HomeDaftarKaidah dan Syarat-Syarat Jihad
syarat jihad fii sabilillaah

Kaidah dan Syarat-Syarat Jihad

Daftar Intisari Cahaya Ilmu Jihad 1 likes 383 views share

4. Hendaknya Jihad Ditunaikan dengan Kasih Sayang dan Kelembutan Kepada Makhluk

Karena jihad dalam Islam tidak disyariatkan untuk kekerasan kepada manusia atau mengganggu orang lain. Dan harus difahami bahwa jihad dengan lemah lembut adalah jihad di jalan Allah عزَ وجل.

Shahabat Abu Hurairah رضى الله عنه ketika menafsirkan (كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ) “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan untuk manusia …” – Q.S. Ali-‘Imran (Keluarga ‘Imran) [surat ke-3]: ayat nomor 110, beliau mengatakan,

خَيْرَ النَّاسِ لِلنَّاسِ، تَأْتُونَ بِهِمْ فِي السَّلاَسِلِ فِي أَعْنَاقِهِمْ حَتَّى يَدْخُلُوا فِي الإِسْلاَمِ

“Sebaik-baik manusia untuk manusia yaitu orang yang kalian membawa mereka dengan belenggu-belenggu di leher mereka sampai mereka masuk Islam.” – Shahih Bukhari nomor 4557 (كتاب التفسير)

Allah عزَ وجل menjelaskan bahwa umat ini adalah umat terbaik bagi manusia, yang paling bermanfaat bagi manusia, dan yang paling banyak berbuat baik. Karena mereka menyeru manusia untuk mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, mereka juga berjihad di jalan Allah عزَ وجل dengan jiwa dan harta mereka. Maka inilah kesempurnaan manfaat bagi makhluk.

Mereka berjihad dengan lembut dan sabar, seperti sabda Nabi صلى الله عليه وسلم.,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya kelembutan tidak terdapat dalam sesuatu melainkan pasti akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu itu melainkan akan membuatnya jadi buruk.” – Shahih Muslim nomor 2594 (كتاب البر والصلة والآداب).

Nabi صلى الله عليه وسلم juga bersabda,

إِنَّاللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ، وَيُعْطِيْ عَلَيْهِ لَا يُعْطِيْ عَلَ الْعَنْفِ

“Sungguh Allah itu Mahalembut dan menyukai kelembutan dalam setiap perkara, dan Allah memberikan pada sikap kelembutan apa yang tidak Dia berikan pada kekerasan.” – Shahih Muslim nomor 2593.

Imam Sufyan ats-Tsauri رحمه الله‎‎ berkata,

“Tidaklah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar melainkan orang yang paham dengan apa yang diperintahkan dan yang dilarangnya, lembut dengan yang diperintahkannya dan yang dilarangnya, sabar dengan apa yang diperintahkannya dan yang dilarangnya.”