Categories
Daftar Hadiah

Download: Daftar Istilah Dalam Ilmu Hadits

Muqaddimah – Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan Shahabat Radhiy-Allaahu-Ta’aala-‘Anhum, serta mereka yang mengikuti Sunnah beliau dengan benar sampai hari Kiamat.

Mengkaji Sunnah Rasulullah ﷺ dengan benar setelah mengkaji Al-Qur’an adalah salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah ﷻ. Sebab seorang Muslim tidak dapat melepaskan diri dari Sunnah Rasulullah ﷺ yang merupakan sumber hukum ke-dua dalam agama Islam di samping Al-Qur’an. Maka dari itu, seseorang tidak akan pernah sampai kepada pemahaman Islam yang benar apabila ia menafikan Sunnah Rasulullah ﷺ, karena sunnah yang Shahih adalah wahyu dari Allah ﷻ, seperti halnya Al-Qur’an.

Allah ﷻ berfirman,

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّ وَحْيٌ يُوحَىٰ

Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).- Q.S. An-Najm (Bintang) [53]: 3-4

Oleh karena itu, hendaklah para penulis, guru, pendakwah, pemberi nasihat, berhati-hati menisbatkan suatu hadits kepada Rasulullah ﷺ, selama mereka belum mengetahui ke-Shahihan hadits itu dari jalur hafizh masyhur di antara huffazh hadits. Menjadi kewajiban bagi mereka, jika tidak mengetahui derajat suatu hadits, hendaknya menisbatkan kepada kitab tempat mereka menukilnya. Seperti kitab At-Tirmidzi atau An-Nasa’i. Dengan demikian, mereka terlepas dari tanggung jawab.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا
فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.- Muttafaq Alaih: Hadits riwayat Al-Bukhari no. 1291 & Muslim no. 4

Adapun orang-orang yang membawa dengan tangan-tangan mereka kitab-kitab yang tidak ada nilainya di kalangan ulama hadits, seperti sejumlah kitab akhlak dan nasihat yang banyak beredar dari tangan ke tangan, maka tidak cukup menisbatkan hadits kepadanya, dan pembacanya tidak terbebas dari dosa. (Kitab A’laam Al-Islam, Muhammad Riyadh Al-Malih)

Daftar istilah yang ditemukan dalam ilmu hadits beserta keterangannya, disusun sesuai abjad dalam publikasi dakwah format *.pdf, memudahkan pembaca untuk menyimpan kedalam perangkat mobile dan selainnya.

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah ﷻ yang dengan sebab Keridhaan-Nya Sempurnalah Segala Kebaikan.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[list icon=”fa-book”]

  • Bulugh al-Maraam, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullaah.
  • Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maraam, Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir
    Ash-Shan’ani Rahimahullaah.
  • Dhawaabith Muhimmah li Husni Fahmis Sunnah, Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir.
  • Lau Kaana Khayran Lasabaquuna Ilaihi, Abdulhakim bin Amir Abdat Hafizhahullaah.

[/list]

Download:

[ads script=”1″ ]
[download id=”743″]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Arti Kata Hadiah Majalah Muslim Kredibel

Diagram Mahram – Apa yang dimaksud dengan Mahram?

Mahram

Dengan menyimpan diagram mahram seseorang itu dapat mengetahui siapa saja yang termasuk kedalam mahram-nya. Sehingga ia dapat terhindar dari ber-khalwat yang diharamkan. Semisal pada waktu pekan liburan. Niatnya sih baik, jalan-jalan sama keluarga, ketemu sepupu terus jalan-jalan bareng.

Oh ternyata, sepupu itu bukan mahrom. Artinya tidak boleh ber-khalwat dengannya (berdua-dua-an). Sama sepupu saja tidak dibolehkan/ haram, apalagi terhadap orang asing/ ajnabi.

[ads script=”1″ ]

Catatan Penting:

[list icon=”fa-check-circle”]

  • “Niat baik” tidaklah cukup tanpa diikuti pengamalan yang benar sesuai tuntunan Sunnah/ Petunjuk Rasulullah shalallaahu-‘alaihi-wa-sallam. Niat baik tanpa mengikuti sunnah, berkonsekuensi tertolaknya suatu “perbuatan” yang dianggap “baik”.
  • Dikatakan ber-khalwat/ berdua-dua-an yang dilarang apabila terjadi percampuran antara non-mahrom lawan jenis yakni laki-laki dengan perempuan.
  • Apabila seseorang itu termasuk kedalam kategori Non-Mahrom, maka dirinya boleh dinikahi. Artinya boleh menikah dengan sepupu.
  • Seorang mukallaf (muslim yang sudah baligh dan berakal sehat) yang Belum Mengetahui hal ini, tidaklah berdosa apabila pada masa terdahulu dirinya sering berkhalwat dengan sepupu-nya. Namun apabila peringatan telah disampaikan kepadanya, kemudian dirinya tetap berkeras hati dengan anggapan, “Ah ini kan baik”, maka perkataan tersebut dan yang semisal dengan itu adalah bentuk penolakan terhadap ajaran Rasulullah yang berkonsekuensi kepada dosa.
  • Baik dan buruk, benar dan salah, selamat dan celaka tidak dinilai berdasar perasaan semata akan tetapi yang menjadi tolak ukur adalah nash Kitabullah dan As-Sunnah.
  • Mahrom adalah semua orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab (keturunan), persusuan, dan pernikahan. Adapun syarat mahram bagi perempuan yang hendak bepergian keluar adalah laki-laki yang berakal dan sudah baligh/ laki-laki mukallaf (yang sudah terkena beban hukum agama), karena tujuan mahram adalah untuk menjaga wanita, dan hal ini tidak terwujud jika mahrom-nya masih kecil atau tidak berakal atau gila.
  • Apabila seseorang dikatakan mahram, maka seorang muslim boleh berdua-dua-an dengan orang yang termasuk kedalam kategori mahram. Apabila seseorang dikatakan bukan-mahram, maka seorang muslim haram berdua-dua-an/ ber-khalwat dengannya.
  • Sementara Muhrim memiliki arti yakni orang yang sudah berniat memasuki dan mengerjakan ibadah Haji dan Umrah.

[/list]

[line]

Diagram mahrom (re-produksi Majalah Al-Furqon edisi 147 hlm. 70):

Download:

[ads script=”1″ ]

[download id=”988″]

[line]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer