Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaFatwa UlamaFatwa Syaikh 'UtsaiminHukum Mempercantik (Mempertampan) Diri; antara Halal dan Haram

Hukum Mempercantik (Mempertampan) Diri; antara Halal dan Haram

Usaha Mempercantik (Mempertampan) Diri; Ada yang Halal dan Ada yang Haram

Pertanyaan Hukum Mempercantik Diri:

Bagaimanakah hukum mempercantik diri?

Jawaban:

Usaha mempercantik (mempertampan) diri dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, usaha mempercantik diri dengan tujuan untuk menghilangkan aib yang terjadi karena suatu peristiwa atau karena sebab lainnya. Usaha dalam kategori ini tidak berdosa, karena Nabi صلى الله عليه وسلم telah mengizinkan seorang shahabat yang hidungnya terputus dalam suatu peperangan untuk membuat hidung palsu dari emas.[1]

Kedua, usaha mempercantik diri dengan tujuan menambah kecantikan dan ketampanan dan bukan untuk menghilangkan aib, tetapi semata-mata untuk kecantikan. Usaha dalam kategori ini hukumnya haram dan tidak boleh dilakukan, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم melaknat  wanita yang mencukur dan minta dicukurkan bulu alisnya, wanita yang memakai dan yang minta dipakaikan rambut palsu (wig atau sanggul), serta wanita yang membuat dan yang dibuatkan tato (termasuk di dalamnya membuat serta minta dibuatkan tahi lalat). Karena hal itu semata-mata mempercantik diri sesempurna mungkin, dan bukan dimaksudkan untuk menghilangkan aib.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, kitab ad-Da’wah nomor 5, 2/130-131.[2]

Footnote:

[1] Diriwayatkan an-Nasa’i, bab az-Zinah, nomor 5071.

[2] Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hlm. 61. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Penulis TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.
Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih. Jazakumullah Khairan.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisment -
Open chat