Selasa, September 28, 2021
BerandaArti KataHadits Dhaif (Hadits Lemah): Hukum Mengamalkannya

Hadits Dhaif (Hadits Lemah): Hukum Mengamalkannya

Ini merupakan sub artikel dari konten utama berjudul: Hadits Dhaif (Hadits Lemah): Pengertian, Hukum Meriwayatkan & Mengamalakan.

Baca juga: Hadits Dhaif (Hadits Lemah): Hukum Meriwayatkannya.

Pada sub artikel ini, diangkat mengenai hukum mengamalkan hadits dhaif.

Gunakanlah panduan daftar isi di bawah ini untuk menemukan konten sesuai kebutuhan anda.

Para ulama hadits berbeda pendapat tentang hukum beramal berdasar hadits dhaif. Apakah dibolehkan secara mutlak, atau dilarang secara mutlak, atau diperinci?

Mereka berselisih menjadi tiga pendapat:

1. Tidak Boleh Diamalkan Secara Mutlak

Hadits lemah (hadits dhaif) tidak boleh diamalkan secara mutlak. Baik dalam masalah aqidah, hukum-hukum syar’i, targhib wa tarhib (keutamaan amal), mau pun sekedar untuk kehati-hatian. Ini pendapat Imam Yahya bin Ma’in, Abu Bakr Ibnul Arabi, Bukhari, Muslim, Ibnu Hazm, Abu Syamah, Ibnu Hajar al-Asqalani, asy-Syaukani, Shiddiq Hasan Khan.

Dan pada zaman kita sekarang Syaikh Ahmad Syakir, Imam al-Albani. Mereka berhujjah dengan beberapa alasan:

  1. Bahwa masalah fadhilah amal itu sama dengan hukum halal dan haram, karena semua adalah bagian dari syari’at Islam. Hukum-hukum syar’i itu satu derajat, maka tidak boleh menyebarkan satu pun darinya kecuali yang dapat dipakai sebagai hujjah. Kalau tidak begitu, maka akan terjerumus kepada perbuatan berbicara yang mengada-ada atas nama Allāh عَزَّ وَجَلَّ;
  2. Hadits shahih dan hasan sudah cukup untuk beramal dalam Islam, oleh karena itu tidak membutuhkan lagi hadits dhaif;
  3. Hadits dhaif hanya memberi faedah sebuah zhann marjuh (sebuah perasangka lemah), padahal berhujjah dengan perasangkaan belaka tidak diper bolehkan. Allāh عَزَّ وَجَلَّ telah mencela zhann semacam ini dalam banyak ayat, Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎  berfirman:
    وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًۭٔا
    Terjemah nash: “… Sesungguhnya zhann (perasangkaan) itu tidak berfaedah sedikut pun pada kebenaran.” – Q.S. an-Najm [53]: 28.

2.  Boleh Diamalkan Secara Mutlak

Hadits lemah dapat diamalkan secara mutlak, baik dalam menetapkan masalah halal, haram, wajib, sunnah, dan lainnya. Akan tetapi harus memenuhi tiga syarat:

  1. Tidak ada hadits lain serta tidak ada fatwa shahabat dalam masalah ini;
  2. Hadits itu tidak sangat lemah, karena sebuah hadits yang sangat lemah harus ditinggalkan menurut semua ulama;
  3. Tidak ada hadits lain yang bertentangan (kontradiktif) dengannya.

Pendapat ini dinukil dari Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud, dan Abu Hanifah. Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Hadits dhaif (hadits lemah) lebih saya senangi dari pada pendapat orang.”

3. Diperinci

Hadits dhaif boleh diamalkan dalam fadhilah amal, nasihat, kisah, targhib wa tarhib, serta yang semisalnya. Ada pun dalam masalah aqidah, hukum halal dan haram, wajib, sunnah, dan yang semisalnya, maka tidak boleh menggunakan hadits lemah.

Namun para ulama yang membolehkan mengamalkan hadits dhaif dalam fadhilah amal mempunyai beberapa syarat. Jika salah satu di antara syarat tidak terpenuhi, maka tidak boleh diamalkan:

  1. Hadits tersebut lemah ringan, bukan berat. Maka tidak diterima kalau salah satu perawinya pendusta (al-Kadzab), tertuduh berdusta, sangat sering salah, dan lainnya;
  2. Hadits tersebut harus selaras dengan keumuman hadits yang lain;
  3. Hadits tersebut tidak boleh disebarkan. Hal ini agar tidak menjadikan kaum muslimin mengamalkan sesuatu dengan hadits dhaif. Karena bisa jadi akan dianggap shahih oleh orang awam;
  4. Saat mengamalkan hadits tersebut harus meyakini bahwa hadits itu lemah dan tidak shahih dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Pendapat yang Rajih (Kuat)

Pendapat yang rajih adalah madzhab pertama yang mengatakan bahwa hadits dhaif tidak boleh diamalkan secara mutlak, baik dalam masalah aqidah, ibadah, penentuan hukum halal dan haram, wajib, sunnah, makruh, mau pun masalah fadhilah amal, targhib wa tarhib.

Hendaklah seorang mukallaf itu menumbuhkan sikap wara‘ dalam menjalani kehidupannya, termasuk ketika hendak beramal berdasar kepada hadits. Jangan sampai terjerumus sebagai orang yang ber-dusta atas nama Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam.

ash-Shadiqul Masduq Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَلَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Terjemah nash, Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempatnya di neraka.” – Hadits Mutawatir: Bukhari (كتاب العلم), Muslim (المقدمة).


Sumber: Maraaji' (Senarai Pustaka).
Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini:
Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Penulis TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Tulisan ini memuat featuring image. Sumber: Kontributor.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih. Jazakumullah Khairan.

teman shalihhttps://temanshalih.com
Media online pendidikan aqidah sunnah dan manhaj salaf. Terbit sejak Ramadhan 1437 H/Juni 2016 M. Mengedepankan adab-adab dan kaidah ilmiah dalam membuat konten ilmiah. Jazakumullah Khairan.
KONTEN TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -