Hadits Menikah di Bulan Syawal Riwayat Muslim

Prosesi taaruf setelah bulan Ramadhan dapat dilakukan oleh para pemuda muslim. Hal itu berdasar hadits menikah di bulan syawal.

T.H.R.: Taaruf Setelah Ramadhan, Bulan Syawwal Waktunya Menikah.

TemanShalih.Com – “Hijrah yang Shahih”

Ungkapan di atas tidak berlebihan, sebab bulan Syawwal dalam kalender Islam adalah bulan ke-sepuluh, yakni tepat setalah bulan Ramadhan. Para pemuda muslim dapat mengejar keutamaan Sunnah untuk menikah di bulan Syawwal.

Per-nikah-an dalam Islam dapat diawali dengan:

  1. Prosesi taaruf (apabila anda dan calon teman hidup tinggal dalam lokasi yang berjauhan dan sulit untuk bertemu. Maka anda dapat memanfaatkan CV Taaruf untuk saling bertukar informasi diri);
  2. Nazhor (melihat secara langsung dan mendetail kepada orang yang akan dilamar);
  3. Khitbah (melamar);
  4. Akad nikah (ijaq qabul); dan
  5. Walimatul urs (pesta pernikahan).

Dalil Hadits Shahih

hadits menikah di bulan syawal
Gambar hadits menikah di bulan Syawal.

Keutamaan bulan Syawwal dapat diketahui dari nash hadits menikah di bulan Syawwal berikut ini. Dari ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallaahu’anha, dia bertutur:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَىُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّ

Terjemah hadits: “Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam menikahiku di bulan Syawwal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawwal pula. Maka istri-istri Rasulullah yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?”

Perawi hadits berkata,

قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ

Terjemah: “Aisyah menyukai menikahkan para wanita (dari keluarganya) selama bulan Syawal.” – Hadits Shahih: H.R. Muslim nomor 1423 (كتاب النكاح), Sunan an-Nasa’i nomor 3236 (كتاب النكاح), Sunan Ibnu Majah nomor 1990 (كتاب النكاح) lafazh ini milik Muslim.

Sebelum menjalani prosesi taaruf, baik ikhwan (laki-laki) maupun akhwat (perempuan), diwajibkan kedua pihak mengetahui adab muamalah secara utuh terlebih dahulu. Hal ini perlu diketahui agar hak-hak dan kewajiban sesama muslim, selama dan sesudah taaruf, dapat dipenuhi.

Demikianlah pembahasan mengenai hadits menikah di bulan Syawal beserta hal-hal yang terkait dengannya.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Ardis Alzen

Ardis Alzen

Ardis Alzena Andrini, S.I.Kom. Lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Lampung 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *