Doa ketika Hujan, Agar Hujan Berhenti, Petir, Angin Kencang Lengkap

Doa ketika hujan: اَللّٰهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا: Allahumma Shayiban Naafi’an, dibaca ketika turun hujan. Momen ini merupakan waktu mustajab doa itu dikabulkan.

Oleh sebab itu maka sepatutnya orang-orang muslim mukallaf (terlebih yang tinggal dan menetap di suatu negeri dengan curah hujan yang tinggi) memanjatkan doa ketika hujan. Sebab turunnya hujan merupakan rahmat dari Allah ‘Azza Wa Jalla.

Di bawah ini adalah 5 (lima) doa ketika hujan disertai dzikir setelah hujan.

Doa Hujan yang Shahih

اَللّٰهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Transliterasi Lafazh Do’a:
Allahumma Shayyiban Naafi’an.

Terjemah Do’a:
“Ya Allāh, turunkan hujan yang bermanfaat (untuk makhluk hidup: manusia, tumbuhan dan binatang).” – Hadits Shahih (صحيح): H.R. Al-Bukhari nomor 1032. Lihat Fat-hul Bāri (II/518).

Doa ketika hujan yang pertama ini dibaca dengan tujuan agar memperoleh hujan yang bermanfaat, baik bagi manusia, tumbuhan, maupun binatang.

Doa Hujan disertai Angin Kencang

اَللّٰهُمَّ إِنِّـيْ أَسْــأَلُكَ خَيْرَهَــا وَأَعُوْذُبِكَ مِنْشَرِّهَــا

Transliterasi Lafazh Do’a:
Allahumma Innii, Asaluka Khayrahaa, wa A’udzubika Minsyarriha.

Terjemah Do’a:
“Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.” – Lafazh sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Angin termasuk rahmat Allah yang datang membawa rahmat, namun kadang kala membawa azab. Maka apabila kalian melihat angina kencang, janganlah kalian memakinya, tetapi mintalah kepada Allāh kebaikannya dan berlindunglah kepada Allāh dari kejahatannya.” – Hadits Shahih (صحيح): H.R. Abu Dawud nomor 5097; dan Ibnu Majah nomor 3727. Lihat Shahih al-Adzkar nomor 521/381.

Doa tersebut dapat dibaca apabila hujan disertai angin kencang. Dibacakan agar memperoleh kebaikan dan terlindung dari keburukannya.

Dzikir Hujan Petir

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَا ئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Transliterasi Lafazh Do’a:
Subhanalladazi Yusabbihurra’du Bihamdihi wal Malaaikatu Min Khiyfatihi.

Terjemah Do’a:
“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, seperti halnya para Malaikat, karena takut kepada-Nya.” – Hadits Shahih (صحيح): Lihat al-Muwaththa’ (II/757 nomor 26), al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad nomor 723, Shahih al-Adabul Mufrad nomor 556, dan al-Baihaqi (III/362). Lihat al-Kalimuth Thayyib nomor 157. Syaikh al-Albani menyatakan, “Hadits ini mauquf sanadnya namun shahih,” yaitu dari Abdullah bin az-Zubair رضي الله عنه.

Doa ini dibaca ketika terdengar suara petir. Doa ini menunjukkan bahwa halilintar dan malaikat pun bertasbih memuji Allah ‘Azza Wa Jalla.

Doa Hujan Berhenti atau Doa Hujan Dialihkan ke Tempat Lain 

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ ‏

Transliterasi Lafazh Do’a:
Allaahumma Hawalaynaa, Wa Laa ‘Alaynallahumma ‘Ala Akaami, Wa Dzirrabi Wa Buthuuni Awdiyati Wamanaabitisy-syajari.

Terjemah Do’a:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” – Hadits Shahih (صحيح): H.R. Al-Bukhari nomor 1013 dan 1014; serta Muslim (كتاب صلاة الاستسقاء), nomor 897 dari Anas bin Malik رضي الله عنه.

Apabila hujan telah turun dalam intensitas yang tinggi, dan dikhawatirkan menimbulkan bala bencana, maka hendaklah membaca doa agar hujan berhenti atau dialihkan ke tempat yang lain.

Dzikir Setelah Hujan

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Transliterasi Lafazh Dzikir:
Muthirnaa Bifadhlillaahi Wa Rahmatihi.

Terjemah Lafazh:
“Kita diberi hujan (dari langit) karena karunia dan rahmat Allāh.” – Hadits Shahih (صحيح): H.R. Al-Bukhari nomor 846, 1038 dan Muslim nomor 71.

Tidak boleh seseorang menisbatkan hujan kepada bintang, karena hujan datang dengan sebab rahmat Allāh, bukan karena keberadaan bintang. Orang yang menisbatkan hujan kepada bintang maka dia telah kufur kepada Allāh.

Dengan membaca doa-doa dan dzikir setelah hujan turun niscaya seseorang itu diberikan manfaat dan berada dalam lindungan Allah ‘Azza Wa Jalla dari bencana.

Diintisarikan dari: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1437 H/2016 M. Doa dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah. Jakarta: Pustaka Imam Asy Syafi’i.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.