HomeIntisari Cahaya IlmuMakanan Favorit Rasulullah ﷺ
Makanan favorit rasulullah, apa makanan favorit rasulullah, kurma, tamr, kurma kering

Makanan Favorit Rasulullah ﷺ

Intisari Cahaya Ilmu Jalan Hidup Nabi dan Para Shahabat 1 likes 932 views share

Teman shalih (Insya-Allaahu-Ta’aala) yang sama-sama kita mengharap keridhaan Allah ﷻ, pernahkah terbersit di dalam hati untuk mengetahui apa makanan favorit Nabi Muhammad ﷺ serta bagaimana sikap beliau ﷺ dalam urusan makanan?

Sebab ada kalanya sebagian kaum Muslimin akhir ini yang berlebih-lebihan dalam urusan makanan yang dengan tanpa ia sadari telah menyelisihi Nabi-nya, yang hal tersebut justru terjadi di bulan-bulan ibadah (Ramadhan), sehingga urusan makanan membiaskan tujuan seorang Muslim dalam menyibukkan diri di waktu yang semestinya dapat ia optimalkan dalam urusan ibadah yakni dengan meningkatkan amalan-amalan shalih secara istiqamah, baik yang wajib maupun sunnat, sesuai pedoman Sunnah Rasulullah ﷺ dan sesuai dengan kesanggupan masing-masing setiap kaum Muslimin.

Nabi ﷺ tidak menolak yang ada dan tidak memaksakan diri mencari yang tidak ada. Nabi ﷺ pernah makan kue dan madu yang merupakan makanan favoritnya. Beliau ﷺ pernah pula memakan daging unta, daging domba, daging ayam, daging hubara (salah satu jenis burung yang leher dan paruhnya agak panjang, berwarna abu-abu), daging keledai liar, kelinci, dan makanan hasil laut.

Rasulullah ﷺ bersabda,

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma.- Hadits Shahih (Shahih Al-Albani): Riwayat Abu Dawud no. 2345 (Kitab Al-Siyam)

Begitu pula Nabi ﷺ memakan daging panggang, ruthab (kurma yang belum dijemur), dan tamr (kurma kering). Beliau ﷺ pernah meminum susu murni dan susu bercampur, sawiq (makanan yang terbuat dari tepung hinthah dan sya’ir), madu, dan air. Pernah juga meminum air rendaman kurma kering. Beliau ﷺ pernah memakan khazirah (sup yang terbuat dari susu dan tepung).

Maraji’ (Senarai Pustaka):
[1] Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah. 1430 H. Zaad alMa’ad Fi Hadyi Khayril ‘Ibad (Zadul Ma’ad Bekal Perjalanan Akhirat). Jakarta: Griya Ilmu.
[2] Nayif bin Jam’an al-Juraidan. 1345 H. Baraamiju ‘Amaliyyatun lil Usratil Muslimatii fii Ramadhaana (Mengatur Waktu di Bulan Ramadhan). Jakarta: Pustaka Ibnu ‘Umar.
[3]  Abu Yahya Badru Salam, Lc. 1433 H. Amalan-Amalan di Bulan Ramadhan. Jakarta: Naashirus-Sunnah.
[4] Sunan Abi Dawud

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer