Hadits tentang Puasa Ramadhan: Arab, Latin, Terjemah & Sanad

Hadits tentang puasa Ramadhan dihimpun dalam artikel ini. Menampilkan hadits lengkap dengan matan (teks hadits), terjemah, sanad, serta kitab sumber pengambilan hadits.

Untuk memudahkan mencari konten sesuai dengan yang anda butuhkan, gunakanlah panduan daftar isi berikut ini:

1. Hadits Ramadhan Pintu Surga Dibuka

Hadits puasa ramadhan pintu surga dibuka
Hadits puasa Ramadhan: Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaithan dibelenggu.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Terjemah: “Jika telah tiba bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan dibelenggu.” – Sahih Muslim nomor 1079 (كتاب الصيام), Sunan an-Nasa’i nomor 2098 (كتاب الصيام).

2. Hadits Ramadhan Diberi Ampunan

Hadits puasa ramadhan diberi ampunan
Hadits puasa Ramadhan: Diberi ampunan atas doa yang telah diperbuat.

Hadits tentang Ramadhan selanjutnya masih dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Terjemah: “Barangsiapa mengerjakan puasa Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharap pahala, maka ia diberi ampunan atas dosa yang telah ia lakukan.” – Sahih al-Bukhari nomor 38 (كتاب الإيمان) dan Sahih Muslim nomor 760 (كتاب صلاة المسافرين وقصرها).

Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yakni berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa (beban taklif atas seorang mukallaf). Sedangkan yang dimaksud (احْتِسَابًا) ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Artinya pelaksanaan puasa yang didasari oleh keimanan kepada Allah dan kerelaan atas kewajiban puasa yang dibebankan atas dirinya (taklif) serta karena mengharap dan menghitung pahala yang akan diberikan oleh Allah, tidak benci terhadap kewajiban ini dan juga tidak ragu terhadap pahalanya. Jika hal-hal tersebut dilakukan, maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa yang terlanjur dilakukan.

3. Hadits Puasa Diampuni Antara Dua Ramadhan

Hadits puasa ramadhan dihapuskan dosa
Hadits puasa Ramadhan: Dihapuskan dosa antara dua Ramadhan.

Dalam Shahih Muslim disebutkan riwayat dari Abu Hurairah radhiy allaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

Terjemah: “Shalat yang lima (waktu), Jumat ke Jumat berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menghapuskan (dosa-dosa) yang ada di antara keduanya, jika dosa-dosa besar dijauhi.” – Sahih Muslim nomor 233 (كتاب الطهارة).

4. Hadits Puasa untuk Allah Ta’ala

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ ‏.‏ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Terjemah: “Setiap amal perbuatan anak Adam menjadi miliknya yang dilipatgandakan kebaikannya (pahalanya) sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia milik-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri. Orang yang berpuasa itu meninggalkan nafsu dan makanannya demi Aku’. Bagi orang yang berpuasa akan meperoleh dua kebahagiaan yakni kebahagiaan saat dia ifthar (berbuka) dan kebahagiaan tatkala berjumpa dengan Rabb-nya. Sungguh khuluf (bau mulut orang yang berpuasa) lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” – Sahih Muslim nomor 1151 (كتاب الصيام) dari Shahabat Abu Hurairah radhiy allaahu ‘anhu.

5. Hadits Puasa adalah Perisai (Tameng)

Hadits puasa ramadhan periasi

Imam Ahmad dengan isnad hasan meriwayatkan dari Jabir radhiy allaahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Terjemah: “Puasa adalah perisai yang dapat digunakan oleh hamba untuk melindungi diri dari neraka.”

Maksudnya adalah pelindung yang akan menjaga dan melindungi orang yang berpuasa dari perbuatan kesia-siaan dan perbuatan kotor, atau kebiasaan-kebiasaan buruk selama ramadhan.

Oleh karena itu Nabi bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak.

Artinya kalau di luar bulan Ramadhan saja harus menjaga lisan dengan berkata baik, terlebih lagi ketika bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Transliterasi: ash-Shiyaamu junnah!

Terjemah: “Berpuasa adalah tameng!” – H.R. Muslim nomor 1151.

6. Hadits Puasa dan Al-Qur’an adalah Syafa’at

Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

Terjemah: “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” – HR. Ahmad, Shahih At-Targhib nomor 1429.

7. Hadits Menjaga Puasa dari Perkataan Dusta

Untuk dusta sebagai pembagian jenis-jenisnya, lihat Tiga Macam Dusta.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu-‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Terjemah hadits: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” Hadits Shahih: H.R. Bukhari nomor 1903, 6057, Sunan Abi Dawud nomor 2362 (كتاب الصوم), Jami at-Tirmidzi nomor 707 (كتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), Sunan Ibnu Majah nomor 1689, ini lafazh Bukhari.

8. Dijauhkan dari Neraka Sepanjang Perjalanan 70 Tahun

Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عبدٍ يصومُ يوْماً في سبِيلِ اللَّهِ إلاَّ بَاعَدَ اللَّه بِذلكَ اليَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سبْعِين خَرِيفاً

Terjemah: “Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah Ta’ala kecuali Allah akan menjauhkan dia dari neraka sepanjang perjalanan 70 tahun.” – H.R. Bukhari nomor 2840, Muslim nomor 1153 (كتاب الصيام), Sunan an-Nasa’i nomor 2251 (كتاب الصيام) lafazh ini milik Muslim, dari shahabat Abu Said al-Khudri radhiyallaahu ‘amhuma.

9. Puasa Sebagai Tameng dari Perbuatan Haram

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam pernah memberi pengarahan kepada para syabab (pemuda), beliau bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ؛ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Terjemah: “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu untuk berhubungan badan dan mampu untuk menafkahi istrinya maka hendaklah dia segera menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangannya dan lebih menjaga kemaluannya, dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah penghalang baginya dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.” – Hadits Shahih: H.R. Bukhari nomor 5066 (كتاب النكاح), Muslim nomor 1400 (كتاب النكاح), Sunan Ibnu Majah nomor 1845, Sunan Abi Dawud nomor 2046 (كتاب النكاح).

10. Masuk Surga melalui Ar-Rayyan

Dari shahabat Sahl bin Sa’di radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَدْخُلُونَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Terjemah: “Sesungguhnya di al-Jannah (nama surga) ada pintu yang disebut ar-Rayyan hanya orang-orang yang berpuasa yang memasukinya pada hari Kiamat. Selain mereka, tidak ada lagi yang memasukinya. Nanti akan diseru: Mana orang-orang yang berpuasa? Dan ketika orang tereakhir dari mereka masuk, maka akan ditutup dan tidak seorang pun akan memasukinya.” – H.R. Muslim nomor 1152.

11. Pahala Dilipatgandakan Hingga 700 Kali

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

‏ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِ

Terjemah: “Setiap amal perbuatan anak Adam menjadi miliknya yang dilipat gandakan kebaikannya (pahalanya) sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali puasa, karena sesungguhnya ia milik-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri. Orang yang berpuasa meninggalkan nafsu dan makannya demi Aku.'” H.R. Muslim nomor 1151 (باب فَضْلِ الصِّيَامِ).

12. Dalam Sahur ada Berkah

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu’anhu, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

‏ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِبَرَكَةً ‏

Translierasi: Tasahhar, fainna fis sahur barakah.

Terjemah: “Sahur-lah, sesungguhnya pada sahur itu ada berkah.” – H.R. Bukhari nomor 1923.

13. Menyegerakan Ifthar apabila Sudah Waktunya

Dari Sahl bin Sa’di radhiyallaahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

‏ لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Terjemah: “Orang-orang akan tetap berada di jalan yang benar selama mereka mempercepat ifthar (berbuka puasa).” – H.R. Bukhari nomor 1957.

Demikianlah hadits pendek tentang puasa Ramadhan.

Diintisarikan dari: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. 2019 M. Majalisus Syahri Ramadhan (Kajian Ramadhan). Sukoharjo: Al-Qowam. Penerjemah: Salafuddin Abu Sayyid.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.