Selasa, September 28, 2021
BerandaOpiniHidup Sempit Dalam Ketergantungan

Hidup Sempit Dalam Ketergantungan

“Kalau seragam itu tidak ada, masih bisa dapet penghasilan nggak?”

Affan Umar

Teman muslim yang tengah bercita-cita atas suatu hal, misal profesi tertentu. Bersikap sewajarnya saja dalam mengejar hal itu.

Menurut hemat saya, yang penting adalah bagaimana seseorang itu setelah “jadi PNS”, “jadi pelaku usaha”, “jadi tentara”, “jadi polisi”, “jadi perawat”, dan sebagainya dapat produktif serta meningkatkan kinerja dan kompetensi.

Kemudian, apa yang diperoleh dapat bermanfaat untuk orang banyak. Minimal untuk memenuhi hajat diri sendiri serta orang-orang yang secara taklif (perintah agama) menjadi tanggungannya.

Sebab bekerja itu bukan tentang pamer seragam dalam bingkai foto dinding mau pun beranda media sosial. Atau bisa juga dalam bentuk lain, misal bangga dengan ID card pegawai sembari swafoto.

Ikhwani fillah, ini tuh cuma dunia aja, berapa siiih nilainya?

Coba berpikir ilmiah dan berbuat sesuatu yang mencerminkan bahwa Anda adalah orang yang pernah sekolah, memahami adab, dan akhlaq.

Silakan renungi: “Jika seragam itu tidak ada, apakah Anda masih dapat memperoleh penghasilan?”

Kalau jawabannya “Pencaharian saya, hanya ini satu-satunya.” Maka sebesar itu lah ketergantungan Anda.

Hidup dalam ketergantungan, lantas apa yang dibanggakan?

Affan Umar
Disclaimer kategori Opini
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umarhttps://temanshalih.com
Penulis Artikel: Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. // Disclaimer Penulis // Biografi penulis: Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019; Analis Kerja Sama Luar Negeri Jakarta Pusat 2021 ; Tim developer website Minamata Convention PBB Jakarta Pusat 2021.
KONTEN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -