Kiat Menghadapi Basa-Basi Laki-Laki

Pertanyaan: Ada seorang lelaki yang mengirim chat, isinya basa-basi dan menggoda saja. Hal itu dilakukan kepada beberapa perempuan berbeda. Kemudian saya kumpulkan screenshot isi chatting-an dari lelaki tersebut yang dia kirimkan kepada beberapa perempuan dimaksud. Setelah itu saya share di instastory. Tujuan saya adalah untuk menjadi pelajaran bagi teman-teman akhwat (wanita) yang lain yang belum mengetahui. Apakah hal itu termasuk membuka aib (lelaki pengirim pesan)?

Jawaban:

Bagian Pertama: Untuk Pengirim Chat

Pertama, untuk pengirim chat. Bersegeralah ber-taubat, muhasabah (mengintrospeksi diri), dan meningkatkan takwa terhadap Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan menjauhi jalan-jalan menuju zina. Memperbanyak amal shalih serta menyibukkan diri dengan kegiatan positif (fastabiqul khayrat/berlomba dalam kebaikan): (1) rutin menghadiri kajian ilmian Sunnah; membaca buku-buku sunnah yang tsiqah (kredibel); menulis catatan faedah-faedah ilmiah. Sehingga anda dapat mengetahui dengan pasti apa-apa saja yang menjadi kewajiban dan perlu anda kerjakan, beserta ganjaran pahala yang dapat anda peroleh. Dengan itu niscaya anda akan semakin mencintai amal shalih.

Dengan menuntut ilmu Agama, anda juga mengetahui apa-apa saja yang perlu dihindari dan konsekuensi (hukuman dan adzab) apabila anda melanggar perintah Allāh dan Rasul-Nya shalallaahu ‘alaihi wa sallam. Niscaya perasaan takut (al-Khauf) terhadap Allāh ‘Azza Wa Jalla akan semakin tumbuh dan menguat di dalam hati anda.

Ketahuilah bahwa hukuman di dunia tidak selalu bersifat zhahir/fisik/materil. Bisa jadi berupa maknawi, yakni anda dibiarkan terus menerus bermaksiat, dibiarkan lalai dari sunnah, dibiarkan hidup jauh dari hidayah sunnah.

Apabila bertaubat itu terasa berat bagi anda, bisa jadi hal tersebut dikarenakan maksiat yang anda perbuat telah mendarah daging. Kuatkanlah hati anda, sekiranya anda meninggalkan suatu maksiat karena Allāh ‘Azza wa Jalla, niscaya anda akan melihat hasilnya. Demikian juga ketika anda berusaha istiqamah dalam ketaatan.

Pahamilah bahwa waktu kehidupan di dunia cepat berlalu, tidak dapat diulangi kembali, dan pasti akan berakhir. Jangan sampai anda menganiaya diri sendiri dengan menghabiskan waktu muda dalam perbuatan yang sia-sia, hingga sampai kepada perbuatan maksiat. Sungguh, setiap maksiat berkonsekuensi kepada dosa, dan setiap dosa berkoneskuensi kepada hukuman (‘uqubah) dan adzab. Ketahuilah, waktu muda seseorang jauh lebih berat hisab-nya dibandingkan dengan waktu tua.

Berapa banyak orang yang menjadikan pandangannya liar, lalu Allāh mengharamkan mata hatinya untuk dapat mengambil pelajaran.

Untuk memadati rutinitas, (2) anda juga dapat mengerjakan sesuatu yang menghasilkan keuntungan secara materil misalnya berniaga. Sehingga dengan dua hal tersebut anda menjadi seorang lelaki yang produktif.

Hendaklah mencari teman-teman baru yang memahami dan mengamalkan Sunnah, sehingga dapat mengingatkan anda dalam kebaikan.

Mafhumah manusia yang paling besar ketertipuannya adalah orang yang melakukan hal yang dibenci Allāh, namun di sisi lain dia meminta kepada Allāh apa yang dia inginkan.

Jangan sampai al-Yaqin (kematian) datang dan menghentikan anda dari beramal shalih. Sebab di antara dosa yang paling buruk yang telah disediakan balasan (hukuman) yang besar adalah terus-menerus melakukan dosa, namun pelakunya berbasa-basi dengan melakukan istighfar, shalat dan beribadah.

Apabila anda termasuk kedalam lelaki yang memiliki dorongan besar terhadap wanita-wanita cantik jelita, tingkatkanlah kemampuan dan kekuatan hati untuk segera menikah. Bersihkan niat dan carilah calon istri yang sesuai dengan “selera” anda dengan jalan ta’aruf. Niscaya dengan begitu anda dapat terjaga dari fitnah dan perbuatan zina. Baik zina secara umum maupun zina secara khusus, yakni terjadinya hubungan badan (jima’) di luar nikah.

Jika anda menyembunyikan hal yang tidak diridhai Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yakni gemar menghias kata terhadap wanita-wanita ajnabi (asing) di sekitar anda, bisa jadi Allāh menampakkannya kepada banyak orang meski telah berlalu beberapa waktu. Atau Allāh menjadikan lidah-lidah (manusia) menuturkannya meski pun orang-orang tidak menyaksikannya. Sehingga ini menjadi jawaban dari setiap dosa yang anda sembunyikan. Hal itu agar orang tahu bahwa terdapat Dzat yang membalas atas suatu dosa. Tidak ada tirai atau penghalang yang dapat menutupi dari takdir dan kuasa-Nya.

Begitu juga tidak ada amal shalih yang sia-sia di Sisi-Nya. Maka, segeralah ber-taubat sebelum Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menampakkan aib anda di dunia, hingga anda (atau bahkan orang-orang terdekat) menanggung malu yang tidak dapat terhapuskan, bahkan hingga anda telah wafat.

Simak video jawaban bagian pertama:

Baca juga: Inilah arti Mudarah dan Mudahanah

Bagian ke-Dua: Untuk “Kolektor” Screenshot

Kedua, untuk anda yang membagikan kumpulan screenshot (SS) di media sosial, sehingga setiap orang dapat mengakses informasi tersebut, bahkan orang-orang yang tidak berkepentingan sama sekali. Atau anda yang membagikan kumpulan SS padahal keadaannya sudah tidak relevan, misal yang bersangkutan telah bertaubat tanpa sepengetahuan anda.

Bertaubatlah, dan bersihkanlah niat anda. Ketahuilah bahwa harga diri adalah sesuatu yang diwariskan. Jangan sampai aib orang lain yang anda buka, berdampak luas kepada orang-orang disekitarnya (keluarganya, keturunannya, kerabat, dst.).

Atur strategi anda dalam berdakwah. Artinya, perlu juga untuk dipertimbangkan: apakah lelaki tersebut merupakan seseorang yang dipandang dan memiliki kedudukan terhormat di lingkungan sosialnya atau tidak, apakah dirinya berpengaruh terhadap orang banyak atau tidak. Sampaikanlah peringatan yang tegas berdasar dalil kepada lelaki dimaksud secara tertutup.

Sebab bisa jadi setelah bertaubat, dan dengan kedudukannya sebagai lelaki terpandang, dia dapat mengajak orang-orang di sekitarnya untuk turut dalam langkah sunnah.

Asas hukum yang dipenuhi adalah: دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَلِحِ – “Menghilangkan kemadharatan lebih didahulukan daripada mengambil sebuah kemaslahatan.” – Qowa’id Fiqhiyyah: 101-103.

Karena membuka aib seseorang di media sosial nyatanya membawa madharat yang lebih besar, ketimbang maslahat yang diterima.

Perhatikanlah hadits pendek tentang berkata baik berikut ini. Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه‎‎, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Transliterasi hadits: Wamankaana yu’minu billaahi wal yawmil aakhir, falyaqul khayran aw liyashmut.

Terjemah hadits: “… Barang siapa yang beriman kepada Allāh dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” – Shahih Bukhari nomor 6018 (كتاب الأدب) dan Shahih Muslim nomor 47 (كتاب الإيمان).

Kemudian, apabila tidak sanggup memberikan peringatan tegas, maka mintalah bantuan kepada orang yang dia hormati, misal ustadz-nya. Mintalah bantuan terhadap ustadz tersebut untuk memberikan peringatan terhadapnya. Tidak dikatakan ghibah atau membuka aib, apabila anda meminta bantuan kepada qadhi (hakim), ustadz, atau orang-orang yang memiliki otoritas. Sertakan aduan tersebut dengan membawa bukti-bukti yang relevan.

Asas hukum (kaidah fiqih) yang dipenuhi adalah: البَيِّنَهُ عَلَى الْمُدَّعِيْ وَ الْيَمِيْنُ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ – “Bagi yang menuntut wajib membawa bukti, sedangkan yang mengingkari cukup bersumpah.” – Qowa’id Fiqhiyyah: 164.

Setelah itu berdoalah kepada Allāh ‘Azza Wa Jalla, agar dirinya segera ber-taubat dan ditetapkan dalam hidayah sunnah.

Dari shahabat Annas radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Transliterasi hadits: Kullu banii adam khottho’un wa khoyrul khottho-‘iina at-Tawwabuun.

Terjemah hadits: “Semua anak Adam (umat manusia) pasti melakukan kesalahan. Akan tetapi, sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang taubat (dari kesalahannya. -pent.).” – Hadits Hasan: Sunan Ibnu Majah nomor 4251, Jami at-Tirmidzi nomor 2499.

Setelah semua langkah tersebut dalam menghadapi basa basi laki-laki telah dilakukan, maka kedepankanlah asas berperasangka baik (khusnu zhann) apabila dirinya telah menampakkan ciri keimanan dan beramal shalih.

Simak video jawaban bagian ke-dua (selesai):

Maraaji’: (1) Ibnul Jauzi rahimahullaah. 1437 H. Mukhtashar Shaidul Kathir: Untaian Renungan Penuh Hikmah. Jakarta: Penerbit Sunnah Darul Haq; (2) Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1433 H/ 2012 M. Taubat, Kewajiban Seumur Hidup. Bogor: Media Tarbiah; (3) Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Jangan Dekati Zina. Pustaka At-Taqwa; (4) Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Konsekuensi Cinta Kepada Nabi Muhammad. Pustaka At-Taqwa; (5) Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf. 1435 H/ 2013 M. Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islam (Qowaid Fiqhiyyah). Gresik: Pustaka al-Furqon.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Ardis Alzen

Ardis Alzen

Ardis Alzena Andrini, S.I.Kom. Lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Lampung 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *