Senin, Oktober 18, 2021
BerandaHadits PendekKumpulan 40 Hadits Pendek Shahih Yang Mudah Dihapal Anak

Kumpulan 40 Hadits Pendek Shahih Yang Mudah Dihapal Anak

Kumpulan hadits pendek shahih Bukhari dan Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Serta hadits pendek tentang sabar dan tentang cinta pun telah kami muat.

Telah dihimpun kumpulan 40 hadits pendek lengkap dengan keterangan derajat hadits, nomor, dan sumber kitab.

Untuk memudahkan anda dalam membaca artikel tentang kumpulan hadis pendek, klik pada daftar isi di atas.

Hadits Pendek serta Mudah Dihapal

1. Hadits Pendek Tentang Sabar

Dalil pertama yang kami nukil adalah nash hadis tentang bersabar menahan diri dari gejolak amarah.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Terjemah: Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه‎‎ bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ‎صلى الله عليه وسلم : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi  ‎صلى الله عليه وسلم bersabda: “La Tagh-Dhob; Jangan marah!” — H.R. Bukhari.

2. Berbagi Hadiah

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

Transliterasi: Tahaaduu tahabbuu.

Terjemah: “Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” – Hadits Hasan (Al-Albani): Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 594 (الأدب المفرد).

Adanya hadits berbagi hadiah adalah bukti nyata kesempurnaan ajaran Islam, bahkan dapat dilakukan ketika taaruf.

Namun ada kalanya seseorang yang diberi hadiah merasa berat untuk menerima pemberian dari orang lain, lantas bagaimanakah cara menolak hadiah sesuai sunnah?

Bacalah konten mengenai cara menolak hadiah sesuai sunnah Rasulullah.

3. Pemahaman Agama Sebelum Kebaikan

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Transliterasi: Mayyuridillaahu bihi khayran yufaqqihu fiddiin.

Terjemah: “Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allāh, maka Allāh akan memahamkannya (diberi kepahaman) dalam urusan agama. …” – Shahih Muslim 1037 (كتاب الزكاة).

4. Mengikuti Sunnah Rasulullah

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْحِ أَمرُنَا فَحُوَ رَدُّ

Transltierasi: Man ‘amila ‘amalan laysa ‘alayhi amrunaa fahuwa raddu.

Dari ‘Aisyah (رضي الله عنها) berkata: “Rasulullāh (‎صلى الله عليه وسلم) bersabda: ‘Barangsiapa yang melakukan sebuah amal perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami maka amal perbuatan itu tertolak!’.” – Shahih Muslim 1718 (كتاب الأقضية), al-Qowa’id al-Fiqhiyyah. II/26.

5. Dilarang Menggambar Makhluk Hidup Bernyawa

Dalam ash-Shahiihaiin (al-Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Sa’id رضي الله عنهما, dia berkata, Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

اِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ

Transliterasi: Inna asyaddannaas ‘adzaban yawmal qiyaamah al-Mushowwiruun.

Terjemah: “Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat adalah al-Mushowwiruun (orang-orang yang menggambar makhluk yang bernyawa).” – Hadits Muttafaq ‘Alaih: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Sunan an-Nasa’i 5357, 5364, Sahih al-Bukhari 5950, 6109, Shahih Muslim 2107.

6. Hadits Pendek Tentang Cinta

‎إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ إِيَّاهُ

Transliterasi: Idza ahabba ahadukum akhohu fal yu’limhu iyaahu.

Terjemah: “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberi tahu bahwa dia mencintainya.” – Hadits Hasan (al-Albani): at-Tirmidzi 2392 (كتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم). Hadits ini, dapat anda amalkan ketika telah menemukan kemantapan hati pada saat prosesi taaruf.

7. Niat Beramal

Dari ‘Umar bin Al-Khaththab, aku mendengar Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Transliterasi: Innamal a’maalu binniyyaati wa innamaa likullimri’in manaawa.

Terjemah: “Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niatnya, dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan  yang dia niatkan.  – Hadits Shahih (al-Albani): Shahih Bukhari nonor 1, 6689, 6953, Shahih Muslim 1907, Sunan Abi Dawud 2201, Sunan an-Nasa’i 3794.

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Transltierasi: Thalabul ‘ilmi fariidhatun ‘ala kulli muslimin.

Terjemah: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” – Shahih: Ibnu Majah 224 (كتاب المقدمة), dari Shahabat Anas bin Malik رضى الله عنه.

9. Perintah Istiqamah

قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ فَاسْتَقِمْ

Transliterasi: “Qul, ‘amantu billaah!’ fastaqim.”

Terjemah: “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian beristiqamahlah (berpegang teguh kepada ketaatan).” – Shahih Muslim 38.

10. Hadits Apabila Merasa Ragu

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ

Transliterasi: Da’maa yariibuka ila maa yariibuka.

Terjemah: “Tinggalkan apa yang engkau ragukan dan kerjakan apa yang engkau tidak ragu.” – Hadits Shaih (Darussalam): Sunan an-Nasa’i 5711, an-Nawawi, Jami at-Tirmidzi 2518 dengan lafazh (دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ); “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu, Karena sesungguhnya Kebenaran adalah Ketentraman dan Dusta adalah Keraguan.” Dari al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Transliterasi: Man dalla ‘ala khayrinn falahu mitslu akhri faa ‘ilihi.

Terjemah: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” – Shahih Muslim 1893 (كتاب الإمارة).

12. Menyampaikan Dalil

Dari Abdullah bin ‘Amr Al-‘Ash رضى الله عنه: Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Transliterasi: Ballighu ‘annii walaw aayat.

Terjemah hadits: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” – Sahih al-Bukhari 3461

13. Berpegang Kepada Sunnah

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ

Transliterasi: Fa’alaykum bisunnati wa sunnatil khulafaairrasyidiin al-Mahdiyiin.

Terjemah: “Hendaklah kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapat bimbingan (Petunjuk).” – Hasan (Darussalam):  Sunan Ibnu Majah 42 (كتاب المقدمة).

14. Berbuat Dosa Terang-terangan

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ

Transliterasi: Kullu ummati mu’aaffan, illa al-Mujaahiriin.

Terjemah: “Setiap umatku dosanya akan dimaafkan kecuali al-Mujaahiriin (orang yang berbuat dosa secara terang-terangan). …” – Shahih al-Bukhari 6069 (كتاب الأدب), Shahih Muslim 2990 (كتاب الزهد والرقائق) dengan lafazh (كُلُّ أُمَّتِي مُعَافَاةٌ إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ).

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Transliterasi: Man salaka thariqan yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallaahu lahu thariqan ilal Jannah.

Terjemah: “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allāh mudahkan jalannya menuju Jannah (nama Surga). …” — Sahih (Darussalam): Jami` at-Tirmidzi 2646 (كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎.

‎مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Terjemah: “Barang siapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allāh memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” – Sahih (Darussalam): Jami` at-Tirmidzi 2646 (كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم), lihat juga Sunan Abi Dawud 3641, 3643 (كتاب العلم).

17. Berkata Baik atau Diam

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Transliterasi matan: Wa Man Kaana Yu’minu Billaahi Wal Yawmil-Akhir Falyaqul Khayran aw Liyashmut.

Terjemah: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” — H.R. Bukhari, Muslim.

18. Berkata Baik adalah Sedekah

Rasulullāh (‎صلى الله عليه وسلم) bersabda,

‎الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

Transliterasi matan: al Kalimatu Thayyibah Shadaqah.

Terjemah Hadits: “… Perkataan yang baik adalah sedekah …” — Shahih Bukhari 2989 (كتاب الجهاد والسير)

19. Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

Transliterasi matan: Min Husni Islami al-Mar’i Tarkuhu Maa Laa Ya’nihi.

Terjemah matan hadits: “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah dia meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya.” — H.R. At-Tirmidzi.

20. Berlepas Diri dari Kaum Kuffar

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Transliterasi: Man tasabbaha biqawmin fahua minhum.

Terjemah: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, 4031. Bulugh al-Maram, 1514.

21. Berbuat Baik

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Transliterasi: Laa yu’minu ahadukum hatta yuhibbul akhihi ma yuhibbul nafsihi.

Terjemah: “Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian, sampai ia suka sekali berbuat yang baik kepada saudaranya, sebagaimana dia suka diperlakukan baik pula oleh saudaranya.” — H.R. Bukhari, Muslim.

22. Larangan Bunuh Diri

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِيْ الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Transliterasi matan hadits: Man Qatala Nafsahu Bisyai’in Fi Dunya ‘Uzziba Bihi Yawmal Qiyaamah.

Terjemah hadits: “Barangsiapa yang bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan diadzab dengannya pada hari Kiamat (dengan cara seperti itu pula).” — Shahih: al-Bukhari 1363, Muslim 110 & 176, dari Tsabit bin ad-Dhahhak رضى الله عنه. Ini lafazh Muslim.

23. Pertanggungjawaban Pemimpin

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Terjemah: “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian bertanggung jawab atas yang ia pimpin … seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas keluarganya … Ketahuilah setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin.” – Shahih Muslim 1829 (كتاب الإمارة).

24. Memilih Teman

Dari Abu Hurairah رضى الله عنه, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Transliterasi: Arrajulu ‘ala diini khalilii fal yandzhur ahadukum man yukhalil.

Terjemah: “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.” — Hasan (Al-Albani): Abu Dawud 4833 (كتاب الأدب).

25. Memilih Sahabat

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

اَلْمَرْءُ عَلَىٰ دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Terjemah: “Seseorang itu tergantung dari Agama sahabat karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat karib.” — Hasan: Abu Dawud 4833, at-Tirmidzi 2378.

26. Jika Tidak Niat Jihad, Mati Dalam Kemunafikan

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

Transliterasi: man maata walam yaghzu walam yuhaddits bihi nafsahu maata ‘ala syu’batin min nifaaq.

Terjemah: “Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan ia tidak pernah ikut berperang, dan tidak terbetik di dalam benaknya (hatinya) untuk berperang, maka matinya termasuk dalam satu cabang nifaq (kemunafikan).” — Shahih: Muslim 1910, Abu Dawud 2502, an-Nasa’i (VI/8), Ahmad (II/374), dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎.

27. Pahala Mati Syahid

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

‎لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُحَلَّى حُلَّةَ الإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ

Terjemah: “Orang yang mati syahid di sisi Allāh mendapat enam keutamaan: (1) Diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama, (2) Dapat melihat tempatnya di Surga, (3) Akan dilindungi dari adzab kubur, (4) Diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari Kiamat, (5) Diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari, dan (6) Dapat memberikan syafa’at kepada 70 orang keluarganya.” — Hasan: Ibnu Majah no. 2799 (كتاب الجهاد) dari Miqdam bin Ma’di Kariba رضي الله عنه‎‎.

28. Berharaplah

إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ

Transliterasi: Innalaka mah-tasabta!

Terjemah: “Sungguh bagimu apa yang engkau harapkan!” — Shahih: Muslim 663.

29. Kriteria Perempuan Idaman

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Terjemah: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara: (1) karena hartanya, (2) karena keturunannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena Agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu beruntung.” — Sahih al-Bukhari 5090 dari Shahabat Abu Hurairah (كتاب النكاح).

30. Mengikat Ilmu dengan Menulis

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابَةِ

Transliterasi matan hadits: Qayyidul ‘ilmi bil kitabah.

Terjemah: “Kalian ikatlah ilmu dengan menulisnya.” — Diriwayatkan oleh ad-Darimi 497.

31. Mengingat Kematian

Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda,

(أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ (يَعْنِيْ الْمَوْتُ

Transliterasi: Aktsiru dzikra hadzimil ladzaati (ya’ni al-Maut).

Terjemah: “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian).” – Hasan Shahih: H.R. Ahmad (II/ 293), At-Tirmidzi 2307, dan Ibnu Majah 4258, An-Nasa’i (IV/ 301), dari Shahabat Abu Hurairah رضى الله عنه (dinukil dari buku Waktumu Dihabiskan untuk Apa, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas).

32. Nikmat Sehat dan Waktu Luang

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Transliterasi: Ni’matani maghbunun fiihimaa katsirun minanaas: ash-shihhat wal farghu.

Terjemah: “Dua nikmat, yang manusia banyak tertipu dengannya: yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” – Shahih: H.R. Al-Bukhari 6412, at-Tirmidzi 2304, Ibnu Majah 4170, Ahmad (I/ 258, 344), ad-Darimi (II/ 297), al-Hakim (IV/ 306), dan lainnya, dari Shahabat Ibnu ‘Abbas رضى الله عنهما

33. Bahaya Mendekati Penguasa

مَنْ أَتَى أَبْوَابَ السُّلْطَانِ افْتَتَنَ

Transliterasi: Man ata abwabas sulthaani aftatan.

Terjemah: “Barangsiapa yang mendekati atau masuk kepada penguasa, maka dia terfitnah.” – Hasan: H.R. Ahmad (II/ 371) dan at-Tirmidzi 2256, dari Shahabat Abu Hurairah رضى الله عنه. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah 1272.

34. Perintah Bersiwak

Berikut ini adalah hadits yang menunjukkan ihwal perintah bersiwak:

أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي الـسِّوّاكِ

Transliterasi: Aktsartu ‘alaykum fis-siwak.

Terjemah: “Aku telah meminta kalian untuk memperbanyak bersiwak.” – Shahih: Al-Bukhari 888, kitab Al-Jum’ah.

35. Larangan Tasyabbuh

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Transliterasi: Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum.

Terjemah: “Barangsiapa tasyabbuh (menyerupai suatu kaum), maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, 4031. Bulugh al-Maram 1514.

36. Bidadari Surga

Nabi Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda tentang penghuni surga,

أَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ

Transliterasi matan hadits: Azwaajuhum al-Huru al-‘Iin.

Terjemah hadits: “Istri-istri mereka adalah bidadari-bidadari (al-Haura dan al-‘Iin).” – Sahih al-Bukhari 3327 (كتاب أحاديث الأنبياء).

37. Larangan Korupsi

Berikut ini adalah hadis pendek tentang larangan korupsi. Dari Umar bin al-Khaththab Radhiy-Allaahu-‘Anhu, Nabi Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda,

مَنْ غَلَّ مِنْهَا بَعِيرًا أَوْ شَاةً أُتِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ

Transliterasi hadits: Man Ghalla Minhaa Ba’iyran Awsyatan Utiya Bihi Yawmalqiyaamahti Yahmiluhu.

Terjemah hadits: “Barangsiapa yang berkhianat (dengan menggelapkan) unta atau kambing, maka dia datang pada hari kiamat dalam keadaan membawanya (barang yang digelapkan tersebut).” – Hadits Shahih Lighairihi: Riwayat Ahmad (III/498) dan Ibnu Majah 1810. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah 2354.

38. Manfaat Sholat Subuh

Hadits ke-38 ini secara khusus diangkat dalam artikel berjudul: “Sholat Subuh dan 61 Manfaatnya“. Di dalamnya terdapat 61 dalil yang secara khusus berbicara ihwal manfaat shalat Subuh.

Dari Umarah bin Ru’aibah Radhiy-Allaahu-‘Anhu, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu-‘Alayhi-Wa-Sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Transliterasi matan hadits: Lay-yalikhan-Naara Ahadun Shalla Qabla Thulu’isy-Syamsi Wa Qabla Ghurubihaa.

Terjemah hadits: “Tidak akan masuk ke dalam neraka orang yang sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” – Shahih Muslim 634 (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ).

39. Silaturahmi

Hadits ke-39 ini berbicara tentang ganjaran yang diperoleh seseorang dari menjalin silaturahmi. Dalam hadis pendek tentang silaturahmi ini dijelaskan tentang dua ganjaran yang diterima yakni: (1) diluaskan rizki; dan (2) dipanjangkan umur.

Nabi shalallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِيْ أَثْرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Transliterasi: Man ahabba ayyubsatha lahu firrizqihi, wayunsa’a lahu fii atsrihi fal yashil rahimahu.

Terjemah hadis pendek: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silautrahim.” – Hadits Shahih: Al-Bukari 5985, 5986 (كتاب الأدب), Muslim 2557 (كتاب البر والصلة والآداب), Abu Dawud 1963 (كتاب الزكاة), dari Shahabat Anas bin Malik radhiy-allaahu-anhu.

40. Musik Hukumnya Haram

اَلْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِى الْقُلْبِ

Transliterasi matan: AL-GHINAA’U YUNBITUN-NIFAAQ FIL QULB.

Terjemah matan: “Lagu dan nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati.” – Hadits Shahih: H.R. Ibnu Abi Dunya dalam Dzamul Malahi 21, al-Baihaqi (X/223), dan Ibnul Jauzi dalam Talbiis Ibliis hlm. 240. Lihat Tahriim Aalaat ath-Tharb oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullaah.

Akhiru kalam, demikianlah daftar kumpulan hadis pendek dan mudah dihapal. Hadits yang disusun secara berurutan dari nomor 1 sampai dengan 40.

Catatan penting:

  1. Hadits nomor 41 sampai 80, dapat diketahui dalam artikel: 80 Hadis Pendek dan Mudah Dihapal;
  2. Sebagai dasar untuk melatih kesabaran, gunakanlah pegangan hadits pendek tentang sabar dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih jika Anda adalah seorang kepala keluarga, maka jadilah laki-laki yang sabar;
  3. Bersabar lah dalam menuntut ilmu.

Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online informasi akademik muslim dan edukasi kontra terorisme. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

9 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -