Hadits Pendek Suamimu Surgamu dan Nerakamu

Hadits pendek tentang “suami surgamu dan nerakamu” ini merupakan hadits shahih.

فَانْظُرِيْ أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Transliterasi matan hadits:
“Fanzhuri ayna minhu, fainnamaa huwa jannatuki wannaruki.”

Terjemah hadits:
“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya, karena suamimu (merupakan) surgamu dan nerakamu.” – Hadits Shahih: H.R. Ibnu Abi Syaibah (VI/233, nomor 17293), An-Nasa’i dalam ‘Isyratin Nisaa’ nomor 76-83, Ahmad (IV/341), Al-Hakim (II/189), Al-Baihaqi (VII/291), dari bibinya Husain bin Mihshan radhiyallaahu ‘anhuma. Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih.” Disepakati oleh Adz-Dzahabi.

Dikisahkan pada zaman Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam, ada seorang wanita yang datang dan mengadukan perlakuan suaminya kepada Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam.

Dari Hushain bin Mihshan, bahwasanya saudara perempuan dari bapaknya (yaitu bibinya) pernah mendatangi Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam karena ada suatu keperluan.

Setelah ia menyelesaikan keperluannya, Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah bersuami?” Ia menjawab, “Sudah.” Beliau bertanya lagi, “Bagaimana sikapmu kepada suamimu?” Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi (haknya) kecuali aku tidak mampu mengerjakannya.” Maka, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya, karena suamimu (merupakan) surgamu dan nerakamu.”

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal

Hadits ini menggambarkan perintah Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam untuk memperhatikan hak suami yang harus dipenuhi istrinya karena suami adalah surga dan neraka bagi istri.

Apabila istri taat kepada suami, maka ia akan masuk surga. Tetapi jika ia mengabaikan hak suami, tidak taat kepada suami, maka dapat menyebabkan istri terjatuh kedalam jurang neraka. Nas-alullaahas Salaamah wal ‘Aafiyah.

Ketaatan kepada suami tidak bersifat mutlak, hanya disyaratkan selama dalam ketaatan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan tidak mengandung kemaksiatan.

Jadi apabila suami menyuruh istri melakukan kemaksiatan seperti melepas jilbab, meninggalkan shalat, menggauli-nya pada duburnya (anal seks: memasukkan penis suami kedalam lubang anus istri. Adalah perbuatan yang dilarang, walaupun istri menyukainya atau sekedar ingin mencoba sensasinya), maka istri tidak boleh mematuhinya.

hadits pendek: tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan
Dalil hadits pendek tentang tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah.

Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

Transliterasi matan hadits:
Laa thaata fii ma’shiyatillah, innama tha’ah fil ma’ruuf.

Terjemah hadits:
“Tidak ada ketaatan di dalam kemaksiatan kepada Allah sesungguhnya ketaatan hanya di dalam hal yang ma’ruf.” – Hadits Shahih: H.R. Al-Bukhari nomor 4340, 7257, Muslim nomor 1840, Ahmad (I/94), Abu Dawud nomor 2625, dan An-Nasa’i (VII/159-160), dari Shahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu.

Maraaji’:
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1434 H/2001 M. Hadiah Istimewa Menuju Keluarga Sakinah. Bogor: Media Tarbiyah. hal. 112-113.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra

Muhammad Ersad Saputra, S.Kom. Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas Amikom Yogyakarta 2013; Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura 2017 - Sekarang.