Selasa, September 28, 2021
BerandaArti KataPengertian Kafir Dzimmi, Kafir Harbi, Kafir Mu'ahad, Kafir Musta'min

Pengertian Kafir Dzimmi, Kafir Harbi, Kafir Mu’ahad, Kafir Musta’min

Jenis-jenis Orang Kafir

Kafir Dzimmi, Kafir Harbi, Kafir Mu’ahad dan Kafir Musta’min. Dari ‘Amr bin al-Hamiq رضي الله عنه‎‎, Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِذَا اطْمَأَنَّ الرَّجُلُ إِلَ الرَّجُلِ ثُمَّ قَتَلَهُ بَعْدَمَا اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ نُصِبَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِوَاءُ غَدْرٍ

“Jika seorang (muslim) memberi keamanan kepada seorang (kafir), kemudian dia membunuhnya setelah dia memberikan jaminan keamanan tersebut, maka pada hari kiamat akan dipasangkan tanda pengkhianat pada dirinya.” – Shahih (صحيح): Al-Hakim (IV/353).

Untuk memudahkan anda dalam navigasi di halaman ini, gunakanlah tabel daftar isi untuk menemukan konten yang sesuai dengan minat baca anda di bawah ini:

Lailatul Qadar: Jangan Sampai Salah Baca, Ketahuilah Doa Lailatul Qadar yang Shahih.

Empat Kategori Kafir: Harbi, Dzimmi, Mu’ahad dan Musta’min

Di bawah ini terdapat 4 (empat) kelompok orang kufar yang masing-masing dari sifatnya memiliki kekhasan, yang perlu dicatat bahwa tidak semua orang kufar boleh ditumpahkan darahnya (dibunuh).

Apa perbedaan antara Kafir Harbi, Kafir Dzimmi, Mu’ahad dan Musta’min?

Ada 4 (empat) kelompok kufar, 1 (Satu) di antaranya wajib dibunuh/ diperangi  yakni:

1. Kafir adzDzimmi/Kitabi

Kafir Dzimmi adalah orang kufar yang tinggal di Negeri Muslim, memiliki perjanjian (damai) dengan kaum Muslimin, membayar pajak (jizyah/ uang keamanan/ upeti sebagai kompensasi pemerintah Islam terhadap harta dan darahnya/ jiwanya. Ketika mereka tidak mampu membayar jizyah, maka jizyah tersebut dapat digugurkan darinya) kepada pemerintah Islam dan ditegakkan kepada mereka hukum-hukum Islam. Sementara itu kaum muslimin juga dikenakan kewajiban membayar zakat.

2. Kafir alMu’ahad

Kafir Mu’ahad adalah orang yang memiliki perjanjian (terikat perjanjian damai, perjanjian dagang atau selainnya) dengan kaum Muslimin yang berada atau bertugas di negeri kaum Muslimin tidak boleh disakiti, selama mereka menjalankan kewajiban dan perjanjiannya.

3. Kafir alMusta’min

Kafir Musta’min yakni orang yang datang dari Negara kufar, baik utusan, pedagang, atau selainnya yang memiliki jaminan keamanan dari Penguasa/ Umara’ atau seorang Muslim.

4. Kafir Harbi

kafir harbi adalah
Kafir harbi adalah yang wajib dibunuh.

Kafir Harbi (الكافر الحربي) adalah orang kufar yang memerangi kaum Muslimin dan halal darahnya untuk ditumpahkan (dibunuh atau diperangi). Mereka adalah orang kufar yang tidak memiliki jaminan keamanan dari kaum muslimin atau pemimpinnya, tidak dalam perjanjian damai, dan tidak membayar jizyah kepada kaum muslimin sebagai jaminan keamanan mereka, merekalah yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza Wa Jalla untuk diperangi (lihat Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 190-191).

Kaifiah Berdamai dengan Kaum Kuffar

Sementara itu diperbolehkan untuk mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang kufar apabila Umara‘/ Penguasa dan-atau Pemerintah melihat adanya kemaslahatan bagi masyarakat kaum Muslimin, dan telah diteliti kemaslahatan tersebut oleh Umara’.

Allah جل جلاله berfirman,

“Jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah.” – Q.S. Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]: 61.

Berdamai secara mutlak atau sementara waktu?

Perjanjian dengan kaum kufar tidak bersifat mutlak, yakni tidak selama-lamanya atau perjanjian tersebut bersifat sementara atau terikat oleh waktu tertentu.

Maraji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab Suci Al-Qur’an.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullaah. Bulugh al-Maraam.
  • Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani Rahimahullaah. Subul As-Salam Syarh Bulugh Al-Maram.
  • Maha al-Bunyan Rahimahullah. 1435 H. Al-Wala’ Wal Bara’. Pustaka Ibnu ‘Umar
  • Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani. 1437 H. Al-Wala’ Wa Al-Bara’ fi Al-Islam. Jakarta Timur: Ummul Qura. (Al-Wala’ Wa Al-Bara’; Konsep Loyalitas dan Permusuhan dalam Islam).
  • Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1432 H. Kedudukan Jihad Dalam Syari’at Islam. Bogor: Pustaka At-Taqwa.
  • Abu Ibrahim Muhammad Ali A.M. Majalah Al-Furqon: Indahnya Hukum Qishash. Gresik: Lajnah Dakwah Ma’had al-Furqon al-Islami.

Download Wallpaper Jihadi:

WhatsApp Group TemanShalih.Com: Gabung di WAG temanshalih.com untuk memperoleh update informasi

Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Penulis TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih. Jazakumullah Khairan.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

9 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -