HomeIntisari Cahaya IlmuUntukmu Yang Masih Meninggalkan Shalat
malas shalat, meninggalkan shalat, shalat

Untukmu Yang Masih Meninggalkan Shalat

Intisari Cahaya Ilmu Nasihat 0 0 likes share

Baik buruknya kehidupan seseorang di akhirat akan dilihat dari bagaimana ia melaksanakan amalan utama, sebaik-baik amal shalih yakni Shalat. Jangan terjebak dalam kebaikan semu, yakni berbuat ihsan/ berbuat baik kepada banyak manusia namun meninggalkan Shalat yang 5 (lima) waktu. Sebab, sebaik-baik amal shalih adalah Shalat.

Seorang muslim perlu menyadari bahwa [1] Dasar hukum berbuat ihsan adalah Mubah, yakni diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan Kitabullah & As-Sunnah Ash-Shahihah. [2] Dasar hukum Shalat yang 5 (lima) waktu adalah Fardhu ‘Ain, yakni mutlak berdosa apabila seorang Muslim meninggalkannya, kecuali wanita haid dan nifas.

Allah ﷻ  berfirman,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

… Dan dirikanlah shalat. …- Q.S. Al-‘Ankabut (Laba-laba) [29]: 45

Diketahui bahwa asal hukum Perintah adalah menunjukkan kepada Kewajiban.

Allah ﷻ berfirman,

قُل لِّعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ

Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, ‘Hendaklah mereka melaksanakan shalat, …’- Q.S. Ibrahim (Ibrahim) [14]: 31

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

… Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.- Q.S. An-Nisa’ (Wanita) [4]: 103

Mengapa ada di antara Muslim yang (masih) meninggalkan Shalat? Sebab [1] sebagian dari qalbu/hati mereka telah termakan virus Wahn/Mencintai Dunia semata, [2] tidak berkeinginan besar atas imbalan pahala amal shalih, [3] tidak mengetahui konsekuensi dosa & adzab (kubur & neraka) dari perbuatan maksiyat (dalam hal ini meninggalkan Shalat), [4] tidak sungguh-sungguh mencintai Allah & Rasul-Nya.

Lihatlah bagaimana Rasulullah ﷺ berusaha untuk tetap mendirikan shalat walaupun usianya sudah lanjut,

أُمُّ قَيْسٍ بِنْتُ مِحْصَنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا أَسَنَّ وَحَمَلَ اللَّحْمَ اتَّخَذَ عَمُودًا فِي مُصَلاَّهُ يَعْتَمِدُ عَلَيْهِ

Dari Ummu Qais binti Mihshan Radhiy-Allaahu-Ta’aala-‘Anha bahwa Rasulullah ﷺ ketika usia beliau bertambah tua dan badannya menjadi gemuk, beliau memasang tiang di tempat shalatnya, sebagai sandaran beliau ketika shalat.- Hadits Shahih: Riwayat Abu Dawud no. 948 kitab As-Shalah

Tidaklah kestabilan/keteraturan dalam kehidupan dunia akan diperoleh kecuali seseorang mendirikan Shalat setelah ia (mengaku) beriman kepada Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) & Rasul-Nya ﷺ. Sebab shalat adalah pembeda antara orang-orang Muslim dengan orang-orang kafir (Yahuud wa Nashara wa Majuusy).

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[1] Kitab Suci Al-Qur’an
[2] Ahmad Zainuddin, LC. 1346 H. Untukmu Yang Masih Meninggalkan Shalat. Jakarta: Naashirussunnah.
[3] Yazid Bin Abdul Qadir Jawaz hafizhahullaah. 1436 H. Sifat Wudhu & Shalat Nabi ﷺ  Jakarta: Pustaka

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

1,487 total views, 5 views today