Categories
Hadits Hadits Pendek Shahih Intisari Cahaya Ilmu

Hadits Berbagi Hadiah

Hadits Berbagi Hadiah: ( تَهَادُوْا تَحَابُّوْا): Tahadu – Tahabbu! “Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” – Hadits Hasan (Al-Albani): Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad nomor 594 (الأدب المفرد)

Hadits Berbagi Hadiah: Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam telah memerintahkan kaum muslimin untuk saling berbagi hadiah. Hikmah dari amal shalih ini adalah ukhuwah Islamiyah (hubungan di antara kaum muslimin) dapat menguat dan terjaga.

Sebagaimana sabda beliau Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam,

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

Transliterasi hadits:

Tahadu – Tahabbu!

Terjemah hadits:

“Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” – Hadits Hasan (Al-Albani): Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad nomor 594 (الأدب المفرد)

Waktu yang tepat untuk berbagi hadiah

Setelah mengetahui hadits berbagi hadiah perlu dicatat bahwa di dalam Islam, tidak ada waktu khusus untuk berbagi hadiah. Akan tetapi, seorang muslim dapat memberikan hadiah kepada saudara muslimnya yang lain diberbagai waktu dan kesempatan. Misal:

  1. Saat menghadiri undangan walimah;
  2. Saat bertamu ke rumah saudara muslim;
  3. Saat bersilaturahim ke rumah saudara kandung;
  4. Ketika meminta maaf atas suatu kesalahan;
  5. Memberi hadiah dalam rangka apresiasi terhadap suatu prestasi;
  6. Memberi hadiah ketika nazhor dalam rangka taaruf;
  7. Memberi hadiah kepada istri/ suami setelah akad nikah;
  8. dan seterusnya masih banyak sekali.

Tidak dibenarkan memberi hadiah dalam rangka perayaan hari lahir (ulang tahun). Sebab perayaan hari lahir seseorang merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) sifat dan cara hidupnya kaum kuffar.

Hadits larangan tasyabbuh
Hadits larangan tasyabbuh (menyerupai kaum kuffar).

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa tasyabbuh (menyerupai suatu kaum), maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih (al-Albani): Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, nomor 4031. Bulugh al-Maram, nomor 1514.

Hadiah yang haram (dilarang)

Meskipun telah diketahui hadits berbagi hadiah tetap saja tidak boleh memberi hadiah suatu benda, yang benda tersebut dapat membahayakan orang lain. Dalam kalimat lain dapat dikatakan bahwa dilarang memberikan hadiah apabila dapat digunakan untuk menimbulkan bahaya.

Atau benda-benda yang sudah jelas keharamannya, seperti: khamr (minuman keras), rokok, sarana maisir (judi), senjata api, dan yang semisal dengan itu.

Atau benda-benda yang menjijikan/ buruk (al-Khoba’its). Khaba’its; Khoba’its; (الْخَبَائِثَ), adalah hal-hal yang buruk yakni segala sesuatu yang buruk yang dilarang dalam syari’at.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer