Keutamaan Bulan Ramadhan oleh Syaikh Utsaimin

Keutamaan bulan Ramadhan ini adalah bulan yang mulia. Pada bulan ini Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى membesarkan pahala dan karunia-Nya, serta membukakan pintu-pintu kebaikan bagi siapa saja yang Ia sukai.

Dalam kitabnya, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menuturkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan, bulan penuh “hadiah” dan anugerah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

Transliterasi:
syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān

Terjemah:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya dituturkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil)). – Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 185.

Ramadhan adalah bulan yang diliputi oleh rahmat, ampunan dan keterbebasan dari neraka. Bagian awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan (maghfirah) dan bagian akhirnya adalah keterbebasan dari neraka.

Keutamaan bulan Ramadhan banyak disebutkan oleh hadits Nabi صلى الله عليه وسلم. Dalam Shahihain disebutkan riwayat dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Nabi bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Jika telah tiba bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan dibelenggu.” –  Sahih Muslim nomor 1079 (كتاب الصيام), Sunan an-Nasa’i nomor 2098 (كتاب الصيام).

Pintu-pintu surga pada bulan Ramadhan dibuka karena banyaknya amal shalih serta sebagai dorongan kepda orang-orang yang mau beramal.

Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya kemaksiatan dari orang beriman. Dan syaithan-syaithan dibelenggu, sehingga mereka tidak dapat bebas leluasa sebagaimana selain bulan Ramadhan.

Tahukah anda: Inilah sumber arti kata Ramadhan

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم besabda,

“Umatku diberi lima sifat pada bulan Ramadhan yang belum pernah diberikan kepada satu umat pun dari umat-umat sebelum beliau. (1) Bau mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi; (2) Para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka hingga mereka berbuka (ifthar); (3) Allah menghias surga-Nya setiap hari dengan mengatakan: Para hamba-Ku yang shalih hampir saja mencampakkan kebendaan dunia dan kepenatan, untuk bergegas memasukimu; (4) syaithan-syaithan durhaka ketika itu dibelenggu sehingga mereka tidak lagi bisa melepaskan diri sebagaimana pada bulan lain; (5) Mereka diberi ampunan pada akhir malam.” Ditanyakan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Apakah maksudnya malam Lailatul Qadar?” beliau menjawab: “Bukan. Orang yang bekerja itu akan diberi upah ketika ia selesai melakukan pekerjaannya.”[1]

Kelima bagian ini sengaja disampaikan oleh Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan sengaja dikhususkan untuk ummat Islam di antara seluruh ummat yang ada.

Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberikan anugerah kepada orang-orang muslim untuk menyempurnakan nikmat-Nya kepada hamba-Nya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Transliterasi:
kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nāsi ta`murụna bil-ma’rụfi wa tan-hauna ‘anil-mungkari wa tu`minụna billāh

Terjemah:
Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.– Q.S. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) [3]: 110.

Diintisarikan dari: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. 2019 M. Majalisus Syahri Ramadhan (Kajian Ramadhan). Sukoharjo: Al-Qowam. Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid.


[1] Diriwayatkan oleh Bazzar dan Baihaqi dalam Kitab Ats-Tsawab, dengan sanad yang sangat daif. Namun sebagiannya mempunyai syawahid (haditshadits penguat) yang shahih.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra, S.Kom. Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas Amikom Yogyakarta 2013; Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura 2017 - Sekarang.