Hadits Pendek: Larangan Banyak Tertawa

Hadits pendek ini tentang larangan banyak tertawa. Ini merupakan hadits pendek dalam kategori larangan (nahy).

Apabila pada diri seorang Muslim didapati sikap yang gemar tertawa atau bahkan banyak tertawa (ad-Dhahak) niscaya itu menyebabkan matinya hati. Yakni seseorang itu menjadi sulit untuk membedakan mana yang ma’ruf dan mana yang munkar.

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal

Banyak tertawa juga dapat menyebabkan hilangnya wibawa, menunjukkan dirinya lemah dalam pendidikan dan menandakan dirinya jauh dari kesungguhan.

‏ لاَ تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Transliterasi matan hadits: Laa tuktsirudh dhahika fa-inna katsratad dhahika tumiytul qulb.

Terjemah hadits: “Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tawa akan mematikan hati.” ~Hadits Hasan: Riwayat at-Tirmidzi dan Ahmad dalam Musnadnya dalam kitab al-Jami’ nomor 7435, Sunan Ibnu Majah, Kitab Az-Zuhd nomor  4193.

Yang dimaksud dengan mematikan hati adalah menjadikan hati lalai untuk mengingat Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) dan lalai kepada kehidupan akhirat.

Apabila hati manusia lalai dalam mengingat Allah, maka sesungguhnya kematian lebih dekat kepadanya daripada kehidupan, dan ia pun terlambat dalam menyadari akan keberadaan Pembunuh yang tidak pernah mati, yakni api neraka.

Berdasar dalil hadits tentang larangan banyak tertawa tersebut, diketahui bahwa Islam tidak melarang ummat-nya menggunakan sedikit dari waktu mereka untuk bercanda (bergurau). Akan tetapi Islam juga mengatur adab-adabnya.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.