Kiat-Kiat Menahan Sakit Hati

Kiat Mengendalikan Hati yang Terluka

Dalam kalimat lain dapat ditulis “Kiat/cara Mengendalikan qalbu/jiwa yang sedang dirundung emosi amarah dan kesedihan“.

Menjaga Lisan

Cara yang paling tepat adalah dengan menahan lisan dan tangan dari berbuat munkar.

Sebab seseorang yang sedang marah dan merasa sakit hati apabila ia tidak mengendalikan jiwa, maka justru akan menodai dirinya sendiri dengan lisan yang buruk; ia mengucapkan perkataan-perkataan yang lebih keji yakni dengan mengumpat dan memberikan khabar dusta; berbohong, menebar fitnah, dan ghibah (sebagai bentuk i’tiqad untuk membalas rasa sakit hatinya).

Memperbanyak Istighfar

Diwaktu yang seperti itu ia perlu memperbanyak istighfar yang lafazh-nya: Astaghfirullah-Wa-Atubu-‘Ilaihi; ( أَسْتَغْفِرُ الله وَأتوبُ إِلَيْهِ ); aku memohon ampun kepada Allāh عَزَّ وَجَلَّ dan aku bertaubat kepada-Nya.

Mengganti Posisi 

Serta dengan mengganti posisi tubuhnya; segera duduk apabila ia marah dalam keadaan berdiri, segera berbaring apabila ia masih marah dalam posisi duduk, sebab hal ini dapat meredam emosi amarah dan menjauhkan tangannya dari memukul orang lain atau membanting sesuatu, tersebut sejalan dengan petunjuk/ Sunnah Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم.

Orang yang Kuat

Sungguh, seseorang yang kuat bukanlah ia yang paling keras membanting barang diwaktu marah, melainkan yang pandai menahan dan mengendalikan jiwanya. Sehingga tidaklah seorang Mukmin merasa marah dan bersedih, melainkan ia tetap menjaga lisan dan tangannya dari perbuatan yang mendatangkan murka Allāh عَزَّ وَجَلَّ.

Lebih Terang dari Sinar Matahari

Tidak pula seseorang itu berlama-lama dalam kesedihan, meratapi keadaan. Sungguh tidak ada yang lebih menyedihkan selain dipalingkan dari Al-Haq (al-Kitab dan as-Sunnah ash-Shahihah) atau Allah Ta’ala membiarkan seseorang dalam keadaan tersesat setelah datang kepadanya peringatan (al-Kitab dan as-Sunnah ash-Shahihah) yang cahayanya lebih terang dari matahari yang bersinar disiang hari.

Catatan Penting:

Merasa marah dan mengumbar amarah adalah dua hal yang berbeda.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

teman shalih

teman shalih

Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Juni 2016. Semula berkembang di Pontianak, Kaliamantan Barat. Kini telah berpindah home-base ke Bogor, Jawa Barat. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten: Hadits Pendek, Arti Kata, Fatwa Ulama, Murojaah Online, Doa Shahih, Syair Arab, Informasi Akademik & Beasiswa, Kaidah Fiqih.