HomeIntisari Cahaya IlmuHukum Menyemir Jenggot dengan Warna Hitam
Hukum Menyemir Jenggot

Hukum Menyemir Jenggot dengan Warna Hitam

Intisari Cahaya Ilmu 0 likes 221 views share

Pertanyaan ihwal Hukum Menyemir Jenggot

Pertanyaan ihwal hukum menyemir jenggot: Sejauh manakah keabsahan hadits-hadits yang menjelaskan masalah menyemir jenggot (hukum menyemir jenggot) dengan warna hitam? Dewasa ini banyak sekali orang-orang yang notabene berilmu yang menyemir jenggot dengan warna hitam.

Jawaban

Berkenaan dengan masalah tersebut banyak sekali hadits-hadits shahih yang menjelaskan tentang status hukumnya dan di antara hadits yang cukup terkenal (masyhur) ialah hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiy-Allaahu-‘Anhu dari Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, seraya berkata,

Ketika Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam melihat kepala dan jenggot Walid ash-Shiddiq seperti pohon tsaghomah berwarna putih, maka beliau bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَىْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

Rubahlah (warna) rambut ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam. – Shahih Muslim nomor 2102 (كتاب اللباس والزينة).

Dalam riwayat lain,

وَجَنِّبُوْهُ السَّوَادَ

Dan jauhilah warna hitam darinya.

Kemudian hadits Ibnu Abbas, yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’i dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas Radhiy-Allaahu-‘Anhu, bahwa Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لاَ يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga. –  Shahih (Al-Albani): Abu Dawud nomor 4212 (كتاب الترجل).

Dari Abu Hurairah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Nabi Shalallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُوْنَ فَخَالِفُوْهُمْ

Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nashara (Nasrani) tidak menyemir rambut mereka. – Sahih al-Bukhari nomor 3462 (كتاب أحاديث الأنبياء), Sahih Muslim nomor 2103 (كتاب اللباس والزينة).

Menyemir jenggot dan rambut merupakan sunnah yang terus berjalan, maka hendaknya bagi kaum muslimin (lelaki mukallaf) untuk mengidupkannya – menyibukkan diri dengan memelihara jenggot, apalagi hal tersebut untuk menyelisihi (bara’ah) orang-orang kafir.

Dinukil dari:

  • Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hal. 18-19. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.
  • Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi, Bangga Dengan Jenggot, (Gresik: Pustaka An-Nabawi, 1432 H/ 2011 M), hal. 55.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer