Ramadhan Kali Ini Titik Awal Saya Istiqamah di Atas Sunnah

Ramadhan Kali Ini Titik Awal Saya Istiqamah di Atas Sunnah
Istiqamah di atas sunnah adalah kewajiban.

Bismillah! Istiqamah di atas sunnah bukanlah pilihan, akan tetapi sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang ingin mengaktualisasi diri terhadap ajaran Nabi.


Dalam kesempatan yang baik ini, yakni pada  hari kedua bulan Ramadhan 1442 H, segenap penulis di TemanShalih.com mengucapkan terima kasih kepada pembaca, baik pembaca yang sudah lama (returning visitors) mau pun yang baru, semoga kita semua dapat istiqamah di atas sunnah.

TemanShalih.Com sejak 2015 M sudah hadir ditengah-tengah pemuda muslim di Indonesia menerbitkan beragam artikel ilmiah menarik. Konten tersebut merupakan intisari dari buku-buku kajian sunnah, baik kitab (buku) terjemah mau pun buku karya asatidz (para ustadz) Salafi di Indonesia.

Baca Juga: Hadits-hadits Penyemangat Puasa

Baca Juga: Kebiasaan Buruk yang Biasa Dilakukan Selama Bulan Ramadhan, Hindari!

Ada pun konten keseluruhan situs web TemanShalih.Com tersusun dalam kategori sebagai berikut:

  1. Akademik: merupakan Rubrik khusus himpunan informasi sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah tinggi Islam di Indonesia dan luar negeri;
  2. Murojaah Online: layanan evaluasi pemahaman materi pelajaran dengan output nilai serta outcome berupa hadiah (lihat pembagiannya di akun instagram @temanshalih);
  3. Hadits: hadits-hadits pendek shahih dikumpulkan dan dapat dibaca matan, transliterasi, terjemah hingga penafsirannya;
  4. Ta’aruf: secara komprehensif membahas seluk beluk ta’aruf. Mulai dari tata cara membuat biodata taaruf atau CV taaruf hingga adab-adab yang harus dikuasai oleh muslim mukallaf sebelum memulai ta’aruf;
  5. Arti Kata: segmen khusus yang memberikan penjelasan arti suatu kata dan makna syar’i dari terminologi (bahasa) Arab. Sehingga dapat lebih mudah dipahami;
  6. Do’a Shahih: kumpulan doa-doa shahih dari Al-Qur’an dan Sunnah;
  7. Syair Arab: melatih kemampuan berbahasa Arab dengan syair-syair Arab yang masyhur (terkenal);
  8. Buku Sunnah Ilmiah: intisari dari buku-buku pelajaran Sunnah yang Shahih, baik buku terjemah mau pun karya asatidz (para ustadz) salafi di Indonesia;
  9. Kaidah Fiqih: kumpulan kaidah-kaidah (asas) hukum dalam Hukum Islam (Islamic Jurisprudence);
  10. Fatwa Ulama: menghimpun fatwa-fatwa ulama: Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, Fatwa al-Lajnah ad-Daimah dan lainnya;
  11. Blog: Konten blog dalam website TemanShalih.Com ditulis oleh Authors. Ditulis dalam tata bahasa yang santai akan tetapi tetap diikat dengan kaidah-kaidah ilmiah. (Jika Anda memiliki hobi gemar membaca dan menulis, bergabunglah bersama tim TemanShalih.Com untuk mengisi konten blog);
  12. Opini;
  13. Jihad fi Sabilillah: edukasi kontraterorisme; dan
  14. Teknologi: raangkuman berita kemutakhiran teknologi dan peradaban kaum Muslimin dipenjuru dunia.

Menyambung kembali judul di atas yakni, “Ramadhan Kali Ini Titik Awal Saya Istiqamah di Atas Sunnah“. Berikut ini ulasannya.

1. Belajar Sunnah Hukumnya Wajib

Semoga Ramadhan tahun ini dan hari-hari sesudahnya menjadi titik awal produktivitas pemuda muslim di dunia ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang agama. Hal itu merupakan modal awal untuk istiqamah di atas sunnah.

Ketahuilah, kalau pemuda muslim meninggalkan tempat dalam menuntut ilmu agama, maka tempat yang kosong itu akan diisi oleh musuh-musuh Islam untuk merusak agama, merusak sunnah dari dalam.

ash-Shadiqul Masduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya) Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْحِ أَمرُنَا فَحُوَ رَدُّ

Dari ‘Aisyah (رضي الله عنها) berkata: “Rasulullāh (‎صلى الله عليه وسلم) bersabda: ‘Barang siapa yang melakukan sebuah amal perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami maka amal perbuatan itu raddu (tertolak!)’.” – Shahih Muslim nomor 1718 (كتاب الأقضية), al-Qowa’id al-Fiqhiyyah. II/26.

Oleh karena itu, hendaklah kita mengaktualisasi diri  terhadap perintah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam nabiyurrahmah, nabiyut-taubat sebagaimana sabda beliau dalam hadits pendek tentang menuntut ilmu agama dan mengejar ganjarannya berikut ini,

‎مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Terjemah: “Barang siapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allāh memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” – Hadits Shahih: Jami` at-Tirmidzi 2646 (كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), lihat juga Sunan Abi Dawud nomor 3641, 3643 (كتاب العلم).

Hukum menuntut ilmu agama adalah wajib, sebagaimana jelas diperintah oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Terjemah: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” – Hadits Shahih: Ibnu Majah nomor 224 (كتاب المقدمة), dari Shahabat Anas bin Malik رضى الله عنه.

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim terlebih jika dirinya adalah seorang mukallaf, jika mengutip perkataan ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam salah satu kajian ilmiahnya, beliau berkata bahwa menurut ilmu itu sampai mati.

Benar demikian, karena menurut ilmu agama itu tidak akan membuat memori otak jadi penuh atau pun jumud. Dengan menuntut ilmu agama, seseorang itu akan mengtahui dan mengerti serta menyadari, bahwa telah banyak hal yang selama ini ditinggalkan (atau selama ini telah sibuk dengan mengerjakan hal-hal harom atau dilarang oleh agama).

Menuntut ilmu agama akan membuat seorang tholabul ilmi (pelajar) menjadi semakin haus untuk mengetahui lebih banyak. Sebab hal itu sejalan dengan kaidah yang dikenal dalam ajaran Islam. Menurut ilmu merupakan salah satu bentuk amal soleh, dan amal shalih ini sifatnya seperti gerbang yang membuka pintu-pintu amal shalih yang lainnya jika dikerjakan secara istiqamah.

2. Wajib Istiqamah di Atas Sunnah, Istiqamah Dalam Amal Shalih

Istiqamah adalah perintah Allah ‘Azza Wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Terjemah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut (al-Khauf) dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (nama surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” – Q.S. Fushilat [41]: 30.

Perintah untuk istiqamah juga datang dari Rasul. Dari Sufyan bin Abdillah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Terjemah: Aku berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, sampaikanlah kepadaku satu perkataan yang aku tidak akan bertanya lagi setelahnya kepada selainmu.” Rasulullah bersabda: “Katakanlah ‘amantu billaah’ (aku beriman kepada Allah) kemudian istiqamah-lah.” – H.R. Muslim

Oleh sebab itu semoga pemuda muslim di Indonesia yang hidup di kurun waktu sekarang yakni 1442 Hijriah atau di tahun 2021 M, dapat kembali menyadari arti penting dirinya dalam kehidupan. Tidak lain untuk beribadah kepada Allah dalam arti umum dan khusus serta hidup sesuai pedoman Sunnah yang shahih.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Terjemah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” – Q.S. Adz Dzariyat [51]: 56.

Hendaklah menyibukkan diri dengan hidup sesuai ajaran sunnah, dan tidak perlu tertipu dengan tipu dunia.

Tipu dunia pada qurun waktu sebelumnya bisa jadi tentang memperluas wilayah kerajaan,  membentuk negara-negara baru, dan seterusnya. Namun bentuk tipu dunia qurun (diwaktu) kita sekarang ini adalah mengejar popularitas, mencari perhatian kaum manusia.

Sudah terbukti banyak pemuda muslim yang mengejar ketenaran (popularitas) tanpa diikuti dengan kualitas. Padahal, sebagaimana telah disebutkan tadi bahwa tujuan utama diciptakannya manusia bukanlah untuk mengejar popularitas, melainkan untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, sebagaimana firman Allah tersebut di atas.

Demikian pengingat ini ditulis terutama untuk kami para penyusun konten TemanShalih.Com, dan teman-teman muslim pada umumnya.

Semoga bermanfaat, allahu ta’aala a’lam bish-shawwab. Barakallahufikum, Jazakumullahu khairan.


Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.
Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih dan Roadio.ID

Intania

Penulis artikel: Intan Sri Utami, S.E. Lulusan S1 Akuntansi - STIE Muhammadiyah Jakarta 2017

Tinggalkan Balasan