Categories
Kabar Lowongan Kerja Muslim

Lowongan Kerja KHB Enterprise – Ustadz Khalid Basalamah

Lowongan Pekerjaan Muslim

Bismillah.

Jika kamu memiliki jiwa muda yang kreatif, enerjik, menyukai tantangan dan ingin kerja di lingkungan yang syar’i gabung bersama kami di KHB Enterprise.

Kita membuka lowongan untuk:

HRD Officer 

[ads script=”3″ ]

[list icon=”fa-check-circle”]

  • Laki laki usia Maksimal 25 tahun;
  • Islam dan bermanhaj Salaf;
  • Jujur, amanah dan beradab;
  • Memiliki pengalaman di Hrd minimal 1 tahun;
  • Memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang UU Ketenagakerjaan;
  • Memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang kepersonaliaan, Recruitment & Training.

[/list]

Kirim Lamaran Segera

Jika memenuhi persyaratan diatas silahkan kirim surat lamaran kerja dan CV ke:

[list icon=”fa-envelope”]

  • recruitment@khalidbasalamah.com

[/list]

[line]

Artikel ini: [tooltip data=”temanshalih.com tidak berafiliasi dengan para pihak yang disebut, kami tidak memperoleh keuntungan atas konten yang dimuat dalam artikel ini. Berita dan-atau kabar yang saudara baca asli tanpa i’tiqad melebihkan dan-atau mengurangi. Oleh karena temanshalih.com tidak berafiliasi dengan para pihak tersebut, maka kami tidak melayani sesi tanya jawab. Sementara itu, halaman ini mungkin menampilkan iklan. Akan tetapi tidak ada afiliasi antara penayang iklan, pengiklan, serta para pihak yang disebut di dalamnya. Jazakumullah Khairan.” position=”top”] 100% Affiliate Free![/tooltip]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Kabar Regional

Klarifikasi Atas Surat Kesepakatan: Panitia Kajian Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

KRONOLOGIS & KLARIFIKASI ATAS SURAT KESEPAKATAN

1. Pada hari Selasa, 12 Desember 2017, panitia kajian sudah mendapat izin dari DKM Masjid Andalusia untuk menggunakan Masjid Andalusia Islamic Center.

2. Pada hari Ahad, 17 Desember 2017 izin tersebut DIREVISI karena ada penolakan dari pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan dakwah Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat yang dibawa oleh Ustadz Yazid Jawas karena kebodohan dan kedengkian mereka.

3. Pada hari Ahad, 17 Desember 2017, malam hari, PANITIA BERINISIATIF menghubungi Pengurus Masjid Az-Zikra untuk menanyakan informasi PENYEWAAN ruangan dengan maksud memindahkan lokasi kajian karena Masjid Az-Zikra masih berada di wilayah yang sama dengan Masjid Andalusia.

4. Pada hari Senin, 18 Desember 2017, pagi hari, pengurus Az-Zikra BERSEDIA MENYEWAKAN ruangan, dengan catatan akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pengurus MUI, tokoh dan perwakilan masyarakat setempat yang akan diadakan malam harinya, yang kemudian menghasilkan kesepakatan DI ANTARA MEREKA.

5. Surat kesepakatan disampaikan kepada panitia sebelum kajian, pada pagi hari Selasa, 19 Desember 2017. Pada prinsipnya Ustadz Yazid Jawas TIDAK SETUJU adanya kesepakatan dalam dakwah, karena dalam dakwah tidak ada kesepakatan kecuali yang disampaikan adalah Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.

6. Surat kesepakatan tersebut diprakarsai oleh Pengurus Az-Zikra (awalnya tidak dipersyaratkan) agar kajian dapat berjalan lancar, mengingat tersebarnya berbagai FITNAH terhadap Ustadz Yazid Jawas dan dakwah Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat yang beliau bawa.

7. Ustadz Yazid Jawas pada dasarnya TIDAK SETUJU dengan adanya kesepakatan, dan beliau juga TIDAK BERKENAN untuk tanda tangan dan jika tetap diharuskan untuk tanda tangan beliau berpendapat lebih baik kajian DIBATALKAN karena khawatir surat kesepakatan tersebut DISALAHGUNAKAN atau DISALAHPAHAMI.

8. Pengurus Az-Zikra menyetujui tanda tangan DIWAKILKAN dan PANITIA BERINISIATIF MENYANGGUPI dengan menimbang maslahat dan mudharat, dan juga karena banyak tokoh, kyai, asatidzah dan pengurus MUI setempat yang hadir mendengarkan kajian. Kami berharap kepada Allah semoga semua yang hadir mendapatkan manfaat dari kajian tersebut.

9. Surat kesepakatan tersebut DITANDATANGANI oleh PERWAKILAN dari panitia, BUKAN oleh Ustadz Yazid Jawas.

10. Materi kajian muslimah sejak awal adalah PRINSIP-PRINSIP DASAR ISLAM, bab tentang ilmu, iman, amal dan pentingnya waktu.

11. Kesepakatan tersebut HANYA BERLAKU pada saat kajian di Ruangan Khadijah Masjid Az-Zikra hari Selasa 19 Desember 2017 dan pada jam 9.00 – 11.00 sebagaimana TERTULIS di dalam kesepakatan tersebut.

12. Panitia kajian MEMOHON MAAF kepada Ustadz Yazid Jawas atas FITNAH terhadap beliau yang beredar di media sosial akibat kesepakatan tersebut.

13. Panitia kajian BERTERIMA KASIH khususnya kepada Ustadz Yazid Jawas yang telah menyampaikan ILMU YANG BERMANFAAT kepada kaum muslimin dan muslimat yang hadir pada saat kajian, dan juga kepada seluruh pihak yang membantu terlaksananya kajian tersebut dengan lancar.

14. Demikian klarifikasi ini kami tuliskan untuk meluruskan informasi yang tidak utuh dan FITNAH yang SENGAJA DISEBARKAN di media sosial untuk MEROBEK KEHORMATAN seorang muslim dan seorang da’i yang berupaya mengajak manusia ke JALAN YANG LURUS, mengajak manusia ke JALAN YANG BENAR, mengajak manusia KE SURGA.

15. Dan kami ingatkan kepada yang SENANG MENYEBARKAN FITNAH ini, bahwa ANDA telah MENCEMARKAN NAMA BAIK dan KEHORMATAN seorang muslim yang mana itu termasuk DOSA RIBA YANG PALING BESAR!

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّ مِن أَربَى الرِّبا الإستطالة في عِرضِ المُسلم بِغَيرِ حَقٍّ

“Sesungguhnya diantara DOSA RIBA YANG PALING BESAR adalah MENCEMARKAN NAMA BAIK/ KEHORMATAN seorang muslim dengan cara yang tidak benar!” – HR Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’us Shaghir nomor 2203.

Bogor, 20 Desember 2017

Panitia Kajian Muslimah

[tooltip data=”temanshalih.com tidak berafiliasi dengan para pihak yang disebut, kami tidak memperoleh keuntungan atas konten yang dimuat dalam artikel ini. Berita dan-atau kabar yang saudara baca adalah asli dari sumbernya. Oleh sebab itu kami juga tidak membuka layanan tanya jawab. Jazakumullah Khairan.” position=”top”]Artikel ini: 100% Affiliate Free![/tooltip]

[line]

Sumber:

[list icon=”fa-facebook-square”]

  • Facebook Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Bogor

[/list]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

 

Categories
Akademik Cadar Kabar Perlindungan Konsumen Regional Tata Cara Muslim

Jangan Paksa Bercadar: Dasar Hukum Bercadar di Sekolah Umum

Bercadar di Sekolah Umum

Bercadar di sekolah umum? Jangan Maksa Seragam; Tidak Sama antara Sekolah Umum, SMK dengan Sekolah Keagamaan Islam (Ma’had/ Pesantren).

[line]

Allah عزَ وجل berfirman,

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

Terjemah,

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. … – Q.S. An-Nuur (Cahaya) [24]: 31.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa bagian yang biasa tampak adalah wajah, kedua telapak tangan dan cincin. Al-A’masy mengatakannya dari Sa’id bin Jabir dari beliau (Jabir). Sedangkan penafsiran seorang Shahabat رضى الله عنه merupakan hujjah (dalil).

Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian yang besar terhadap perkembangan Pendidikan Nasional yang tercermin dari perubahan dan penyempurnaan UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang pada pertengahan Juli 2003 telah disahkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) sebagai penggantinya.

Dalam UU SISDIKNAS di atas dapat diperhatikan adanya pengindahan Pemerintah terhadap substansi Agama dan penafian unsur diskriminatif, sementara itu pemerintah juga memberikan keluangan bagi para orang tua dan peserta didik untuk memilih program pendidikan sesuai dengan minat.

Adapun jenis pendidikan yang diakui di Indonesia di antaranya yakni:

[ads script=”1″ ]

[list icon=”fa-check-circle”]

  • pendidikan umum;
  • kejuruan;
  • akademik profesi;
  • vokasi;
  • pendidikan keagamaan Islam (pesantren) & pendidikan keagamaan; serta
  • pendidikan khusus.

[/list]

Tidak Menyalahi Kehendak Hukum

Taat kepada Umara‘ (Penguasa) selama apa yang diperintahkan bukanlah hal yang menyelisihi ketentuan Syara‘ (Agama) adalah bagian dari pokok Aqidah Sunnah.

Oleh sebab itu hendaknya Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Umum dan Sekolah Kejuruan bekerja secara profesional serta tidak menyalahi ketentuan perundangan yang berlaku, misal dengan mewajibkan peserta didik putri untuk memakai seragam sekolah yang tidak sesuai dengan kategori atau Satuan Pendidikan terdaftar (perbuatan melawan hukum dengan mewajibkan bercadar di sekolah umum).

Sebab Pakaian Seragam Sekolah Putri dan Pakaian Seragam Sekolah Khas Muslimah di sekolah Umum dan Kejuruan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 45 tahun 2014 (Permendikbud).

Sementara itu Permendikbud sebagaimana dimaksud di atas tidak mengatur mengenai seragam sekolah bagi peserta didik putra maupun putri di Sekolah Pendidikan Keagamaan Islam (ma’had/ pesantren).

Artinya Pemerintah memberikan ruang bebas bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Keagamaan Islam (ma’had/ pesantren) untuk membuat Peraturan Tata Busana/ Seragam peserta didik (santri putra dan putri).

Ta’at kepada  Umra‘ (Penguasa) atau Ulil Amri (Pemerintah) adalah bagian pokok Aqidah Sunnah/ Aqidah Islam

Allah عزَ وجل berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada Rasul dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah perselisihan itu kepada Allah dan Rasul jika memang kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian lebih baik dan lebih bagus kesudahannya. – Q.S. An-Nisaa’ (Wanita) [4]: 59.[1]

Dari Ibnu Abbas, dia berkata, Nabi صلى الله عليه وسلم beliau bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، يَرْوِيهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَكَرِهَهُ فَلْيَصْبِرْ، فَإِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ يُفَارِقُ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَيَمُوتُ إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ‏

Barangsiapa yang melihat dari amirnya (pengusanya) sesuatu yang tidak dia sukai maka bersabarlah. Karena sesungguhnya, tidak seorang pun juga yang memisahkan diri dari jama’ah sejengkal saja lalu dia mati, melainkan dia mati dengan kematian jahiliyyah. – Shahih Bukhari, nomor 7143.”[2]

[ads script=”1″ ]

Catatan Penting:

[list icon=”fa-check-circle”]

  • Tidak Sama antara Sekolah Keagamaan dengan Sekolah/ Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam (Pesantren) dengan Sekolah Umum dan Sekolah Kejuruan;
  • Pendidikan Agama tidak sama dengan Pendidikan Keagamaan. Sebagaimana Pendidikan Keagamaan tidak sama dengan Pendidikan Keagamaan Islam (Diniyah dan Pesantren);
  • Pendidikan Diniyah dan Pesantren adalah pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan pada semua jalur pendidikan (Jalur Formal, Jalur Nonformal dan Jalur Informal) dan jenjang pendidikan (Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi);
  • Hendaklah orang tua, pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik Sekolah Umum dan Kejuruan serta masyarakat luas memathui regulasi yang telah ditetapkan pemerintah selama tidak bermaksiat kepada Allah عزَ وجل dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم;
  • Peserta didik putri pemeluk agama Islam di Sekolah Umum dan SMK yang ingin berbusana syar’i (dengan tambahan cadar/ penutup wajah) dapat mengajukan permohonan pindah ke Satuan Pendidikan Keagamaan Islam yakni Ma’had/ Pesantren;
  • Menyamakan sesuatu yang berbeda (antara mahad/ pesantren dengan sekolah umum) adalah kebathilan;
  • Ta’at kepada Ulil Amri/ pemerintah atau Umara‘/ Penguasa adalah bagian pokok Aqidah Sunnah/ Aqidah Islam selama apa yang diperintahkan bukanlah kemaksiyatan.

[/list]

Footnote & Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[1] Kitab Suci Al-Qur’an.

[2] Hadits Shahih: Shahih Bukhari, bab Al-Ahkam, nomor 7143.

[3] Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin. 1434 H/ 2013 M. Hukum Cadar. Abu Idris, Penerjemah. Solo (ID): At Tibyan. Terjemahan dari: Risalatul Hijab.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer