Ibu, “Di mana hatimu nak?”

ibu
Kalaulah berbaki kepada kedua orang tua adalah hal yang sepele/tidak penting, lantas mengapa banyak orang yang gagal mengamalkannya?

Seorang ibu bersedih, melihat perilaku anaknya, sementara ia hanya sanggup berbisik di dalam dada,

[quote cite=”Ibu” url=”https://temanshalih.com/category/birrul-walidain/”]Di mana hati mu, Nak?[/quote]

Apabila seseorang belum bisa menghadirkan senyum di paras orangtuanya dengan sejumlah hadiah, mengapa tidak untuk berhenti membuatnya cemas, karena sungguh rasanya menyiksa.

Pulang tepat waktu seusai sekolah, kuliah, bekerja serta menghindari aktifitas yang sia-sia di luar rumah. Bahkan sibuk dengan kegiatan ekstra yang menunjang kehidupan akademis sekalipun tetap menyisakan kekhawatiran di dalam dada mereka; para wanita muslimah yang mencintai anak-anaknya yang setiap waktu berharap kepada Allah جل جلاله agar mereka selalu dalam keadaan yang terpelihara.

Sementara itu sudahkah mereka, para anak, berbakti kepadanya, mencintai dan mementingkan perasaan Ibu nya?

Mafhum (dimengerti) bahwa taat kepada kedua orang tua adalah hak orang tua atas anak sesuai dengan perintah Allah Jalla Jalaluh dan Rasul-Nya Shalallaahu-‘Alayhi-wa-Sallam selama para orang tua tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat atau hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-wa-Sallam bersabda,

لَا طَاعَةَ لِأَحَدٍ فِيْ مَعْصِيَةِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَلَ

Tidak boleh taat kepada seorang pun dalam berbuat maksiat kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala (Yang Maha Suci dan Maha Tinggi).- Shahih (صحيح): Riwayat Imam Ahmad (V/66). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahihah no. 179., Dinukil dari Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله, Birrul Walidain hlm. 15.

Sebaliknya, juga dilarang durhaka kepada kedua orang tua karena hal tersebut termasuk dosa besar yang paling besar.

[quote cite=”Catatan Penting”]Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) adalah salah satu permasalahan yang penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertauhid kepada-Nya, Allah ‘Azza Wa Jalla memerintahkan manusia untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.[/quote]

Dalam Surat Al-Isra (Memperjalankan di Malam Hari), Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا – 23

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepadanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.- Q.S. Al-Isra (Memperjalankan di Malam Hari) [17]: 23, Kitab Suci Al-Qur'an

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا – 24

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’- Q.S. Al-Isra (Memperjalankan di Malam Hari) [17]: 24, Kitab Suci Al-Qur'an

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

[list icon=”fa-book”]

  • Kitab Suci Al-Qur’an.
  • Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Ustadz Abu Fathi). Birrul Walidain; Berbakti Kepada Kedua Orang Tua. 1433 H/2012 M. Cetakan ke-9. Bogor: Pustaka At-Taqwa.

[/list]

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

teman shalih

teman shalih

Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Juni 2016. Semula berkembang di Pontianak, Kaliamantan Barat. Kini telah berpindah home-base ke Bogor, Jawa Barat. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten: Hadits Pendek, Arti Kata, Fatwa Ulama, Murojaah Online, Doa Shahih, Syair Arab, Informasi Akademik & Beasiswa, Kaidah Fiqih.