HomeArti KataMakna Akal Sehat
Fitrah akal sehat

Makna Akal Sehat

Arti Kata 0 likes 142 views share

Hadits 1:

‎لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allāh, sesungguhnya ketaatan hanya dalam perkara yang ma’ruf.” – Shahih al-Albani: Sunan Abi Dawud nomor 2625, Sahih al-Bukhari nomor 7257, Sahih Muslim nomor 1840, Sunan an-Nasa’i nomor 4205.

Hadits 2:

‎لَا طَاعَةَ لِأَحَدٍ فِيْ مَعْصِيَةِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَلَ

“Tidak boleh taat kepada seorang pun dalam berbuat maksiat kepada Allāh Tabaraka Wa Ta’ala (Yang Maha Suci dan Maha Tinggi).” – Shahih: Imam Ahmad (V/66). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahihah nomor 179. Lafadzh ini (hadits ke-2) dinukil dari Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله, Birrul Walidain.

Ketaatan kepada orang tua, pemerintah, pemimpin perusahaan, kepala sekolah, dan yang semisal dengan itu bersifat muqayyad, yakni hanya ta’at dalam hal yang ma’ruf.

Sementara itu dalam kitabnya, Qowaid Fiqhiyyah (Kaidah-kaidah Fiqih Islami), Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf حفظه الله menuturkan makna kata “ma’ruf” yakni,

“… cara baik yang diterima oleh akal sehat dan kebiasaan manusia yang berlaku.”

Kemudian Abdul Hakim bin Amir Abdat حفظه الله menuturkan dalam kitab-kitabnya, di antaranya yakni kitab Syarah Aqidah Salaf (Penjelasan Aqidah Salaf), mengenai makna “akal sehat” yakni,

“… akal yang tidak bertentangan dengan wahyu al-Kitab dan as-Sunnah.”

Sehingga akal sehat dapat dimengerti sebagai akal yang sharih (tegas) yang mendahulukan wahyu daripada ra’yu (logika). Sementara ra’yu difungsikan untuk menguatkan wahyu, bukan untuk menentangnya.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer