Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNikahHukum Membatalkan Lamaran Nikah

Hukum Membatalkan Lamaran Nikah

Batal nikah setelah lamaran? ketahui hukumnya. Tidak jarang ditemui para lelaki yang ragu untuk membatalkan lamaran (الخطبة/khitbah). Padahal telah nampak tanda-tanda yang jelas dan kuat baginya untuk menggugurkan lamaran nikah.

Bisa jadi, merasa ragu atau takut mengurungkan lamaran nikah karena khawatir jika berdosa. Benarkah demikian?

Untuk menghilangkan perasaan ragu tersebut, perlu merujuk kepada hukum membatalkan khitbah. Dinukil dari Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, Jilid XVII – Nikah & Lamaran.

Pertanyaan: … Apakah saya berdosa jika membatalkan lamaran nikah karena gadis yang telah saya khitbah tersebut harus menunggu saya selama dua tahun lagi, sedangkan saya tidak bisa berbuat apa-apa?

Apakah saya akan dihisab karena membatalkan lamaran saya terhadap gadis tersebut?

Mohon penjelasannya karena saya akan mengirim penjelasan Anda kepada mereka, mengingat keluarganya akan menemui saya bulan depan. Dalam pertemuan tersebut saya ingin mereka mengetahui sikap saya yang sebenarnya terhadap mereka.

ليس عليك ذنب إذا فسخت الخطوبة والحال ما ذكر، يسر الله أمرك

Jawaban: Anda tidak berdosa jika membatalkan lamaran nikah terhadap gadis tersebut dengan kondisi Anda di atas. Semoga Allah memudahkan urusan Anda.

Fatwa nomor 13875.

Contoh soal lain ketika Anda memiliki pasangan taaruf yang tabiat dan akhlaqnya buruk. Lebih baik membatalkan lamaran nikah, daripada naik ke pelaminan akan tetapi tidak diperoleh ketentraman jiwa dan tidak pula menjalankan ibadah berumah tangga dengan baik.

Bisa jadi, apa yang Anda lihat dan alami selama masa taaruf adalah tanda-tanda yang Allah ‘Azza Wa Jalla nampakkan. Misal sikap tercela seperti berani melawan, tidak mau mendengarkan nasihat, bersikap kasar, dan selainnya.

Sehingga dengan hal-hal buruk itu, Anda dapat mengambil keputusan yang berdasar dan kuat untuk mengurungkan pernikahan dengan wanita tersebut.

Dalam mengambil keputusan, Anda harus memiliki syaja’ah jangan menjadi al-Jaban. Bukahkah Anda tidak ingin menikah dengan wanita yang nusyuz?

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam


اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
al-Lajnah ad-Da’imah lil-Buhuts al-‘Ilmiyyah wal-Ifta’
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi

Ketua
عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Sumber Wajib Ditulis

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online informasi akademik muslim dan edukasi kontra terorisme. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -