Dari mana sumber julukan “Saifullah” (Pedang Allah) yang diberikan kepada Khalid bin al-Walid?

Khalid bin al-Walid dalam Perang Yarmuk

Dalam peperangan Yarmuk (The Battle of Yarmouk) yang terjadi antara pasukan kaum Muslimin melawan tentara Romawi, salah seorang panglima besar Romawi yang bernama Jarajah keluar dari barisannya dan meminta kepada Khalid bin al-Walid (‎رضي الله عنه‎‎) agar mau menemuinya. Khalid segera menemuinya dan kedua kuda mereka berhadap-hadapan leher.

Ramadhan, Sambut Lailatul Qadar: Jangan Sampai Salah Baca, Ketahuilah Doa Lailatul Qadar yang Shahih

Dialog Antara Khalid dan Jarajah

Jarajah berkata,

“Wahai Khalid beritahukan aku dan jujurlah, sebab orang merdeka tidak akan berbohong, dan janganlah engkau membohongiku sesungguhnya orang yang mulia tidak akan berbohong terhadap orang yang berhubungan dengan Allah. Apakah Allah pernah menurunkan kepada Nabi (ﷺ) kalian sebuah pedang yang diberikannya kepadamu hingga setiap kali engkau hunus terhadap musuhmu pasti mereka akan kalah?”

Khalid menjawab,

“Tidak.”

Jarajah kembali bertanya,

“Jadi mengapa engkau dijuluki ‘Pedang Allah‘?”

Khalid menjawab,

“Sesungguhnya Allah (جل جلاله) telah mengutus Nabi-Nya kepada kami. Nabi tersebut menyeru kami, tetapi kami malah berlari menjauhinya. Kemudian sebagian dari kami membenarkannya dan sebagian mendustakannya.  Aku termasuk salah seorang yang mendustakannya dan menjauhinya hingga Allah menunjuki hati kami untuk beriman kepadanya (kepada Rasulullah ﷺ) dan membai’atnya. Lalu beliau (ﷺ) berkata kepadaku, ‘Engkau adalah pedang Allah yang terhunus terhadap kaum musyrikin’. Beliau juga mendoakan agar aku diberi kemenangan. Sejak itulah aku disebut dengan Pedang Allah. Jadilah aku orang yang paling keras terhadap orang-orang Musyrik.”

– Ibnu Katsir, Tartib wa Tahdzib kitab al-Bidayah wan Nihayah, hlm. 146-147.

Ketahui Lebih Lanjut: Apa yang dimaksud dengan kafir Dzimmi, kafir Mu’ahad, kafir Musta’min dan kafir Harbi?

Gelar Saifullah bersumber dari Sabda Nabi

Dari Anas (‎رضي الله عنه‎‎) ia berkata, Nabi (ﷺ) telah memberitahu orang-orang atas kesyahidan Zaid, Ja’far dan Ibnu Rawaha sebelum berita kematian mereka sampai. Nabi (ﷺ) berkata,

‎أَخَذَ الرَّايَةَ زَيْدٌ فَأُصِيبَ، ثُمَّ أَخَذَ جَعْفَرٌ فَأُصِيبَ، ثُمَّ أَخَذَ ابْنُ رَوَاحَةَ فَأُصِيبَ ـ وَعَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ ـ حَتَّى أَخَذَ الرَّايَةَ سَيْفٌ مِنْ سُيُوفِ اللَّهِ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ‏

“Zaid mengambil bendera (الرَّايَةَ/ ar-Rayah) (sebagai komandan tentara muslim) dan menjadi martir, kemudian Ja’far mengambilnya dan menjadi martir, dan kemudian Ibnu Rawaha mengambilnya dan menjadi martir.” Pada saat itu  Nabi berlinang air mata. Dia menambahkan, “Kemudian bendera diambil oleh ‘Pedang’ antara Pedang Allah (سُيُوفِ اللَّهِ/Saifullah) (yaitu Khalid) dan Allah membuat mereka (yaitu kaum Muslimin) menang.”

Shahih al-Bukhari nomor 4262 (كتاب المغازى)

Maraaji (Senarai Pustaka):

  • Al-Hafizh Ibnu Katsir. 1431 H/ 2010 M. Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah. Jakarta: Darul Haq. (Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung; Abu Bakr Ash, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali (‎رضي الله عنهم ).
  • Shahih al-Bukhari kitab al-Maghazi.

Muraja’ah:

  1. Ustadz Abu Abdillah Amir (Dewan Penasihat & Pemateri Radio Rodja Pontianak | Alumni Darul Hadits Ma’rib Yaman).
  2. Ummu ‘Aisy (Mahasiswi STAI As-Sunnah – Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Ar-Risalah al-Khairiyah).
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.