HomeAkademikPondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo Terakreditasi Universitas Islam Madinah
Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo

Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo Terakreditasi Universitas Islam Madinah

Akademik Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 3 likes 358 views share

Akhir bulan ini, lebih tepatnya hari Sabtu 11 Rabi’uts Tsani 1439 H (bertepatan dengan 30 Desember 2017), Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo mulai membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) untuk gelombang yang pertama. Selama sebulan, hingga akhir Januari tahun depan.

Kami bukan yang pertama, karena beberapa Pondok Pesantren telah lebih dahulu membuka Pendaftaran Santri Baru.

Lalu, apa hubungannya antara penerimaan santri baru dengan foto Al Ustadz Aunur Rofiq Ghufron (ketika Kajian Khushus Pegawai di madrasah kami)?

Banyak dan ini penting, mendasar dan harus diulang-ulang untuk mengingatkannya.

Dalam daurah kemarin, di antara yang beliau sampaikan adalah masalah niat dan agar kita senantiasa menjaga niat. Niat yang ikhlas, tak akan membuahkan hasil, selain ganjaran dan kebaikan yang banyak dari Allah Ta’ala.

Tak hanya para ustadz, staff dan pegawai yang harus diingatkan tentang masalah ini. Bahkan beliau mengatakan (secara makna):

“Ingatkanlah selalu kepada orang tua/ wali santri ketika mendaftarkan anak-anaknya ke Pesantren ini. Jangan melulu, agar nanti diterima di Universitas Islam Madinah (UIM), atau tujuan dunia lainnya.

Alhamdulillah, Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo dan juga Pondok Al Furqon telah mendapatkan mu’addalah (akreditasi) dari Universitas Islam Madinah. Dan ini adalah bagian dari karunia Allah.

Tetapi, tentu bukan itu yang kita iming-imingkan kepada para orang tua. Justru, sejak awal seharusnya kita ingatkan kepada mereka, bahwa tujuan utama memondokkam putra putrinya adalah dalam rangka mencari ilmu agama, sehingga terangkatlah kebodohan pada mereka. Agar kelak mereka menjadi anak-anak yang shalih.

Sekali lagi, agar mereka terhindar dari tujuan dunia yang hina.

Jika sudah demikian, InsyaAllah, semuanya akan mendapat ganjaran dan nilai yang baik di sisi Allah. Mereka keluar biaya yang banyak, bisa menjadi amal.

Agar mereka tak merugi dannkecewa pada akhirnya.”

Begitu kira-kira secara makna. Dalam, sangat dalam.

Betapa ternyata, selama ini banyak hal yang kita lupa. Betapa ternyata, kita masih senantiasa membutuhkan petuah agung dari para orang tua kita. Betapa ternyata, kita masih menjadikan dunia sebagai ukuran. Padahal, niat yang ikhlas akan membuat segala sesuatu menjadi istimewa.

Benar. Sebagaimana perkataan Sufyan Ats Tsauri rahimahullah,

“Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.”

Beliau, Al Ustadz Aunur Rofiq Ghufron hafizhahullah. Orang tua dan guru kita.


Lihat: Daftar lengkap sekolah Indonesia yang memperoleh Akreditasi UIM (Universitas Islam Madinah)

Artikel ini: 100% Affiliate Free!


Website:

Dinukil dari:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer