Senin, Oktober 18, 2021
BerandaArti KataTajassus Adalah Mencari-cari Aib dan Kesalahan Orang Lain

Tajassus Adalah Mencari-cari Aib dan Kesalahan Orang Lain

Tajassus adalah mencari-cari aib dan kesalahan orang. Seorang muslim dilarang melakukan hal tersebut atas saudara muslimnya yang lain. Sebab seorang muslim wajib mengedepankan asas husnuzhan terhadap sesama muslim.

Tajassus Ketika Taaruf

tajassus adalah
Tajassus adalah mencari-cari aib orang lain, ini perbuatan terlarang.

Sebagai contoh kasus aktual dalam kehidupan sehari-hari adalah berikut ini. Dimas (laki-laki) tengah melakukan ta’aruf dengan Dinda (perempuan). Maka, baik Dimas mau pun Dinda tidak boleh saling menaruh perasaan curiga atau perasangka buruk – tanpa adanya tanda-tanda yang qathi (jelas).

Terlebih khusus Dimas tidak boleh menanyakan ihwal masa lalu Dinda (atau pun sebaliknya), misal dengan bertanya, “Dinda, apakah pernah pacaran?”, “Waktu itu, selama Dinda pacaran, ngapain aja sih kalau lagi berduaan?”, “Apakah waktu itu, Dinda pernah berciuman dengan dia?”, “Apakah mantan pacar pernah meremas payudara Dinda? Seberapa sering dia melakukannya?”, dan pertanyaan-pertanyaan yang senada dengan itu yang berpotensi dapat melukai perasaan orang lain (orang yang ditanya).

Ada pun perbincangan yang tepat dilakukan ketika taaruf adalah mempertanyakan soal persiapan pernikahan, target jangka pendek dan jangka panjang setelah pernikahan (target berumah tangga), membicarakan tentang pemahaman aqidah (keyakinan beragama) dan manhaj (cara beragama), kegemaran (hobby) yang biasa dilakukan saat sedang sendiri atau waktu luang.

Tajasus Hukumnya Haram

Tajassus hukumnya haram atau dilarang. Sebagaimana dalil hadits berikut yang dimuat dalam artikel: Tajassus (التجسس): Arti, Dasar Hukum, dan Contoh Kasus

وعن ابن مسعود رضي الله عنه أنه أتي برجل فقيل له، هذا فلان تقطر لحيته خمرًا، فقال‏:‏ إنَّا قد نهينا عن التجسس، ولكن إن يظهر لنا شئ، نأخذ به‏”‏‏.‏ حديث حسن صحيح رواه أبو داود بإسناد على شرط البخاري ومسلم‏.‏

Seorang laki-laki dibawa ke hadapan Ibnu Mas’ud (radhiyallaahu ‘anhu: semoga Allah meridhainya) karena janggutnya mengeluarkan bau khamr (minuman keras). Ibnu Mas’ud berkata: “Kami telah dilarang untuk tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain). Tapi apabila jelas bagi kami, kami akan menindaknya.” – Hadits Hasan Shahih: Riwayat Abu Dawud (Bukhari dan Muslim).

Oleh karena hukumnya haram, maka jelaslah bahwa tajassus merupakan perbuatan tercela di dalam ajaran Islam. Orang yang melakukan perbuatan mencari-cari aib orang lain disebut “Jassus“.


Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online informasi akademik muslim dan edukasi kontra terorisme. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -