HomeIntisari Cahaya IlmuArti KataApa yang dimaksud dengan kafir Dzimmi, kafir Mu’ahad, kafir Musta’min & kafir Harbi?
kafir dzimmi, kafir mu'ahad, kafir musta'min, kafir harbi

Apa yang dimaksud dengan kafir Dzimmi, kafir Mu’ahad, kafir Musta’min & kafir Harbi?

Arti Kata Intisari Cahaya Ilmu Jihad 0 3 likes share

Dari ‘Amr bin al-Hamiq رضي الله عنه‎‎, Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِذَا اطْمَأَنَّ الرَّجُلُ إِلَ الرَّجُلِ ثُمَّ قَتَلَهُ بَعْدَمَا اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ نُصِبَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِوَاءُ غَدْرٍ

“Jika seorang (muslim) memberi keamanan kepada seorang (kafir), kemudian dia membunuhnya setelah dia memberikan jaminan keamanan tersebut, maka pada hari kiamat akan dipasangkan tanda pengkhianat pada dirinya.” – Shahih (صحيح): Al-Hakim (IV/353).

Empat Kategori Kafir: Harbi, Dzimmi, Mu’ahad dan Musta’min

Di bawah ini terdapat 4 (empat) kelompok orang kafir yang masing-masing dari sifatnya memiliki kekhasan, yang perlu dicatat bahwa tidak semua orang kafir boleh ditumpahkan darahnya (dibunuh).

Ada 4 (empat) kelompok kafir, 1 (Satu) di antaranya wajib dibunuh/ diperangi  yakni:

  • Kafir adzDzimmi/ Kafir Kitabi: yakni orang kafir yang tinggal di Negeri Muslim, memiliki perjanjian (damai) dengan kaum Muslimin, membayar pajak (jizyah/ uang keamanan/ upeti sebagai kompensasi pemerintah Islam terhadap harta dan darahnya/ jiwanya. Ketika mereka tidak mampu membayar jizyah, maka jizyah tersebut dapat digugurkan darinya) kepada pemerintah Islam dan ditegakkan kepada mereka hukum-hukum Islam.
  • Kafir alMu’ahad: yakni orang yang memiliki perjanjian (terikat perjanjian damai, perjanjian dagang atau selainnya) dengan kaum Muslimin yang berada atau bertugas di negeri kaum Muslimin tidak boleh disakiti, selama mereka menjalankan kewajiban dan perjanjiannya.
  • Kafir alMusta’min: yakni orang yang datang dari Negara kafir, baik utusan, pedagang, atau selainnya yang memiliki jaminan keamanan dari Penguasa/ Umara’ atau seorang Muslim.
  • Kafir Harbi: yakni orang kafir yang memerangi kaum Muslimin dan halal darahnya untuk ditumpahkan (dibunuh/ diperangi). Mereka adalah orang kafir yang tidak memiliki jaminan keamanan dari kaum muslimin atau pemimpinnya, tidak dalam perjanjian damai, dan tidak membayar jizyah kepada kaum muslimin sebagai jaminan keamanan mereka, merekalah yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza Wa Jalla untuk diperangi (lihat Q.S. Al-Baqarah (Sapi Betina) [2]: 190-191).

Kaifiah berdamai dengan kaum Kuffar

Sementara itu diperbolehkan untuk mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang kafir apabila Umara‘/ Penguasa dan-atau Pemerintah melihat adanya kemaslahatan bagi masyarakat kaum Muslimin, dan telah diteliti kemaslahatan tersebut oleh Umara’.

Allah جل جلاله berfirman,

وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah.” – Q.S. Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]: 61.

Sementara perjanjian dengan kaum kafir tidak bersifat mutlak, yakni tidak selama-lamanya atau bersifat sementara atau terikat oleh waktu tertentu.

Maraji’ (Senarai Pustaka):

  • Kitab Suci Al-Qur’an.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani Rahimahullaah. Bulugh al-Maraam.
  • Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir Ash-Shan’ani Rahimahullaah. Subul As-Salam Syarh Bulugh Al-Maram.
  • Maha al-Bunyan Rahimahullah. 1435 H. Al-Wala’ Wal Bara’. Pustaka Ibnu ‘Umar
  • Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani. 1437 H. Al-Wala’ Wa Al-Bara’ fi Al-Islam. Jakarta Timur: Ummul Qura. (Al-Wala’ Wa Al-Bara’; Konsep Loyalitas dan Permusuhan dalam Islam).
  • Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1432 H. Kedudukan Jihad Dalam Syari’at Islam. Bogor: Pustaka At-Taqwa.
  • Abu Ibrahim Muhammad Ali A.M. Majalah Al-Furqon: Indahnya Hukum Qishash. Gresik: Lajnah Dakwah Ma’had a;-Furqon al-Islami.

TOP “JIHADI” WALLPAPER

Download: Download Wallpaper Jihadi (5573 downloads)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya ~ temanshalih.com

16,206 total views, 55 views today