HomeTata Cara MuslimShalat Taubat Sesuai Sunnah
shalat taubat

Shalat Taubat Sesuai Sunnah

Tata Cara Muslim 2 likes 51 views share

Muqaddimah Shalat Taubat

Sejauh mana seorang muslim membutuhkan shalat taubat? Masyhur sebuah kaidah yang disepakati bahwa sebaik-baik bani Adam (umat manusia) bukanlah yang tidak pernah berbuat salah, akan tetapi sebaik-baik manusia adalah yang paling sedikit salahnya dan yang paling mengetahui (dekat) dengan Sunnah.

Oleh sebab itu hendaknya seseorang yang pernah berbuat maksiyat dan-atau membuang waktu hidupnya dalam perbuatan maksiyat yang dilakukan secara terang-terangan (al-Mujaahir) segera hijrah, rujuk (kembali) kepada Sunnah.

Dalam kitabnya, Bugyatul Mutathawwi’ fii Shalati-Tathawwu’, Dr. Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul menuturkan bahwa:

Setiap muslim harus senantiasa berusaha bertaqwa kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَلىٰ, selalu merasa dalam pengawasan Allah عزَ وجل, serta menjauhi maksiyat. Dan apabila dia berbuat dosa, maka dia pun segera bertaubat dan ruju kembali (kepada ketaatan).

Bagaimana Cara Shalat Taubat Sesuai Sunnah?

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menganjurkan mengerjakan shalat taubat ini pada saat seseorang bertaubat (dari suatu dosa).

Dari Asma’ bintu Al-Hakam Al-Fazari رضي الله عنها, ia berkata, “Aku pernah mendengar ‘Ali رضى الله عنه mengatakan, ‘Sungguh, aku adalah seorang laki-laki yang ketika mendengar satu hadits dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم,maka Allah memberikan manfaat kepadaku darinya, sebanyak yang Dia kehendaki. Dan jika salah seorang shahabat beliau صلى الله عليه وسلم mengabarkan suatu hadits kepadaku, maka aku akan memintanya bersumpah. Jila ia bersumpah, kubenarkan ia. Abu Bakar pernah mengabarkan hadits kepadaku, dan Abu Bakar adalah orang yang jujur, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

‘Tidaklah seseorang mengerjakan suatu dosa, kemudian segera bersuci (berwudhu), lalu ia mengerjakan shalat lantas ia beristighfar (memohon ampun) kepada Allah, melainkan Allah mengampuni dirinya.’

Kemudian dibacakan ayat ini,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

‘Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri, mereka pun ingat kepada Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?’ – Q.S. Ali ‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 135.’. ’.” – Hadits Hasan: at-Tirmidzi no. 406, ini lafazhnya, dan no. 3009, Abu Dawud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395, secara singkat tanpa menyebutkan ayat, dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya (II/389-390 – Al-Ihsaan, dengan lafazh serupa.

Do’a-do’a Taubat dan Memohon Ampun?

Selain mengerjakan shalat taubat, seorang muslim juga dapat berdo’a memohon ampun dan taubat. Adapun do’a-do’a taubat yang lafazh-nya diambil dari Kitabullah adalah sebagai berikut,

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ

Dia (Nuh) berkata, “Ya Rabbku, sungguh aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak tahu akan hakikatnya. Jikalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.'” – Q.S. Hud (Nabi Hud) [11]: 47.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. …
Dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkaulah Maha Penerima taubat, maha penyayang.” – Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 127, 128.

Sementara itu saudara juga dapat membaca doa memohon ampunan dan kasih sayang yang lafazh-nya diambil dari hadits.

رَبِّ اغْفِرْلِيْ، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ

Ya Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Pengampun.

Abdullah bin Umar رضي الله عنهما menuturkan, “Aku menghitung bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengucapkan kalimat ini: ‘Rabbighfirli watub ‘alayya innaka antat-tawwabul ghafur‘ di dalam suatu majelis sebanyak seratus kali.” Shahih: Abu Dawud no. 1516, at-Tirmidzi no. 3434, Ibnu Majah no. 3814. Ini adalah lafazh at-Tirmidzi, dan ia mengatakan, “Hadits hasan shahih gharib.” Lihat Shahih al-Jami’ish Shaghir no. 3486 dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 556.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab Suci Al-Qur’an;
  • Dr. Muhammad bin Umar Bazmul. 1434 H/ 2013 M. Panduan Lengkap Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah ﷺ. Bogor: Media Tarbiyah. Buku terjemah: Bugyatul Mutathawwi’ fii Shalati-Tathawwu’;
  • Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1436 H/ 2015 M. Do’a & Wirid Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer