalmadinah.com
Website: as-salam.festivalmadinah.com – “Mulia Dengan Sunnah

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.