Hukum Gambar dan Foto Dalam Islam

Apa hukum gambar atau foto untuk disimpan sebagai kenangan?

Hukum Menyimpan Gambar atau Foto untuk Kenangan adalah Haram

Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam telah menjelaskan bahwa malaikat enggan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar. Hal ini menunjukkan bahwa menyimpan gambar atau foto di dalam rumah hukumnya adalah haram. Semoga Allah memberi kita pertolongan.

Al-Majmu ‘ats-Tsamin, juz. I hal. 200, Ibnu ‘Utsaimin.

Adapun mengambil gambar dengan menggunakan alat fotografi, maka hal itu diperbolehkan karena tidak termasuk pada perbuatan melukis. Yang menjadi pertanyaan adalah,

Apa maksud dari pengambilan gambar tersebut?

Jika pengambilan gambar (pemotretan) itu dimaksudkan agar dimiliki oleh seseorang meskipun hanya dijadikan sebagai kenangan, maka pengambilan gambar tersebut hukumnya menjadi haram, hal itu dikarenakan segala macam sarana tergantung dari tujuan untuk apa sarana tersebut digunakan, sedangkan memiliki gambar hukumnya adalah haram.

Karena Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam telah menjelaskan bahwa malaikat enggan memasuki rumah yang ada gambar di dalamnya, di mana hal itu menunjukkan kepada haramnya memiliki dan meletakkan gambar di dalam rumah.

Adapun menggantungkan gambar atau foto di dinding adalah haram hukumnya sehingga tidak diperbolehkan untuk menggantungnya meskipun sekedar untuk kenangan, karena malaikat enggan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar.

Fatwa-Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin yang beliau tandatangani. – Khalid al-Juraisi, Fatwa-Fatwa Terkini, (Jakarta : Darul Haq, 1437 H/ 2016 M), hal. 67. – Kitab terjemah dari judul asli: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram

Hukum Gambar Haram dalam Islam berdasar Dalil Al-Qur’an

Allah عزَ وجل berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا

Terjemah:
“Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan adzab yang menghinakan bagi mereka.” – Q.S. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) [33]: 57.

Dalam “At-Tafsirul Muyassaru – mushaf al-Madinah an-Nabawiah” dalam menafsirkan ayat ini, ditegaskan bahwa, “Sungguh, orang-orang yang menyakiti Allah dengan melakukan kesyirikan atau kemaksiatan lain serta menyakiti Rasulullah dengan ucapan dan perbuatan, Allah pasti akan menjauhkan mereka dari setiap kebaikan di dunia dan akhirat serta menyiapkan azab yang menghinakan mereka di akhirat.”

Dalam “Hukum Musik & Gambar berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah” (Pustaka Ibnu ‘Umar) disebutkan bahwa, “‘Ikrimah mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang yang menggambar makhluk bernyawa. – Hadits riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dalam al-Hilyah.”

Hukum Gambar Haram dalam Islam berdasar Dalil Hadits

hadits pendek tentang menggambar
Hadits pendek tentang larangan menggambar.

Dalam ash-Shahiihaiin (al-Bukhari dan Muslim) Diriwayatkan dari Abu Sa’id رضي الله عنهما, ia berkata, “Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

اِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ

Transliterasi matan hadits:
Inna asyaddannaas ‘Adzaban Yauwmal Qiyaamah al-Mushawwiruun.

Terjemah hadits:
“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat adalah al-Mushawwiruun (orang-orang yang menggambar [makhluk yang bernyawa]).” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.


Dalam ash-Shahiihaiin (al-Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما, dia berkata, “Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَصْنَعُنَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهـُمْ أَحْيُوْا مَا خَلَقْتُمْ.

Terjemah hadits:
‘Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar (makhluk bernyawa) akan disiksa pada hari kiamat dengan dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan itu’.’ – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. – Pustaka Ibnu ‘Umar, Hukum Musik & Gambar berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, (Pustaka Ibnu ‘Umar : 1436 H/ 2015 M), hlm. 21.


Dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما dia berkata, “Aku mendengar Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ صَوَّرَ صُوْرَةً فِيْ الدُّنْيَا كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيْهَا الرُّوْحَ وَلَيْسَ بِنَا فِخٍ

Terjemah hadits:
‘Barangsiapa menggambar suatu gambar di dunia, maka (pada hari kiamat) dia akan dibebankan untuk meniupkan ruh kedalam gambar itu, sementara dia tidak akan mampu meniupkannya.'” – Hadits Muttafaq ‘Alaih – Pustaka Ibnu ‘Umar, Hukum Musik & Gambar berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, (Pustaka Ibnu ‘Umar : 1436 H/ 2015 M), hlm. 23.


كُلُّ مُصَوِّرٍ فِى النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِيْ جَهَنَّمَ.

Terjemah,
“Setiap tukang gambar berada di Neraka. Allah mewujudkan setiap gambar yang digambar oleh si tukang gambar, lalu penampakan gambar-gambar itu menyiksanya di neraka jahannam.” – Pustaka Ibnu ‘Umar, Hukum Musik & Gambar berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, (Pustaka Ibnu ‘Umar : 1436 H/ 2015 M), hlm. 24.


al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah ‎صلى الله عليه وسلم berdabda,

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يُجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صُوَّرَهَا نَفْسٌ يُعَذَّبُ بِهَا فِيْ جَهَنَّمَ

Terjemah:
‘Setiap penggambar berada dalam Neraka, setiap Gambar yang dibuatnya akan diberi nyawa guna menyiksa dirinya di dalam Neraka Jahannam.’” — Lafazh ini dinukil dari Syaikh Muhammad at-Tamimi, Kitab at-Tauhid al Ladzi huwa Haqqullah ‘ala al-‘Abid, hal. 184. Edisi bahasa Indonesia. — Lihat juga Shahih Muslim nomor 2109 dan 2110.


Dari hadits al-‘Alaa bin ‘Abdirrahman dari ayahnya dari Abu Hurairah رضى الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

يَجْمَعُ الله النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَا مَتِ فِيْ صَعِيْدٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَطَّلِعُ عَلَيْهِمْ رَبُّ الْعَلَمِيْنَ وَيَقُوْلُ أَلَا يَتبَعُ كُلُّ إنْسَانٍ مَا كَنُوْا يَعْبُدُوْنَهُ. فَيُمَثَّلُ لِصَاحِبِ الصَّلِيْبِ صَلِيْبُهُ وَلِصَاحِبِ التَّصَاوِيْرِ تَصَا وِيرُهُ وَلِصَاحِبِ النَّارِ نَارُهُ فَيَتْبَعُوْنَ مَا كَنُوْا يَعْبُدُوْنَ

Terjemah:
“Allah mengumpulkan manusia pada Hari Kiamat di satu tanah datar. Kemudian Allah Rabb semesta alam menghadap kepada mereka seraya berfirman: ‘Setiap manusia hendaklah mengikuti sesembahan mereka di dunia’. Maka salib dijelmakan untuk para penyembah salib. Gambar pun dijelmakan untuk para penyembah gambar. Dan api pun dijelmakan bagi para penyembah api. Lalu mereka pun mengikuti apa yang mereka sembah.” – at-Tirmidzi, dia berkata hadits hasan shahih.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.