Buku Rahasia Dibalik Berbakti Kepada Kedua Orangtua

Buku Rahasia Dibalik Berbakti Kepada Kedua Orangtua: Dalam kutaib (buku kecil) ini”[1], Dr. Khalid bin Abdurrahman asy-Syayi menuturkan bahwa,

Ini adalah kumpulan hadits, perkataan dan fatwa para ‘Ulama besar dalam menjelaskan wajibnya berbakti dan taat kepada kedua orangtua.

Serta memperingatkan dari mendurhakai keduanya dan mengingkari jasa baik mereka.

Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) berfirman,

  ‎وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ‎وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Terjemah,

Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepadamu agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, ‘Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya mendidikku diwaktu kecil’. – QS. Al-Israa’ (Memperjalankan di Malam Hari) [17]: 23-24.”[2]

Tafsir,

Wahai manusia, Rabb-mu memerintahkan, mengharuskan, dan mewajibkanmu menauhidkan-Nya عزَ وجل dalam beribadah, juga memerintahkan berbuat baik kepada ayah dan ibu, terutama di saat tua, artinya jangan mengeluh atau merasa keberatan sedikit pun terhadap sesuatu yang kaulihat pada salah satu atau keduanya; jangan mengucapkan perkataan yang terdengar buruk di telinga keduanya, bahkan sekadar ucapan, “Cih…” yang merupakan seringan-ringan ucapan buruk dan jangan sampai melakukan perbuatan buruk kepada keduanya, tetapi bersikaplah sopan dan ucapkanlah selalu ucapan yang lembut kepada keduanya.

Bersikaplah rendah hati kepada ibu dan ayahmu sebagai bukti kasih sayangmu kepada keduanya. Mohonlah kepada Rabb-mu agar menyayangi keduanya dengan kasih sayang-Nya yang luas, baik ketika mereka berdua masih hidup maupun setelah meninggal dunia, sebagaimana mereka bersabar mendidikmu saat masih kecil yang lemah daya dan kekuatannya.”[3]

[ads script=”3″ ]

rahasia dibalik berbakti kepada orangtua
Buku saku: Rahasia Dibalik Berbakti Kepada Kedua Orangtua.

Dalam buku Rahasia Dibalik Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, pada halaman 7 hingga 8 , dituturkan bahwa, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله juga berkata, Sesungguhnya hak kedua orangtua yang harus kamu tunaikan adalah hendaknya engkau berbakti kepada mereka, hal itu dengan berbuat baik kepada mereka.

Melalui perkataan dan perbuatan, dengan harta dan fisik, menaati perintah mereka selama bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan bukan perkara yang di dalamnya terkandung kemudharatan atasmu.

Engkau melembutkan perkataan kepada mereka, menampakkan wajah cerah di hadapan mereka, melayani mereka menurut standar kepatutan bagi mereka, tidak berkeluh kesah kepada mereka saat mereka berusia lanjut — atau saat sakit — atau saat lemah, dan kamu tidak merasa terbebani oleh mereka.

Karena engkau pun akan mencapai usia lanjut di sisi anak-anakmu (dalam tanggungan mereka) — bila Allāh عَزَّ وَجَلَّ menakdirkan umur panjang bagimu —, sebagaimana mereka telah mencapai usia lanjut di sisimu (menjadi tanggunganmu).

Suatu saat engkau akan membutuhkan bakti dari anak-anakmu sebagaimana kedua orangtuamu saat ini memerlukan baktimu. Bila engkau telah berbakti kepada keduanya, maka berbahagialah dengan pahala besar dan balasan semisal.

Barangsiapa berbakti kepada kedua orangtuanya, maka anak-anaknya akan berbakti kepadanya. Demikian juga barangsiapa mendurhakai bapak ibunya, maka anak-anaknya akan mendurhakainya.

buku rahasia dibalik berbakti kepada kedua orangtua
Bukankah Allah عزَ وجل Maha Adil?

Balasan dari suatu amal adalah sejenis dengan amal itu sendiri, sebagaimana engkau berbuat, seperti itu pula engkau akan dibalas. Dalam kitab/ buku yang lain, Dzamm Al Hawa[4], karya Ibnul Jauzy disebutkan kaidah yang senada dengannya yakni,

Orang yang paling terhormat adalah orang yang tidak melakukan sebuah sebab, sampai dia mempertimbangkan terlebih dahulu akibat yang muncul.

Artikel ini: [tooltip data=”temanshalih.com tidak berafiliasi dengan para pihak yang disebut, kami tidak memperoleh keuntungan atas konten yang dimuat dalam artikel ini. Berita dan-atau kabar yang saudara baca asli tanpa i’tiqad melebihkan dan-atau mengurangi. Hal itu juga berarti kami tidak melayani sesi tanya jawab. Sementara itu, halaman ini mungkin menampilkan iklan. Akan tetapi tidak ada afiliasi antara penayang iklan, pengiklan, serta para pihak yang disebut di dalamnya. Jazakumullah Khairan.” position=”top”] 100% Affiliate Free![/tooltip]

Footnote:

[1] Dr. Khalid bin Abdurrahman asy-Syayi’, Rahasia Dibalik Berbakti Kepada Kedua Orangtua, (Jakarta: Darul Haq, Cetakan II, 1438 H/ 2016 M), hal. 7 s.d. 9. Edisi terjemah bahasa Indonesia dari judul asli: Wujub Birr al-Walidain.

[2] Kitab suci Al-Qur’an, Surat Al-Israa’, ayat nomor 23 s.d. 24.

[3] Tim Ulama Mushaf Syarif Mujamak Malik Fahd, Terjemah At-Tafsir Al-Muyassar, (Surakarta: YSPII & Al-Qowam Group, 1437 H/ 2016 M), hal. 284.  Edisi terjemah dari judul asli: At-Tafsirul Muyassaru (Mushaf al-Madinah an-Nabawiah).

[4] Ibnul Jauzy, Belenggu Nafsu – Kiat-Kiat Jitu Membebaskan Diri Dari Syahwat, (Jakarta: Pustaka Azzam, 1435 H/ 2014 M) hal. 31. Kitab terjemah dari judul asli: Dzamm Al Hawa (Celaan Terhadap Hawa Nafsu).

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

teman shalih

teman shalih

Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Juni 2016. Semula berkembang di Pontianak, Kaliamantan Barat. Kini telah berpindah home-base ke Bogor, Jawa Barat. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten: Hadits Pendek, Arti Kata, Fatwa Ulama, Murojaah Online, Doa Shahih, Syair Arab, Informasi Akademik & Beasiswa, Kaidah Fiqih.