HomeBuku IlmiahReview Buku Sunnah
Review Buku Sunnah

Review Buku Sunnah

Buku Ilmiah 0 likes 345 views share

Review Buku Sunnah – “Islam adalah Sunnah, Sunnah adalah Islam.”

Review Buku Sunnah: Hendaklah seorang Mukallaf  mengetahui ihwal kewajibannya dalam menuntut ilmu Agama. Sebab menuntut ilmu Agama merupakan sebuah perintah yang datang dari Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan Rasul-Nya Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Seseorang itu harus berniat menuntut ilmu untuk menjalankan perintah Allāh عَزَّ وَجَلَّ, karena memang Allāh عَزَّ وَجَلَّ memerintahkannya.

Allāh عَزَّ وَجَلَّ berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah …” – Q.S. Muhammad [47]: 19.

Dalam ayat ini Allāh عَزَّ وَجَلَّ menganjurkan untuk menuntut ilmu, dan anjuran untuk melakukan sebuah perbuatan berarti perbuatan tersebut dicintai, diridhai dan diperintahkan oleh-Nya.

Allāh عَزَّ وَجَلَّ berfirman,

 وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang).  Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang Agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, agar mereka itu dapat menjaga dirinya.” – Q.S. At-Taubah (Pengampunan) [9]: 122.

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” – Shahih: Ibnu Majah no. 224 (كتاب المقدمة), dari Shahabat Anas bin Malik رضى الله عنه.

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allāh, maka Allāh akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …” – Shahih Muslim nomor 1037 (كتاب الزكاة).

Agar seseorang itu dapat memahami Agama dan meraih ganjaran yang besar di sisi Allāh عَزَّ وَجَلَّ, maka hendaklah dia mengikat diri terhadap kewajibannya dalam Thalibil ‘Ilmi (menuntut ilmu).

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allāh mudahkan jalannya menuju Surga. …” — Sahih (Darussalam): Jami` at-Tirmidzi nomor 2646 (كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎.

Mafhum peredaran ilmu di antara bani Adam (umat manusia) terjadi melalui beberapa jalan, yakni:

  • Melalui lisan (ucapan);
  • Melalui tulisan (kitab/ buku/ buku- buku sunnah);
  • Melalui contoh perbuatan.

Oleh karena itu hendaknya seorang muslim berusaha menimba ilmu dari jalur-jalur yang telah disebutkan di atas disamping rutinitasnya mendatangi majelis ilmu.

Dengan membaca kitab/ buku seseorang itu dapat lebih menyerap materi yang dimuat di dalamnya, sebab ia dapat membaca kembali (mengulang bacaan) materi yang ditulis oleh Ahlul ‘Ilmi yakni ‘ulama dan para ustadz, hingga seorang pelajar itu dapat benar-benar menyerap faedah ‘ilmiyyah yang terkandung di dalamnya.

Akan tetapi hendaklah seorang muslim mengambil ‘Ilm ad-Din (ilmu Agama) dari sumber yang Tsiqah  (kredibel/ terpercaya) membawakan Al-Haq (Kitabullah dan Sunnah Rasul/ Hadits Shahih) yang dipahami sesuai dengan Manhaj (metodologi/ sifat dan cara) para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum/ Salafush Shalih.

Reviewer Buku Sunnah pertama di Indonesia

Menanggapi antusiasme Hijrah kepada Sunnah dan determinasi para pelajar muslim di Indonesia dalam menuntut ilmu agama dari sumber yang Tsiqah ,  maka sejak bulan Sya’ban 1439 H/ Mei 2018 M telah diterbitkan grup WhatsApp “Review Buku Sunnah”  yang dikelola oleh Affan bin Umar:

Dengan bergabung kedalam grup WhatsApp “Review Buku Sunnah”  rekan-rekan pelajar dapat mengetahui buku-buku kajian ilmiah Sunnah tanpa Syak (ragu dan bimbang) dalam memilih buku. Sehingga Mal (harta) yang digunakan dalam memperoleh buku-buku ilmiah benar-benar digunakan dalam Fii Sabilillāh. InsyaAllāhu-Ta’āla, harta tersebut dicatat sebagai harta yang dikorbankan di jalan Allāh عَزَّ وَجَلَّ. Bukan harta yang menyebabkan terjatuhnya seseorang di dalam Syubhat (kerancuan dalam beragama). Sebab pada hakikatnya harta seseorang merupakan milik Allāh عَزَّ وَجَلَّ, maka hendaknya dia menggunakan harta tersebut pada jalan-jalan yang mendatangkan keridhaan-Nya, bukan murka-Nya.

Review buku Sunnah dimaksud dibuat dalam publikasi digital baik tekstual, infografis, maupun audio – visual (video).

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab suci Al-Qur’an;
  • Shahih Muslim;
  • Jami at-Tirmidzi;
  • Sunan Ibnu Majah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer