Harus Dilakukan Sebelum Usia 28 Tahun

Seseorang berakhir masa perkembangan akalnya pada usia 28 (duapuluh delapan) tahun. Maka sungguh merugi para pemuda (mukallaf) yang menghabiskan masa mudanya dalam urusan sia-sia yang banyak menghabiskan waktu dan tenaga.

Berbahagialah mereka yang telah dikaruniai oleh Allāh عَزَّ وَجَلَّ akal yang cemerlang untuk memikirkan nasehat-nasehat Allāh عَزَّ وَجَلَّ.

Hawa Nafsu Mengajak Kepada Kenikmatan Semu

Mereka (yang berbahagia) yang mendahulukan akal daripada hawa nafsu, sebab hawa nafsu itu cenderung mengajak kepada kenikmatan semu yang sifatnya sementara tanpa berpikir panjang tentang akibatnya.

Dia hanya ingin mendapatkan kenikmatan syahwat seketika itu juga, sekalipun sebenarnya dia adalah penyebab kesengsaraan di dunia dan akhirat.

Orang yang akalnya sehat sudah barang tentu menahan jiwa untuk merasakan kenikmatan yang dapat menyebabkan kesengsaraan. Dia juga akan meninggalkan keinginan syahwat yang menimbulkan penyesalan.

Apabila Hawa Nafsu Menguasai

Apabila seorang yang berakal telah mengetahui bahwa hawa nafsu lebih sering menguasai, maka dia harus selalu meletakkan akal sebagai hakim pada semua masalah yang dihadapi.

Sebab akal juga yang akan memerintahkan seseorang untuk lebih berhati-hati ketika terjerembab dalam masalah yang penuh tipuan, sehingga dia berhasil selamat dari keburukan yang akan membinasakannya.

Ikhtisar:

  • Ibnul Jauzy, Belenggu Nafsu; Kiat-Kiat Jitu Membebaskan Diri dari Syahwat, (Jakarta Selatan : Pustaka Azzam, 1434 H/2013 M), hal. 20-29.
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.