Islam Murni: Tidak Ada Istilah Teman di Antara Pria dan Wanita Muslim
Adab muamalah: tidak berlaku istilah teman antara lelaki dengan wanita muslim.

Islam Murni: Tidak Ada Istilah Teman di Antara Pria dan Wanita Muslim

Sudah sejauh apa sih kita ngejaga waktu dari terbuang sia-sia untuk ngerjain hal-hal yang sebenernya nggak perlu:

[1] banyak bergurau;
[2] jalan-jalan kesana-kesini;
[3] ngobrol-ngobrol dengan non-mahram (“teman” lawan jenis); dan seterusnya masih banyak sekali.

Semakin seseorang itu menjaga waktu hidupnya, maka dia akan mendapati keadaan di mana dirinya banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

Bermanfaat dari sisi kehidupan agama mau pun keduniaan. Hal-hal baik yang diketahui mau pun yang tidak diketahui orang lain.

Mafhumah, ketika seseorang itu berbuat yang baik, maka langsung atau tidak, kebaikan itu kan berdampak bagi orang-orang di sekitarnya.

Orang-orang di sekitarnya akan merasakan kebaikan, tanpa perlu meminta.

Catatan penting:
[1] Seorang muslim beragama dengan asas tunduk kepada ketentuan syara’ (aturan agama berupa dalil: perintah/’amr atau larangan/nahy);
[2] Dalam ajaran Islam yang murni, pertemanan hanya berlaku di antara sesama muslim sesuai gender-nya. Laki-laki dengan sejenisnya, wanita dengan sejenisnya. Artinya tidak dikenal istilah “teman lawan jenis” atau tidak ada istilah pertemanan di antara laki-laki muslim dengan wanita muslim;
[3] Tata cara (kaifiah) bentuk hubungan antara laki-laki muslim dengan wanita muslim non-mahram diatur dalam bab muamalah (adab muamalah);
[4] Tidak berlaku juga “pertemanan” antara muslim dengan kafir (nasrani, yahudi), sebab seorang muslim patut mengamalkan aqidah al-Wala’ wa al-Bara’ (loyalitas sesama muslim dan antipati terhadap kuffar);
[5] Kaifiah berurusan antara muslim dengan kafir diatur dalam adab muamalah.

Aku (laki-laki) berurusan (bermuamalah) denganmu (wanita), akan tetapi aku tidak berteman dengan wanita.

TemanShalih.Com
Disclaimer kategori Opini
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. // Disclaimer Penulis // Biografi penulis: Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.

Tinggalkan Balasan