Mujahidah: Jihad Bagi Perempuan

jihad, jihad bagi perempuan

Bagi kaum perempuan, tidak ada jihad perang (Jihad Qital). Jihad bagi mereka adalah haji dan umrah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha ketika ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ.

Dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha berkata,

Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah ! Bolehkah kami bergabung dalam jihad bersamamu? Beliau menjawab,

‏ لَكُنَّ أَحْسَنُ الْجِهَادِ وَأَجْمَلُهُ الْحَجُّ، حَجٌّ مَبْرُورٌ ‏

‘Yang terbaik dan Jihad yang paling utama (bagi perempuan) adalah Haji, haji yang mabrur’.” ~Shahih al-Bukhari no. 1861 (كتاب جزاء الصيد)

Dari ‘Aisyah Radhiy-Allaahu-‘Anha berkata,

Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah! kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhal’, Apakah berarti kami harus berjihad?’ Rasulullah berkata,

‏ “‏ لاَ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ ‏”‏‏.

‘Tidak, Jihad yang terbaik / utama / afdhal (bagi perempuan) adalah Haji yang Mabrur’.” ~Shahih al-Bukhari no. 1520 kitab al-Hajj (كتاب الحج)

Dalam riwayat lain,

Wahai Rasulullah, apakah atas wanita itu ada jihad?” Beliau menjawab, “Benar, Bagi mereka ada jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan ‘umrah.~Ibnu Mahajah no. 2901

Riwayat di atas menegaskan bahwa wanita tidak diwajibkan berjihad, pahala laki-laki yang berjihad di jalan Allah senilai dengan jihadnya kaum wanita, yaitu haji dan umrah, karena wanita diperintahkan menutup aurat dan berdiam di rumah, sedangkan jihad qital (berperang dengan senjata) bertentangan dengan itu, karena harus berbaur dengan lainnya, perang tanding dan berteriak-teriak. Namun bukan berarti tidak boleh bagi mereka untuk keluar berjihad karena tidak ada dalil yang menyatakan hal tersebut. Imam al-Bukhari membuat satu bab dalam bukunya dengan judul, “Ikut Serta Wanita Berjihad, Berperang dan lainnya.”

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Anas,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ، اتَّخَذَتْ يَوْمَ حُنَيْنٍ خِنْجَرًا فَكَانَ مَعَهَا فَرَآهَا أَبُو طَلْحَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ أُمُّ سُلَيْمٍ مَعَهَا خَنْجَرٌ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ مَا هَذَا الْخَنْجَرُ ‏”‏ ‏.‏ قَالَتِ اتَّخَذْتُهُ إِنْ دَنَا مِنِّي أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ بَقَرْتُ بِهِ بَطْنَهُ ‏.‏ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَضْحَكُ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْتُلْ مَنْ بَعْدَنَا مِنَ الطُّلَقَاءِ انْهَزَمُوا بِكَ ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ إِنَّ اللَّهَ قَدْ كَفَى وَأَحْسَنَ ‏”‏ ‏.‏ وَحَدَّثَنِيهِ مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا بَهْزٌ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ، عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، فِي قِصَّةِ أُمِّ سُلَيْمٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِثْلَ حَدِيثِ ثَابِتٍ ‏.‏

~Shahih Muslim no. 1809 (كتاب الجهاد والسير/باب غَزْوَةِ النِّسَاءِ مَعَ الرِّجَالِ)

Hal ini menunjukkan boleh bagi wanita ikut berperang, walaupun dalam hadits itu tidak menunjukkan bahwa ia tidak membunuh. Namun berarti demi mempertahankan diri, bukan pula dia menemui musuh dengan ikut kedalam kancah pertempuran dan melakukan perang tanding.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَغْزُو بِأُمِّ سُلَيْمٍ وَنِسْوَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ مَعَهُ إِذَا غَزَا فَيَسْقِينَ الْمَاءَ وَيُدَاوِينَ الْجَرْحَى ‏.‏

Dalam riwayat yang lainnya disebutkan bahwa jihadnya kaum wanita bila ikut berperang adalah menyediakan persediaan air, mengobati atau memberikan pertolongan kepada yang terluka. ~Shahih Muslim no. 1810  (كتاب الجهاد والسير/باب غَزْوَةِ النِّسَاءِ مَعَ الرِّجَالِ)

Maraaji’ (Senarai Pustaka):
[1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullah. 1432 H. Kedudukan Jihad Dalam Syari’at Islam. Bogor: Pustaka At-Taqwa.
[2] Shahih al-Bukhari.
[3] Shahih Muslim.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

teman shalih

teman shalih

Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Juni 2016. Semula berkembang di Pontianak, Kaliamantan Barat. Kini telah berpindah home-base ke Bogor, Jawa Barat. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten: Hadits Pendek, Arti Kata, Fatwa Ulama, Murojaah Online, Doa Shahih, Syair Arab, Informasi Akademik & Beasiswa, Kaidah Fiqih.