HomeIntisari Cahaya IlmuFatwa Syaikh 'UtsaiminHukum Melukis Makhluk Hidup Bernyawa
Melukis Makhluk Hidup Bernyawa

Hukum Melukis Makhluk Hidup Bernyawa

Fatwa Syaikh 'Utsaimin Fatwa Ulama Intisari Cahaya Ilmu 0 0 likes share

Fatwa Syaikh al-‘Utsaimin mengenai Melukis Makhluk Bernyawa

Pertanyaan:

Dibeberapa sekolah, sebagian pelajar diminta untuk menggambar makhluk hidup bernyawa, atau mereka diberi gambar yang belum lengkap, kemudian mereka diperintah untuk melengkapi gambar tersebut.

Kadang-kadang mereka diminta untuk menggunting gambar untuk ditempelkan di atas kertas, dan terkadang pula mereka diberi gambar dan diminta agar mewarnai gambar tersebut.

Apa pendapat anda (syaikh) dalam hal ini?

Semoga Allah menjaga dan memelihara anda.

Jawaban:

Saya berpendapat bahwa perbuatan demikian hukumnya haram dan wajib untuk melarangnya.

Para penanggungjawab masalah pendidikan hendaklah menunaikan kewajiban mereka, dalam hal ini dengan melarang para pendidiknya berbuat demikian. Jika mereka bermaksud hendak menguji dan mengasah kecerdasan para peserta didik, sedapat mungkin mereka memerintahkan anak didiknya untuk membuat gambar yang tidak bernyawa, seperti mobil, pohon, atau benda-benda lainnya yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kemampuan mereka.

Karena menguji kemampuan dengan memerintah anak didik untuk menggambar makhluk hidup bernyawa merupakan sarana bagi syaithan untuk menyesatkan manusia.

Jika tidak demikian, maka tidak ada perbedaan antara membuat gambar pohon, mobil, benteng dengan membuat gambar manusia atau makhluk bernyawa lainnya.

Maka saya berpendapat bahwa wajib para penanggung jawab pendidikan untuk melarang para pendidik (guru) menguji dan mengasah kemampuan murid-muridnya dengan menggambar makhluk bernyawa. Jika mereka diharuskan menguji dan mengasah kemampuan anak didik dengan gambar makhluk bernyawa, maka hendaklah mereka menyuruh anak didiknya untuk menggambar hewan atau makhluk bernyawa tanpa kepala (yang tidak sempurna wujud dan bentuknya).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Fatawa al-‘Aqidah, hlm. 686-687.

Dinukil dari: Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 98-99. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

178 total views, 3 views today