HomeArti KataIbnu Sabil (ابن سبيل) Secara Bahasa dan Istilah
ilustrasi artikel ibnu sabil secara bahasa dan istilah

Ibnu Sabil (ابن سبيل) Secara Bahasa dan Istilah

Arti Kata 0 likes 148 views share

Pengertian Ibnu Sabil (ابن سبيل) secara Bahasa dan istilah.

Ibnu Sabīl secara Bahasa

ibnu sabil secara bahasa dan istilah-2

Pengertian kata “sabil”.

Dari perspektif Bahasa, sabīl arti asalnya adalah jalan. Makna, Ibnu Sabīl berarti musafir yang kerap melakukan perjalanan. Ia disebut ibnu sabīl karena sering melakukan perjalanan.[1] Ia juga berarti musafir yang berada jauh dari rumahnya; disebut demikian karena ia mempraktekkan hal itu.

Kata sabīl juga dimaknai wasilah (perantara) demi mencapai tujuan baik atau buruk.[2]

Ibnu sabīl biasa mengadakan perjalanan dari suatu negeri ke negeri lain yang jauh dari kampung halaman.

Ibnu Sabīl secara Istilah

Ibnu sabil secara istilah

“Sabil” artinya adalah: berada di perjalanan.

Sementara itu, apabila dilihat dari perspektif istilah, Ibnu Sabīl berarti seorang musafir yang terputus hubungan dari keluarga dan harta bendanya oleh karena melakukan perjalanan jauh. Dia tidak mempunyai apa-apa untuk kembali ke kampung halamannya, meskipun dia memiliki banyak harta di kampung halamannya.

Maka orang yang baru akan melakukan perjalanan dari kotanya, sungguh dia tidak-atau belum termasuk ibnu sabīl, karena sabīl artinya berada di perjalanan.

Bagian Zakat untuk Ibnu Sabīl

Ilustrasi Bagian zakat untuk ibnu sabil.

Bagian zakat untuk ibnu sabil.

Seorang ibnu sabīl, meskipun pada dasarnya dia dikenal kaya di kampung halaman, berhak diberikan zakat sebesar keperluannya agar dapat kembali pulang.

Hal ini didasarkan pada konteks umum firman Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:

وَابْنِ السَّبِيلِ

“… Dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan …” – Q.S. At-Taubah [9]:  60.

Maraaji’ (Senarai Pustaka)

Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani. 1439 H/ 2018 M. Ensiklopedi Zakat Mencakup Zakat Mal, Zakat Perusahaan, Zakat Fitrah dan Sedekah Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

[1] An-Nihayat fi Gharib al-Hadits wa al-Atsar (I/ 338-339)

[2] Mufradat al-Qur-an karya Al-Ashfahani (hal. 395)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer