Haruskah Dia Menunggu Lebih Lama?

Allāh جل جلاله berfirman,

‎وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Terjemah:Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepadamu agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. …” – Q.S. Al-‘Isra (Memperjalankan di Malam Hari) [17]: 23.

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Terjemah hadits:Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” – Hadits Hasan: Riwayat at-Tirmidzi nomor 1899 (كتاب البر والصلة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم).

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal

Dia, disaat mencuci pakaian kotor, seolah rasa lelah tidak pernah menghampiri sedikitpun bukan lain karena dia teringat keceriaan seseorang yang memakai pakaian itu nantinya.

Ketika memasak, seolah panas minyak tidak pernah melompat keatas lengannya tatkala ia teringat seseorang yang akan meminta bagian makanan lebih “nambah” sebab cita rasa hidangan yang begitu lezat disantap.

Sementara itu, haruskah dia – Ibu yang tatkala sakit datang menimpanya, yang sedang berbaring lemah “meminta tolong” dan mengharap belas kasih anak-anaknya untuk sekedar membelikan obat?

Haruskah ibu mendengar kata “nanti dulu” dan menunggu lebih lama, mengalah terhadap koleksi games (permainan) yang ada dalam genggaman tangan (HP dan gadget semisal) anak-anaknya?

Atau haruskah ibu tersiksa hatinya tatkala menunggu kehadiran anak-anaknya di rumah, sementara mereka asyik menghabiskan waktu di luar, asyik dengan rencana-rencana “Besok udah masuk sekolah (kuliah, kerja) jalan kemana lagi kita bro?

SubhanAllah (Maha Suci Allah) dari kedurhakaan yang diperbuat manusia.

Maraaji’ (Senarai Pustaka):

  1. Kitab suci Al-Qur’an;
  2. Jami at-Tirmidzi kitab al-Birr.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra, S.Kom. Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas Amikom Yogyakarta 2013; Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura 2017 - Sekarang.