CV Taaruf: Tanya Jawab CV Taaruf

Artikel ini memuat tentang tanya jawab CV Taaruf, artinya hal-hal yang perlu anda ketahui dalam membuat CV Taaruf dapat diketahui dalam tulisan ini.

Untuk memudahkan anda memperoleh konten sesuai dengan kebutuhan, gunakanlah panduan daftar isi berikut:

Apa yang harus dilakukan dalam langkah awal membuat CV Taaruf/ biodata taaruf?

Dalam menulis CV Taaruf/ Biodata Taaruf dan-atau kemudian dirinya mendatangi orang yang hendak dilamar maka keutamaan bagi seorang mukallaf  atau rasyidah untuk:

  • Mengikhlaskan niatnya semata mengharap Ridha Allah ‘Azza Wa Jalla;
  • Benar-benar ingin menikah dan Ittiba’-ur-Rasul/ mengikuti Sunnah Rasul-Nya ﷺ;
  • Bukan sekedar ingin berlezat-lezat pandangan (dalam tahap nazhor) tanpa i’tiqad untuk melamar atau benar-benar ingin menikah.

Mengapa sikap jujur dalam menulis CV Taaruf/ Biodata Taaruf itu penting?

quote tentang kejujuran
Quote tentang kejujuran.

Syaikh al-‘Utsaimin menuturkan dalam kitabnya, Syarh Hilyah Thaalibil ‘Ilmi, mengenai kejujuran.

Bahwasanya jujur itu merupakan tanda kewibawaan, kemuliaan jiwa dan kebersihan hati, ketinggian cita-cita, kuatnya akal, kecintaan antar sesama, senangnya kebersamaan, dan penjagaan terhadap Din (Agama).

Oleh sebab itu, hendaklah seorang muslim bersikap jujur dengan menuliskan data diri sesuai dengan keadaan, tanpa melebih-lebihkan atau berdusta .

Adapun NazharNazhor/ melihat secara langsung perempuan yang akan dipinang, adab-adabnya dapat dikaji secara komprehensif di dalam buku berjudul “Pernikahan & Hadiah Untuk Pengantin” karya Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullah (Ustadz Abu Unaisah) dan secara singkat dapat dikaji di dalam buku saku Sejak Memilih, Meminang Hingga Menikah Sesuai Sunnah.

Mengapa ta’aruf dikatakan sebagai “persoalan ilmiah”?

Ta’aruf harus didasaari dengan ilmu. Sebab segala sesuatu yang bersumber dari Islam adalah perkara Ilmiah. Ta’aruf – nazhor/ melihat, khitbah/ melamar, nikah dan walimah/ pesta nikah adalah sesuatu yang bersumber dari Islam.

Sesuatu itu disebut ilmiah artinya harus dijalankan/ diamalkan berdasar kepada ilmu, bukan sekedar tau arti dan tau makna saja. Lebih dalam dari itu.

Seseorang yang akan ta’aruf dan nazhor dan di-nazhor hendaknya keduanya memahami hal ini secara baik.

hadits berkata baik atau diam
Dalil hadits pendek berkata baik atau diam.

Sehingga apabila pada masa nazhor (ikhwan datang ke rumah akhwat untuk melihat secara fisik) didapati hal-hal yang tidak berkenan: ditemukan aib, didapati ketidak cocokan, dan akhirnya batal atau tidak jadi untuk khitbah/ lamaran.

Maka segala yang buruk akan terjaga. Tidak dibicarakan di tempat lainnya yang dapat menjatuhkan seseorang kedalam dosa ghibah dan merusak nama baik saudara Muslim.

Apa saja bagian-bagian dalam CV taaruf yang harus ditulis?

  • Profil
  • Gambaran Fisik
  • Latar Pendidikan
  • Gambaran Diri
  • Pengalaman Pekerjaan dan-atu Organisasi
  • Persiapan Pernikahan
  • Kriteria Pasangan
  • Harapan-harapan
  • Serta informasi singkat mengenai keluarga (Ayah, Ibu, Kakak, Adik).

File contoh dapat didownload dalam artikel: Contoh CV Taaruf.

Apakah CV taaruf/ biodata taaruf dibuat dalam bentuk baris teks (paragraf) atau tabel?

Biodata Taaruf/ CV Taaruf dimaksud di atas sebaiknya disusun dalam bentuk tabel agar mudah dibaca, baik taaruf yang dilakukan secara konvensional maupun berbasis platform taaruf online.

Data yang ditulis disesuaikan dengan kemampuan tata bahasa sendiri dan wawasan ilmu pengetahuan sendiri bukan copy-paste.

Adapun media taaruf online, anda dapat membaca lebih lanjut mengenai Mawaddah Indonesia. Portal taaruf online yang dikelola oleh manajemen Ustadz Khalid Basalamah. 

Untuk menulis biodata taaruf dalam mawaddahindonesia.com hendaknya saudara membaca Panduan Lengkap Pendaftaran Online Taaruf Mawaddah .

Foto CV Taaruf apakah foto sendiri atau grup?

Foto CV Taaruf
Foto seorang diri dengan mengenakan tata busana yang baik.

Untuk lampiran foto  sebaiknya menggunakan foto  seorang diri artinya bukan foto  grup (foto beramai-ramai). Hal ini agar tidak memunculkan kebingungan dari sisi orang yang membaca CV Taaruf, terlebih apabila orang tersebut memang belum pernah bertemu/ belum pernah melihat secara langsung.

Busana apa yang digunakan saat berfoto?

Saat berfoto untuk CV Taaruf/ Biodata Taaruf kenakanlah tata busana muslim yang baik sebelum berfoto, hal ini juga perlu diperhatikan tatkala bertamu ke rumah akhwat (wanita) untuk me-nazhor (melihat).

Dan apabila anda mengenakan busana yang baru dibeli, jangan lupa membaca doa memakai baju baru.

Bagaimana dengan busana berupa kaos/ T-Shirt?

foto cv taaruf
Foto seorang diri, namun tata busana seperti ini (T-Shirt) tidak sesuai apabila dilampirkan dalam CV Taaruf.

Hindari penggunaan T-Shirt atau kaos dalam foto yang digunakan sebagai lampiran CV Taaruf. Sebab kaos umumnya digunakan dalam aktivitas informal. Misal pada saat saudara memperbaiki kendaraan, pada saat membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah, pada saat bermain ketangkasan dengan anak, dan seterusnya.

Mengapa harus menghindari pemakaian kaos dalam kesempatan ini? Sebab menggunakan foto dengan busana kaos dalam lampiran CV Taaruf dapat mencerminkan bahwa saudara adalah seorang lelaki yang tidak peka dan kurang perhatian terhadap suatu persoalan. Hendaklah menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan haknya dan dengan cara yang haq/ cara yang benar.

Bagaimana apabila CV taaruf/ biodata taaruf sudah terlanjur dikirim ke pihak akhwat?

Namun apabila CV Taaruf/Biodata Taaruf dengan lampiran foto berbusana kaos sudah terlanjur diserahkan kepada pihak akhwat yang saudara sukai, hendaklah tetap menjaga lisan dari perkataan munkar serta menjaga hati dari menyalahkan sesuatu yang sudah terjadi dengan mengucapkan, “Qadarullah Wa Ma Sya’a Fa’al “, dengan itikad untuk menghindari kesalahan pada kesempatan Nazhor (Melihat Keadaan Fisik) calon pasangan hidup dengan cara berpenampilan yang lebih baik sebagaimana penjelasan yang sudah tuntas disampaikan di atas.

Tatkala masa taaruf sudah cukup, lantas apa tahap selanjutnya?

Hendaklah saudara tetap mengindahkan adab-adab muamalah saat bertamu ke rumah akhwat dalam ranah me-Nazhor dengan cara: (1)bertutur kata yang baik, (2) menampakkan wajah yang berseri-seri, (3) mendoakan tuan rumah, dan (4) jangan ber-khalwat (berdua-dua-an).

Lihatlah sesuatu yang ada pada dirinya yang dapat menumbuhkan perasaan cinta atau perasaan suka atau perasaan ingin menikahinya, sebab inilah tujuan utama dari Nazhor.

Apabila anda sudah merasa mantap dengan wanita tersebut, katakanlah bahwa anda mencintainya diikuti dengan tahap selanjutnya yakni khitbah (melamar).

Namun, apabila tidak diperoleh persaan cocok, maka utarakanlah hal tersebut dengan tata bahasa yang baik pula (dibahas lebih lanjut dalam artikel “Cara Menolak Taaruf”).

Konklusi

Demikianlah contoh Biodata Taaruf/ CV Taaruf yang disusun dalam format tabel yang bagian-bagiannya diadaptasi dari struktur biodata Mawaddah Indonesia Taaruf.

Adapun kami setuju dengan format tabel sebab ia lebih nyaman dibaca karena tata letak tulisan tersusun rapih sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Membuat biodata ta’aruf dalam bentuk tabel dapat dilakukan dengan menggunakan software Microfost Office Word atau Microsoft Office Excel, atau dapat juga dibuat dengan menggunakan Google Docs dan Google Sheet .

WhatsApp Group TemanShalih.Com: Gabung di WAG temanshalih.com untuk memperoleh update informasi.

Doa Kafaratul Majelis:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.”
Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan:

Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." - Shahih Muslim nomor 1893.
Konten Asli Protected by Copyscape

  1. Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Authors TemanShalih.Com;

  2. Apabila anda menukil atau membuat materi turunan (scraped content, rewritten content, duplicate content) di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis: tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan;

  3. TemanShalih.Com proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit;

  4. Setiap konten asli yang dimuat dalam TemanShalih.Com dilindungi oleh Undang-Undang;

  5. Lihat Daftar Website yang Copy Paste Konten TemanShalih.Com.

Jazakumullah Khayran.

Agar terus menghasilkan konten yang kredibel, dukung kami dengan follow akun Instagram TemanShalih

Affan bin Umar

Affan bin Umar

Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. Pengamat perlindungan konsumen startup Islam; Duta Pelajar Indonesia-Malaysia 2007; Lulusan S1 Sistem Informasi Universitas AMIKOM 2013; Manajer PT Jatra Buana Kreasindo 2015; Former Editorial Team Jurnal Hukum Internasional Tanjungpura Law Journal 2017; Analis Data Akademik Universitas Tanjungpura 2017; Lulusan S2 Hukum Bisnis Universitas Tanjungpura 2018; Jurnalistik Tempo Institute 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *