HomeKabarMilisi Syi’ah Houthi Menyerang Kota Suci Makkah dengan Rudal Balistik

Milisi Syi’ah Houthi Menyerang Kota Suci Makkah dengan Rudal Balistik

Kabar Negeri Jauh 0 likes 565 views share

RIYADH: Rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Syi’ah Houthi menargetkan kota suci Makkah pada hari Kamis 26 Muharram 1438 H (27/10/’16) membangkitkan kecaman di seluruh dunia pada hari Jumat dari para duta besar luar negeri di Riyadh – Kingdom of Saudi Arabia, KSA (Kerajaan Arab Saudi), para pemimpin dunia termasuk organisasi-organisasi internasional beserta masyarakat Saudi dengan tegas menyatakan peristiwa itu sebagai “Tindakan Keji.”

Rudal itu berhasil dicegat pasukan pertahanan Saudi Arabia ( قوات الـدفاع الـجوي الـملكية الـسعوديةThe Royal Saudi Air Defence – RSADF) dan jatuh 65 km dari kota suci Makkah.

Duta Besar Pakistan untuk Kerajaan Arab Saudi, Manzoor Ul Haq, mengatakan, “Berita tentang serangan rudal menargetkan kota suci mengejutkan bagi setiap Muslim. Kami sangat mengutuk serangan apapun terhadap Makkah atau bagian lain dari wilayah Kerajaan.

Duta Besar Turki, Yunis Demirer, mengatakan, “Kami sangat mengutuk peluncuran rudal oleh milisi (syiah) Houthi menuju Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam! Kami lega dengan fakta bahwa kekuatan pertahanan Saudi mampu mencegat dan menghancurkan rudal.” Ia menambahkan, “Kementerian Luar Negeri kami juga mengeluarkan pernyataan terpisah mengutuk serangan ini.

Duta Besar Bangladesh, Golam Moshi, mengatakan bahwa negaranya mengutuk keras tindakan keji milisi Syi’ah Huthi, “Ini bukan serangan terhadap Arab Saudi melainkan sebuah agresi yang disengaja terhadap Islam!

“… Bangladesh siap mengirim pasukan untuk melindungi kota suci Makkah dan Madinah!” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan serangan itu tidak hanya melanggar kesepakatan damai tetapi juga dengan sengaja menargetkan Makkah, di mana umat Islam dari seluruh penjuru dunia datang untuk menyelenggarakan Ibadah Haji.
Juru bicara koalisi negara-negara semenanjung Arab, Brig. Jenderal Ahmed Al-Assiri mengatakan, “Menargetkan serangan kepada tempat tersuci di muka bumi dengan rudal balistik tadi malam mengungkapkan slogan palsu milisi (syi’ah) Houthi.”

Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Sekretaris Jenderal Abdullatif Al-Zayani, menyatakan kecaman keras atas serangan itu.

GCC menganggap serangan brutal yang melanggar kesucian negeri ini, merupakan provokasi bagi umat Islam. Ini menunjukkan ketidakpedulian Houthi terhadap tempat-tempat suci Islam.” Ucap Al-Zayani dalam sebuah pernyataan.

Ahmed Aboul Gheit, sekretaris jenderal Liga Arab, mengatakan bahwa serangan itu merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima atas kemuliaan Tanah Suci. Dalam sebuah pernyataan, Aboul Gheit mengatakan ini adalah eskalasi serius yang dinampakkan oleh Milisi Syi’ah Houthi.

Menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran berat atas kesucian tanah Haram, Juru bicara Dewan Syura (Majlis al-Shūra al-Saʿūdiyy/ مجلس الشورى السعودي), Abdullah Al-Asheikh, mengatakan itu adalah serangan terang-terangan didukung oleh agen-agen rezim syi’ah Iran di Yaman. Al-Asheikh menjanjikan dukungan dewan untuk semua langkah yang diambil oleh pemerintah Saudi untuk melindungi kedaulatan, keamanan dan stabilitas negara.

Liga Dunia Muslim mengatakan, serangan itu telah melanggar kesucian tempat suci dan juga melukai perasaan umat Islam dunia.

Menteri Luar Negeri United Arab Emirates – UAE, Abdullah bin Zayed, mengatakan, “Rezim (syi’ah) Iran mendukung kelompok teroris (Milisi Syi’ah Houthi) yang menargetkan kota suci Makkah. …”
Menteri Luar Negeri Bahrain, Khaled bin Ahmed Al-Khalifa, mengatakan,Menargetkan serangan terhadap Makkah tidak hanya melanggar semua perjanjian internasional, tapi itu merupakan kejahatan terbesar yang pernah terjadi.”

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, “Ini adalah agresi yang keterlaluan terhadap kesucian tempat suci Islam dan provokasi untuk jutaan umat Islam di seluruh dunia.”

Doha menegaskan kembali dukungannya untuk upaya Saudi yang tanpa henti demi memastikan keamanan dan stabilitas regional dan upaya untuk mencapai perdamaian di Yaman.

Mesir menggambarkan serangan itu sebagai, “Perkembangan yang berbahaya yang menargetkan orang-orang yang tidak bersalah yang datang untuk menyelenggarakan ibadah haji.

(ARAB NEWS | TEMANSHALIH)