HomeIntisari Cahaya IlmuNasihatSikap Seorang Muslim terhadap Black Friday
Ilustrasi Black Friday

Sikap Seorang Muslim terhadap Black Friday

Nasihat Negeri Jauh 0 0 likes share

Black Friday (Jum’at Hitam) sebuah Euforia Hedonis Tahunan kaum Kuffar

Pelaku Usaha Muslim

Hendaknya pelaku usaha muslim tidak mengadopsi terminologi “Black Friday” dalam meniagakan barang dan jasa, hal ini dikarenakan kaum muslim secara khusus telah terikat dengan aturan yang mana mereka memiliki kewajiban untuk mengamalkan Bara’ah/ al-Bara’ atau sikap menyelisihi gaya hidup dan beragamanya orang-orang kafir (kaum kuffar) di timur dan di barat.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.” – Q.S. Al-An’am (Binatang Ternak) [6]: 153.

Konsumen Muslim

Kaum muslimin tingkat konsumen juga dituntut untuk tidak meramaikan pusat perbelanjaan pada waktu-waktu tertentu, terlebih waktu-waktu dimaksud adalah waktu-waktu khusus yang erat kaitannya dengan pesta hari raya kaum kuffar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ“‏.‏

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, nomor 4031. Bulugh al-Maram, nomor 1514.

Jangan Menentang Allah عزَ وجل dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم

Apabila seorang muslim mengindahkan seruan/ ajakan kaum kuffar yang gencar ditayangkan melalui iklan-iklan dan tawaran potongan harga/ diskon, yang kemudian mereka (kaum muslimin) membanjiri pusat perbelanjaan yang sejatinya dimiliki oleh korporasi kaum kuffar, kemudian (orang-orang muslim) membelanjakan hartanya untuk hal-hal yang pada hakikatnya tidak atau belum mereka butuhkan, maka ini sama saja memberi dukungan/ loyalitas/ al-Wala’ dan keuntungan bagi kaum kuffar dalam mempersiapkan Natal (hari raya mereka) yang pada akhirnya menjatuhkan mereka (kaum muslimin) kepada sikap tasyabbuh (meniru gaya hidup kaum kuffar) serta menentang perintah Allah ‘Azza Wa Jalla dan Rasul-Nya Shalallaahu-‘Alaihi-Wa-Sallam.

Wal iyadzu billah semoga kaum muslimin dilindungi dari sikap durhaka semacam ini.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

238 total views, 9 views today