HomeIntisari Cahaya IlmuDo'a Ash-ShahihahDoa Bencana Alam yang Shahih
kumpulan doa bencana alam yang shahih

Doa Bencana Alam yang Shahih

Do'a Ash-Shahihah Intisari Cahaya Ilmu 1 likes 94 views share

Doa Bencana Alam yang Shahih: Pentingnya doa tidaklah diragukan lagi. Setiap orang sudah barang tentu membutuhkan doa, baik untuk menolak sesuatu yang tidak disukai maupun pada waktu hendak mendatangkan sesuatu yang disenangi.

Di dalam kitabnya (buku), Do’a dan Wirid Menutut Al-Qur’an dan Sunnah[1], Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas menuturkan bahwa pada hakikatnya kualitas doa seorang hamba tergantung pada bacaan doa itu sendiri dan kesungguhan diri.

Serta keikhlasan orang yang memanjatkannya, juga tidak adanya penghalang yang membuat doanya tertolak. Seperti faktor pakaian, makanan, perbuatan dan minuman yang haram.

Suatu doa dikabulkan apabila dilakukan dengan tata cara yang benar, dan dipanjatkan pada waktu-waktu yang tepat, serta lafazh-nya bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Oleh sebab itu saudara muslim perlu mengetahui betul lafazh doa-doa yang shahih sesuai Kitabullah dan Sunnah, termasuk di dalamnya adalah doa bencana alam atau doa yang dipanjatkan untuk menghindari bencana alam dan-atau doa saat terjadinya bencana alam.

Doa Bencana Alam yang Shahih

Doa Bencana Alam 1: Doa Apabila Angin Bertiup Kencang

اَللّٰهُمَّ إِنِّـيْ أَسْــأَلُكَ خَيْرَهَــا وَأَعُوْذُبِكَ مِنْشَرِّهَــا

“Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”[2]

Doa Bencana Alam 2: Dzikir Ketika Mendengar Halilintar

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَا ئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, seperti halnya para Malaikat, karena takut kepada-Nya.”[3]

Doa Bencana Alam 3: Doa agar Hujan Segera Berhenti atau Dialihkan ke Tempat Lain

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ ‏

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”[4]

Doa Bencana Alam 4: Doa Berlindung dari Kesengsaraan, Kesusahan dan Hilangnya Nikmat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya ‘afiat (kesejahteraan) dari-Mu, dari hukuman-Mu yang datang dengan tiba-tiba, dan dari seluruh kemarahan-Mu.”[5]

Doa Bencana Alam 5: Doa Diselamatkan dari Kehinaan dan Bencana

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ البَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضاءِ، وَشَمَاتَهِ الْأَعْدَاءِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala’ (bencana), tertimoa kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.”[6]

Doa Bencana Alam 6: Doa Berlindung dari Kebinasaan dan Kehancuran

اللّٰهُمَّ إِنِّــيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ، وَالْهَدْمِ، وَالْغَرَقِ، وَالْحَرِيْقِ، وَأَعُوْذُبِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيْ الشَّيْطَانُ عِنْدَالْمَوْتِ، وَأَعُوْذُبِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوْذُبِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (jatuh dari tempat yang tinggi), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, dan kebakaran. Aku pun berlindung kepada-Mu dari dikuasai syaithan ketika menjelang mati. Aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam kondisi berpaling dari jalan-Mu, serta aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat.”[7]

Download Kumpulan Doa Bencana Alam

Kumpulan Doa Bencana Alam yang Shahih (6 downloads)

Maraaji’:

[1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 1437 H/ 2016 M. Doa dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan Sunnah. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

[2] Lafazh sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Angin termasuk rahmat Allah yang datang membawa rahmat, namun kadang kala membawa azab. Maka apabila kalian melihat angina kencang, janganlah kalian memakinya, tetapi mintalah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.” Shahih: H.R. Abu Dawud nomor 5097; dan Ibnu Majah nomor 3727. Lihat Shahih al-Adzkar nomor 521/381.

[3] Shahih: Lihat al-Muwaththa’ (II/757 nomor 26), al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad nomor 723, Shahih al-Adabul Mufrad nomor 556, dan al-Baihaqi (III/362). Lihat al-Kalimuth Thayyib nomor 157. Syaikh al-Albani menyatakan, “Hadits ini mauquf sanadnya namun shahih,” yaitu dari Abdullah bin az-Zubair رضي الله عنه.

[4] Shahih: H.R. Al-Bukhari nomor 1013 dan 1014; serta Muslim (كتاب صلاة الاستسقاء), nomor 897 dari Anas bin Malik رضي الله عنه

[5] Shahih: H.R. Muslim, nomor 2739 (كتاب الرقاق); dan Abu Dawud (كتاب الوتر), nomor 1545 dari Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنهما

[6] Shahih: H.R. Al-Bukhari (كتاب الدعوات – كتاب القدر), nomor 6347 dan 6616; dan Muslim nomor 2707

[7] Shahih: H.R. An-Nasa’I (VIII/282) dan Abu Dawud nomor 1552 dari Abul Yasar رضي الله عنه. Lihat Shahih an-Nasai (III/1123, nomor 5104). Lafazh ini adalah milik Imam an-Nasai.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lisensi Creative Commons: [1] Atribusi, [2] Non Komersial, [3] Berbagi Serupa 4.0 Internasional.
Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. - Shahih Muslim nomor 1893

Klik bagikan/ share dan tetap menjaga amanah ilmiah dengan mencantumkan sumbernya: temanshalih.com

Laporkan konten negatif: Disclaimer