HomeFatwa UlamaFatwa Syaikh 'UtsaiminHukum Memakai Jam Tangan yang Dilapisi Emas
hukum memakai jam tangan yang dilapisi emas

Hukum Memakai Jam Tangan yang Dilapisi Emas

Fatwa Syaikh 'Utsaimin Fatwa Ulama Jam Tangan Tata Cara Muslim 0 likes 137 views share

Pertanyaan:

Saya memiliki jam tangan yang dilapisi emas, apakah diperbolehkan bagi saya memakainya? (Bagaimana hukum memakai jam tangan yang dilapisi emas?)

Jawaban:

Perlu diketahui bahwa memakai emas bagi kaum laki-laki adalah haram karena saat Nabi صلى الله عليه وسلم melihat seorang laki-laki yang tangannya memakai cincin emas, maka Nabi صلى الله عليه وسلم melepaskannya dan melemparkannya seraya bersabda,

يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِي يَدِهِ

“Salah seorang di antara kamu sengaja  mengambil bara api neraka dan meletakkannya di tangannya.” – Shahih Muslim nomor 2090 (كتاب اللباس والزينة).

Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم berpaling darinya, maka dikatakan kepadanya,

خُذْ خَاتَمَكَ انْتَفِعْ بِهِ

“Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah.”

Orang itu menjawab,

“Demi Allah saya tidak akan mengambil cincin yang telah dilemparkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم .”

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda mengenai emas dan sutra,

إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي حِلٌّ لإِنَاثِهِمْ

“Sesungguhnya kedua benda ini haram bagi kaum laki-laki dari umatku, akan tetapi dihalalkan bagi kaum perempuan mereka.” – Sunan Ibnu Majah nomor 3595 (كتاب اللباس), Sunan an-Nasa’i nomor 5148 (كتاب الزينة من السنن).

Jadi tidak diperbolehkan bagi seorang laki-laki memakai sesuatu benda yang terbuat dari emas; baik berupa cincin, kancing baju serta yang lainnya.

Jam tangan termasuk bagian dari benda-benda tersebut; jika ia terbuat dari emas. Adapun jika ia dilapisi emas; atau jarumnya dari emas; atau di dalamnya terdapat lapisan dari emas dalam jumlah yang sedikit, maka boleh memakainya. Tetapi kami tidak bermaksud menganjurkan orang laki-laki untuk memakainya (jam tangan dari emas) karena kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa jam tangan itu dilapisi emas atau bahan baku jam tangan tersebut adalah campuran emas, sehingga orang-orang berburuk sangka kepada pemakainya, padahal orang itu tidak mengetahuinya.

Terkadang orang-orang mengikutinya, jika pemakainya memiliki pengikut sehingga mereka ikut-ikutan memakai emas; baik emas murni atau campuran. Saya nasihatkan kepada kaum laki-laki, hendaklah mereka tidak memakai jam tangan semacam itu yang dilapisi emas, meskipun hal itu adalah halal (dibolehkan). Tetapi kehalalan yang jelas adalah kehalalan yang di dalamnya tidak mengandung kesamaran.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ

“Barangsiapa mewaspadai hal-hal yang syubhat (samar), berarti ia telah memelihara agamanya dan kehormatannya.” – Shahih Muslim nomor 1599 (كتاب المساقاة),  Sahih al-Bukhari nomor 52 (كتاب الإيمان).

Akan tetapi, jika lapisan itu murni dari emas dan tidak ada campuran lainnya, maka hukumnya lebih dekat kepada haram.

Syaikh Ibnu Utsaimin, Kitab ad-Da’wah, nomor 5, 2/ 75-76.

Dinukil dari:

  • Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hal. 67. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer