Categories
Arti Kata Intisari Cahaya Ilmu

Qadarullah: Arti yang Shahih

Lengkapnya Qadarullah Wama Sya’a Fa’al. Tulisan Arab: قدر الله وما شاء فعل memiliki arti: “Ini adalah takdir Allāh, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.”

Lengkapnya Qadarullah Wama Sya’a Fa’al. Tulisan Arab: قدر الله وما شاء فعل memiliki arti: “Ini adalah takdir Allāh, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.”

Seorang muslim wajib beriman kepada qadar, agar dia dapat merasakan nikmatnya iman. Selain itu, amal seseorang itu akan sia-sia apabila tidak beriman kepada qadar.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam menyatakan berlepas diri dari orang yang tidak beriman kepada qadar. Sebab bimbingan yang diberikan Rasulullah ketika menjumpai suatu kegagalan atau mendapat suatu musibah, yaitu supaya mengucapkan perkataan yang baik dan bersabar serta mengimani bahwa apa yang terjadi adalah takdir Allah (Qadarullah). Sebagaimana dalil berikut ini:

Ibnu ‘Umar berkata, “Demi Allah yang jiwa Ibnu ‘Umar berada di Tangan-Nya! Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sbelum dia beriman kepada qadar.”

Kemudian Ibnu ‘Umar berdalil dengan sabda Nabi shalallaahu-‘alayhi-wa-sallam,

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Terjemah hadits:
“Iman yaitu: Hendaklah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir dan beriman kepada qadar baik dan buruk.” – Hadits Shahih (Al-Albani): Shahih Muslim nomor 8 (كتاب الإيمان), Sunan Abi Dawud nomor 4695 (كتاب السنة), Sunan an-Nasa’i nomor 4990 (كتاب الإيمان وشرائعه), Sunan Ibnu Majah nomor 63, Jami at-Tirmidzi nomor 2610 (كتاب الإيمان عن رسول الله صلى الله عليه وسلم).

Diriwayatkan oleh Ibnu Wahb, “Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

فَمَنْ لَمْ يُؤْمِنُ بِالْقَدْر خَيرِهِ وَشَرِهِ أَحْرَقَهُ اللهُ بِالنَّار

Terjemah hadits:
“Maka barangsiapa yang tidak beriman kepada qadar baik dan buruk, Allah pasti akan membakarnya dengan api Neraka.”

Jelang 1 Ramadhan 1441 H (April 2020 M): Jangan Sampai Salah Baca, Ketahuilah Doa Lailatul Qadar yang Shahih.

Apa Arti Qadarullah yang Shahih?

Qodarullah wa Maa Sya’a Fa’al atau tulisan arabnya قدر الله وما شاء فعل. Memiliki arti, “Ini adalah takdir Allāh, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.”

Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ
وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا ‏.‏
وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Terjemah hadits:

Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan ada yang baik dalam diri setiap orang. Hendaklah engkau bersemangat terhadap apa yang bermanfaat (untuk akhirat) bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah lemah, dan jika sesuatu (kesulitan) datang kepadamu, maka janganlah engkau mengatakan: “Jika (/seandainya) aku melakukan, niscaya terjadi begini dan begitu.” Tetapi katakanlah, “Qadarullah (Ini adalah takdir Allah), dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.” Sesungguhnya, kata ‘jika (/seandainya)’ akan membuka (pintu) untuk syaithan (/akan membuka perbuatan syaithan).” – Sahih Muslim, nomor 2664 (كتاب القدر).

Kapan Qodarullah Diucapkan?

Kapan mengucapkan kata Qodarullah? Perkataan tersebut diucapkan untuk hal-hal yang telah terjadi.

Misal seseorang itu gagal melanjutkan prosesi taaruf ke tahap khitbah dan nikah (karena suatu alasan, bisa jadi terdapat karakter yang tercela pada diri pasangan taaruf, atau alasan-alasan syar’i dalam menolak/ mengakhiri ta’aruf).

Jelang 1 Ramadhan 1441 H (April 2020 M), Sambut Lailatul Qadar: Jangan Sampai Salah Baca, Ketahuilah Doa Lailatul Qadar yang Shahih.

Maka dalam keadaan seperti ini, hendaklah dirinya mengatakan Qadarullah serta tidak perlu merasa sakit hati.

Berikut ini adalah penjelasan penggunaan kata qodarullah oleh ustadz Dr. Syafiq Risa Basalamah, M.A.

Salah satu cara mengobati sakit hati adalah dengan menerima takdir Allah ‘Azza Wa Jalla. Kenapa banyak orang stress? Itu sakit hati, karena tidak menerima takdir. Penyakit itu jangan dipelihara. Tapi ada orang yang sakit hati yang dipelihara, sehingga dia jadi depresi. Salah satu obatnya adalah dengan mengucapkan Qodarullah Wa Ma Sya’a Fa’al.

Hindari Ucapan Jahiliyah

Dengan demikian, seorang muslim itu tidak lagi terikat dengan budaya jahiliyah dengan berkata, “Kebetulan saja kita bertemu, jadilah kita dapat (begini-begitu)”, atau tenggelam menghabiskan waktu dalam berandai-andai.

Berandai-andai untuk masa yang telah terjadi tidaklah dibenarkan, dan hendaklah seorang muslim tidak berlarut lama dalam kesedihan dan tidak pula banyak berkata “Seandainya aku melakukan ini, niscaya begitu …” terhadap suatu perkara yang sudah terjadi.

Sungguh perkataan “Seandainya …” adalah pintu masuk bagi syaithan untuk menjerumuskan seseorang kedalam jalan-jalan yang dimurkai Allah ‘Azza Wa Jalla. Hendaklah menggantinya dengan perkataan “Qodarullah Wa Ma Sya’a Fa’al.” Sebagaimana dalil hadits-nya telah dijelaskan di atas.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab suci Al-Qur’an;
  • Shahih Muslim kitab Al-Qadr;
  • Abu Isa Abdullah bin Salam, “Jalan Keselamatan dan Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat“;
  • Tim Ulama Mushaf Syarif Mujamak Malik Fahd. 1437 H/ 2016 M. Terjemah At-Tafsir Al-Muyassar. Surakarta: YSPII & Al-Qowam Group. – Kitab terjemah dari judul asli: At-Tafsirul Muyassaru (mushaf al-Madinah an-Nabawiah).

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer

2 replies on “Qadarullah: Arti yang Shahih”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.