HomeFatwa UlamaFatwa Syaikh Ibnu JibrinSesungguhnya Allah itu Indah dan Menyukai Keindahan
Allah itu Indah dan Mencintai yang Indah

Sesungguhnya Allah itu Indah dan Menyukai Keindahan

Fatwa Syaikh Ibnu Jibrin Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu 0 0 likes share

Sesungguhnya Allah itu Indah dan Menyukai Keindahan

Pertanyaan:

Saya mempunyai seorang teman wanita yang baik, dirinya memperhatikan ajaran agamanya dan sangat mencintai kebaikan, tetapi sesuatu yang mencolok darinya, bahwa dia merasa senang jika penampilannya selalu berbeda dari penampilan teman-teman wanita yang lainnya.

Misalnya dalam hal berpakaian, maka dia selalu ingin memakai pakaian yang berbeda dari pakaian teman-teman wanita yang lainnya (dalam hal ini tentunya pakaian yang menutupi aurat) dan dia tidak ingin ada seorang pun teman-teman wanita yang menyamainya, sehingga jika dia mengetahui bahwa salah seorang dari teman wanita lainnya membeli pakaian yang sama dengan pakaiannya, niscaya dia akan meninggalkan pakaiannya itu dan tidak akan memakainya lagi.

Demikian juga halnya dalam pakaian anak-anaknya dan perkakas rumah tangganya, maka dia tidak ingin ada seorang pun dari teman-teman wanita yang lainnya yang mengunggulinya, akan tetapi dia tidak pernah berharap bahwa nikmat yang diperoleh seseorang itu hilang. Meskipun sesuatu yang dimiliki oleh orang lain lebih bagus daripada miliknya yang penting keadaannya berbeda.

Apakah sikapnya itu termasuk iri hati atau sombong; padahal dirinya mengetahui bahwa kedua sifat itu dimurkai?

Kami berharap mendapatkan jawaban dengan segera dan semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Jawaban:

Saya tidak mengetahui isi hati wanita itu yang menyebabkannya memiliki sifat-sifat seperti itu. Jikah hal itu dilakukannya karena unsur kedengkian, niscaya hal itu diharamkan. Akan tetapi dinamai dengki apabila dirinya mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengkinya dan berusaha mencelakainya, tetapi hal itu tidak tampak padanya.

Kemudian jika hal itu dilakukannya karena takabur dan merasa tidak butuh bantuan orang lain, niscaya hal itu diharamkan. Tetapi takabur yang tercela ditunjukkan dengan sikap menentang kebenaran dan menghinakan orang lain, dan bukan ditunjukkan dengan sikap merasa senang berpakaian yang baik.

Karena sesungguhnya Allah عزَ وجل itu indah dan mencintai yang indah.

Jika perbuatannya tersebut dilakukan semata-mata karena merasa senang tampil beda dari orang lain dan dikenal dengan symbol-simbol tertentu, maka untuk menetapkan hukum harus dilihat terlebih dahulu sebab-sebab yang melatarbelakanginya. Mungkin saja bahwa hal itu termasuk perilaku yang mengisi hati manusia tanpa memiliki penangkalnya.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Syaikh Ibnu Jibrin, Fatawa al-Mar’ah, hlm. 169-170.[1]

Footnote:

[1] Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 61-62. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer