Hadits Pendek Larangan Memukul Wajah Istri

Hadits pendek larangan memukul wajah istri. Hadits ini termasuk kedalam hadits yang sifatnya nahy (larangan).

لاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ

Transliterasi matan hadits:
Laa tadhribil wajha!

Terjemah hadits:
“Jangan memukul wajah!”

Lengkapnya, dari Hakim bin Mu’awiyah, dari ayahnya berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ قَالَ ‏”‏أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ”‏

Terjemah hadits:
“Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa kewajiban seseorang dari kami terhadap istrinya?’ Beliau menjawab, ‘Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, jangan memukul wajah (وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ), jangan menjelek-jelekkan, dan jangan menghukum kecuali masih dalam rumah (وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ)’.” Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Riwayat Abi Dawud nomor 2142 kitab Nikah.

Hadits pendek larangan memukul wajah istri ini menunjukkab bawha sudah seharusnya seorang suami meluruskan niat dalam memimpin anggota keluarganya.

Apakah benar-benar tulus membimbing istrinya dan berusaha mencontoh makhluk yang paling utama dari semua makhluk yakni Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam?

Sebagaimana beliau shalallaahu ‘alayhi wa sallam mencintai istrinya Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiy allaahu ‘anha, seluruh anggota keluarganya, dan para Shahabat-nya radhiy allaahu ta’aala ‘anhum.

Terjadi kekerasan di dalam rumah tangga, disebabkan kaum Muslimin (laki-laki dan perempuan) jauh dari -bahkan menyelisihi- pedoman hidup Sunnah Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam.

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal

Alifkha Shely

Alifkha Shely

Alifkha Shely Septikasari, S.Hut. Lulusan S1 Kehutanan - Universitas Gadjah Mada 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *