Hadits Musik Haram

Hadits Musik Haram
Hadits musik haram: Lagu dan nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati.

Berikut ini adalah kumpulan hadits musik haram.

اَلْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِى الْقُلْبِ

Transliterasi matan:
AL-GHINAA’U YUNBITUN-NIFAAQ FIL QULBI.

Terjemah matan:
“Lagu dan nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati.” – Hadits Shahih: H.R. Ibnu Abi Dunya dalam Dzamul Malahi nomor 21, al-Baihaqi (X/223), dan Ibnul Jauzi dalam Talbiis Ibliis hlm. 240. Lihat Tahriim Aalaat ath-Tharb oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullaah.

Baca juga: Kumpulan Hadits Pendek yang Mudah Dihapal

Semua jenis alat musik diharamkan dalam Islam. Hanya ada satu alat musik yang boleh dimainkan, yaitu rebana. Itu pun hanya boleh dilakukan pada tiga keadaan: (1) ketika ‘Idul Fithri; (2) ‘Idul Adhha; dan (3) Walimatul ‘Urs (pesta pernikahan). Dengan syarat, rebana ini hanya boleh dimainkan oleh gadis-gadis kecil yang belum baligh.

Affan bin Umar

Penulis Artikel: Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. // Disclaimer Penulis // Biografi penulis: Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.