Senin, Oktober 18, 2021
BerandaFatwa UlamaFatwa Syaikh Ibnu JibrinSesungguhnya Allah itu Indah dan Menyukai Keindahan

Sesungguhnya Allah itu Indah dan Menyukai Keindahan

Hadits sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan telah tuntas diulas dalam artikel ini. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kibr (kesombongan) seberat dzarrah (biji debu).

فقال رجل إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسناً ونعله حسناً‏؟

Kemudian ada seorang yang bertanya, “Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?).

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan ghamtun-nas (merendahkan orang lain). – H.R. Muslim. Riyadush Shalihin nomor 611 (كتاب المقدمات).

Pertanyaan:

Saya mempunyai seorang teman wanita yang baik, dirinya memperhatikan ajaran agamanya dan sangat mencintai kebaikan, tetapi sesuatu yang mencolok darinya, bahwa dia merasa senang jika penampilannya selalu berbeda dari penampilan teman-teman wanita yang lainnya.

Misalnya dalam hal berpakaian, maka dia selalu ingin memakai pakaian yang berbeda dari pakaian teman-teman wanita yang lainnya (dalam hal ini tentunya pakaian yang menutupi aurat) dan dia tidak ingin ada seorang pun teman-teman wanita yang menyamainya, sehingga jika dia mengetahui bahwa salah seorang dari teman wanita lainnya membeli pakaian yang sama dengan pakaiannya, niscaya dia akan meninggalkan pakaiannya itu dan tidak akan memakainya lagi.

Demikian juga halnya dalam pakaian anak-anaknya dan perkakas rumah tangganya, maka dia tidak ingin ada seorang pun dari teman-teman wanita yang lainnya yang mengunggulinya, akan tetapi dia tidak pernah berharap bahwa nikmat yang diperoleh seseorang itu hilang. Meskipun sesuatu yang dimiliki oleh orang lain lebih bagus daripada miliknya yang penting keadaannya berbeda.

Apakah sikapnya itu termasuk iri hati atau sombong; padahal dirinya mengetahui bahwa kedua sifat itu dimurkai?

Kami berharap mendapatkan jawaban dengan segera dan semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Jawaban:

Saya tidak mengetahui isi hati wanita itu yang menyebabkannya memiliki sifat-sifat seperti itu. Jikah hal itu dilakukannya karena unsur kedengkian, niscaya hal itu diharamkan. Akan tetapi dinamai dengki apabila dirinya mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengkinya dan berusaha mencelakainya, tetapi hal itu tidak tampak padanya.

Kemudian jika hal itu dilakukannya karena takabur dan merasa tidak butuh bantuan orang lain, niscaya hal itu diharamkan. Tetapi takabur yang tercela ditunjukkan dengan sikap menentang kebenaran dan menghinakan orang lain, dan bukan ditunjukkan dengan sikap merasa senang berpakaian yang baik.

Karena sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.

Jika perbuatannya tersebut dilakukan semata-mata karena merasa senang tampil beda dari orang lain dan dikenal dengan symbol-simbol tertentu, maka untuk menetapkan hukum harus dilihat terlebih dahulu sebab-sebab yang melatarbelakanginya. Mungkin saja bahwa hal itu termasuk perilaku yang mengisi hati manusia tanpa memiliki penangkalnya.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Syaikh Ibnu Jibrin, Fatawa al-Mar’ah, hlm. 169-170.[1]

Footnote:

[1] Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 61-62. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online informasi akademik muslim dan edukasi kontra terorisme. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT
- Advertisment -