Categories
Galeri Intisari Cahaya Ilmu Jalan Hidup Nabi dan Para Shahabat Jihad Video

Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab melawan Pelajar Menyimpang

Simak video kisah Shahabat (Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه‎‎) dan Para Tabi’in menghadapi para pelajar yang menyimpang.

Video Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab Melawan Pelajar Menyimpang

[ads script=”1″ ]

Disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Beliau menjelaskan ihwal seorang Shahabat Rasul yang memerangi para pelajar menyimpang.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Arti Kata Intisari Cahaya Ilmu

Zhalim: Apa yang Dimaksud dengan Menzhalimi Diri Sendiri?

Zhalim: Di dalam kitabnya, (1) Aqidah Salaf dan (2) Syarah (penjelasan) Aqidah Salaf, Abdul Hakim bin Amir Abdat ‎حفظه الله menuturkan bahwa kaum muslimin  beriman dan meyakini bahwa Allah جل جلاله tidak akan menzhalimi seorang pun juga  dari hamba-hamba-Nya sebagaimana Allah جل جلاله telah menegaskannya di dalam Kitab-Nya yang mulia Al-Qur’an.

Allah جل جلاله berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi manusia sedikitpun juga akan tetapi manusia itulah yang menzhalimi diri mereka sendiri.” ~Q.S. Yunus (Yunus) [10]: 44.

Allah جل جلاله berfirman,

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tangan kamu sendiri, dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menzhalimi hamba-hamba-Nya”. ~Q.S. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 182.

Allah جل جلاله berfirman,

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kamu sendiri. Karena sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menzhalimi hamba-hamba-Nya.” ~Q.S. Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]: 51.

Allah جل جلاله berfirman,

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan kedua tangan kamu sendiri. Karena sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menzhalimi hamba-hamba-Nya.” ~Q.S. Al-Hajj (Haji) [22]: 10.

Allah جل جلاله berfirman,

مَّنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, maka pahalanya untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka dosanya akan menimpa dirinya sendiri, dan Rabbmu sama sekali tidaklah pernah menzhalimi hamba-hamba-Nya.” ~Q.S. Fushshilat (Yang Dijelaskan) [41]: 46.

Ayat-ayat yang sperti ini di dalam Al-Qur’an banyak sekali. Sesungguhnya Allah عزَ وجل ‎telah menafikan perbuatan zhalim terhadap diri-Nya. Maka segala perbuatan Allah adalah keadilan. Sedangkan semua bentuk kezhaliman berpulang kepada hamba. Hambalah yang menzhalimi dirinya sendiri disebabkan perbuatannya. Imma dia melakukan kezhaliman yang sangat besar, yaitu asy-syirku billah (kesyirikan kepada Allah), atau perbuatan dosa dan maksiyat, atau kezhaliman sesama mereka (sesama hamba).

Kemudian hadits shahih di bawah ini sebagai hadits qudsiy:

Dari Abu Dzar, dari Nabi ‎صلى الله عليه وسلم beliau meriwayatkan dari Allah تبارك وتعال: Sesungguhnya Allah berfirman: “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan Aku telah jadikan kezhaliman itu haram di antara kamu, maka dari itu hai hamba-hamba-Ku, janganlah kamu saling menzhalimi …”- Riwayat Imam Muslim no. 4674 dalam hadits qudsiy yang panjang., Abdul Hakim bin Amir Abdat ‎حفظه الله, Syarah Aqidah Salaf.

Dapat ditulis sebuah faedah ilmiah dari Syaikhul Islam ibn Taymiyyah رحمه الله‎‎ dalam kitabnya Al-Iman (Kitabul Iman) bahwa,

“Zhalim terhadap diri sendiri dapat berarti; pertama – seseorang itu Islam secara zhahir namun hatinya merasa berat dalam menjalani perintah Allah dan Rasul-Nya ‎صلى الله عليه وسلم, kedua – membiarkan diri dalam keadaan bermaksiyat kepada Allah dan Rasul-Nya ‎صلى الله عليه وسلم yang dengan sebab itu ia memenuhi dirinya dengan dosa.”

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[list icon=”fa-book”]

  • Kitab suci Al-Qur’an.
  • Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullaah. 1432 H (2011 M). Aqidah Salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
  • Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullaah. 1437 H (2016 M). Syarah Aqidah Salaf. Jakarta: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
  • Syaikhul Islam ibn Taymiyyah Rahimahullah. 1409 H. Kitabul Iman. Beirut: Dar Ihya’ Al-Ilmu. (1433 H. Al-Iman. Bekasi: Darul Falah)
  • Artikel ilmiah: http://temanshalih.com/infografis-tingkatan-muslim/

[/list]

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

Categories
Daftar Intisari Cahaya Ilmu Nasihat

Tiga Cara Belajar Kitab: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Cara Belajar Kitab: al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullaah menjelaskan mengenai cara mempelajari kitab/ buku:

Cara Belajar yang Pertama: Membaca Sendiri

Mempelajari kitab yang dibaca sendiri, mulai dari muqaddimah/ pengantar-nya. Sebab di dalam muqaddimah, para penulis menjelaskan isi dari kitab untuk memudahkan jalan para pelajar/thulabul ‘ilm/penuntut ilmu dalam mempelajari sebuah kitab/ buku. Kemudian dibaca satu-per-satu dengan seksama.

Cara Belajar yang Kedua: Belajar Bersama Guru

[ads script=”1″ ]

Membaca dan mempelajari sebuah kitab bersama guru, di-dirasah-kan/ dikaji dengan berlanjut dari satu majelis ke majelis yang lain. Dari satu pertemuan ke pertemuan yang lain. Dibaca satu-per-satu yakni dibaca dari awal, bab pertama, hadits yang pertama, bab yang kedua, ketiga dan seterusnya, sambil diterangkan oleh ahli ilmu secara berkelanjutan.

Cara Belajar yang Ketiga: Membedah Kitab

Membedah Kitab/ buku, yang di dalamnya terjadi perpaduan antara bahasa tulisan dan bahasa lisan, yang cara pembahasannya tidak berurutan. Karena tujuannya adalah memperlihatkan isi dari kitab tersebut untuk mengetahui isi dan manfaatnya.

Video Cara Belajar Kitab

Saksikan video penjelasan mengenai cara belajar kitab oleh ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat (kualitas gambar HD). Video tersebut diproduksi oleh Rodja TV, kemudian disunting ulang oleh temanshalih.com.


http://www.youtube.com/watch?v=Bp_-bajd2TM

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer